5 Buku Anak Ini Tetap Layak Dibaca Orang Dewasa, Apalagi Saat Sedang Stres. Buku Mana yang Sudah Pernah Kamu Baca?

Photo credit: Etsy

5 Buku Anak Ini Tetap Layak Dibaca Orang Dewasa, Apalagi Saat Sedang Stres. Buku Mana yang Sudah Pernah Kamu Baca?

2.1K
Saat hidup tampak semakin rumit, mungkin kamu perlu sejenak berubah menjadi kanak-kanak lalu baca buku anak yang bisa mengingatkanmu betapa indahnya hidup.

Seiring bertambahnya usia, setiap dari kita pasti memiliki kerumitan hidup masing-masing. Misalnya kerjaan tak kunjung selesai, dosen pembimbing skripsi susah ditemui, kompetisi ini-itu belum ada yang lolos, skor tes bahasa asing jeblok, target-target yang disusun awal bulan tidak tercapai dengan baik, tumpukan baju kotor ada di depan mata, tuntutan ini-itu dari orang tua, sahabat bahkan pacar mendadak ngajak berantem, dan masih banyak lagi masalah yang bisa kamu sebutkan sendiri.

Saat hidup tampak semakin rumit, ada baiknya kamu kembali menjadi kanak-kanak sebab jiwa kanak-kanak itu jujur dan tulus serta mereka mudah merasa bahagia meskipun pada hal-hal yang sepele. Salah satu hal yang bisa membawa kembali jiwa kanak-kanak itu adalah buku. Alur cerita yang mengalir akan membuatmu merasa nyaman sekaligus mengingatkanmu pada masa kanak-kanak yang seru dan penuh petualangan. Inilah lima buku anak yang layak kamu baca sebagai orang dewasa, terutama ketika sedang stres.


1. Le Petit Prince, Antoine De Saint-Exupéry (1943)

Photo credit: Instagram clelia_b

Le Petit Prince (Pangeran Cilik) menjadi semacam otobiografi penulisnya yang merupakan seorang pilot. Antoine De Saint- Exupéry pernah mengalami kecelakaan pesawat di gurun pasir Libya dan hampir mati karenanya. Kisahnya dalam bertahan hidup di padang pasir kemudian ia tuliskan dalam buku ini. Buku berbahasa Perancis ini sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Secara garis besar buku ini menceritakan seorang pangeran kecil dari planet antah berantah yang melalui serangkaian perjalanan luar angkasa hingga akhirnya tiba di bumi dan bertemu dengan si penulis. Buku ini penuh dengan refleksi karakter manusia, mulai dari yang sombong, yang suka mabuk, yang bekerja demi kemaslahatan hidup orang banyak, sampai yang gila kekuasaan. Membaca Le Petit Prince, pembaca akan disodori berbagai ironi manusia dewasa.


2. Totto-chan, Tetsuko Kuroyanagi (1981)

Photo credit: Instagram Farahdina Almas

Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela, menjadi salah satu buku panduan pendidikan di Jepang. Buku berbahasa Jepang ini sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Bercerita tentang hari-hari Totto-chan selama belajar di Tomoe Gakuen, sekolah gerbong kereta yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi pada masa Perang Dunia. Bersama Totto-chan, pembaca akan diajak mengenang kenakalan masa kanak-kanak, juga hari-hari yang penuh dengan petualangan bebas khas anak-anak.


3. Alice’s Adventures in Wonderland, Lewis Carroll (1865)

Photo credit: Instagram Meredith Mara

Charles Lutwidge Dodgson atau Lewiss Carroll menulis kisah ini setelah mengarang cerita hiburan untuk anak-anak yang berlayar bersamanya di Sungai Thames, London. Salah satu anak tersebut bernama Alice Liddell yang kemudian ia jadikan sebagai nama tokoh utamanya. Buku ini pernah diangkat ke layar lebar Hollywood garapan Tim Burton dengan beberapa perubahan. Buku karangan ahli matematika yang berbahasa Inggris ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Berkisah tentang Alice yang terperosok ke lubang kelinci dan masuk ke Underland, sebuah dunia yang dihuni oleh makhluk-makhluk ajaib. Berada di antara fakta dan realita, pembaca akan diajak berpetualang dalam upaya pencarian jati diri.


4. Harry Potter and The Sorcerer’s Stone, J.K. Rowling (1997)

Photo credit: Instagram lostinlit_becca

Siapa yang tidak kenal dengan kisah dunia sihir Harry Potter? Buku pertama J.K. Rowling yang berjudul Harry Potter and The Sorcerer’s Stone tidak terlalu tebal, hanya sekitar tiga ratus halaman saja sehingga pembaca yang sibuk tidak perlu banyak berkorban waktu. Selain ikut tegang dalam petualangan Harry Potter di sekolah sihir Hogwarts, pembaca juga akan menemui banyak refleksi hidup tentang berbagai macam pilihan hidup, juga tentang yang baik dan yang jahat.


5. Keluarga Cemara, Arswendo Atmowiloto (1984)

Photo credit: Scoop

Bagi generasi 90-an, tentu tidak asing dengan judul buku ini. Kisahnya pernah diangkat ke layar kaca stasiun televisi swasta nasional pada tahun 1996 sampai dengan tahun 2004. Kisah-kisah dalam buku ini merupakan kumpulan cerita Arswendo Atmowiloto di surat kabar. Bercerita tentang kehidupan keluarga sederhana yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Cemara yang akrab dipanggil Ara, dan Agil. Mengikuti beragam konflik keseharian Keluarga Cemara, pembaca akan belajar tentang prinsip-prinsip hidup mulia seperti kejujuran dan kesederhanaan.

BACA JUGA


Sherina Ajak Netizen Banyak Baca dan Bertemu di Goodreads. Seperti Sherina, Kamu Juga Bisa Dapat 5 Manfaat Ini Jika Punya Akun Goodreads!

Sherina Ajak Netizen Banyak Baca dan Bertemu di Goodreads. Seperti Sherina, Kamu Juga Bisa Dapat 5 Manfaat Ini Jika Punya Akun Goodreads!

Goodreads merupakan sebuah jejaring sosial yang konsen pada dunia literasi. Cocok bagi siapapun yang ingin meningkatkan minat baca

Read more..

Bagaimana, Sahabat Trivia, apakah kamu pernah membaca kelima buku anak tersebut? Jika belum, segera cari di toko buku terdekat atau pinjam di perpustakaan kota. Jika sudah, tidak ada salahnya dibaca ulang. Atau, kamu punya daftar buku anak lain yang recommended untuk dibaca kalangan dari usia berapapun? Kalau ada, boleh share di kolom komentar, ya.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Buku Anak Ini Tetap Layak Dibaca Orang Dewasa, Apalagi Saat Sedang Stres. Buku Mana yang Sudah Pernah Kamu Baca?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Silahkan login untuk memberi komentar