Inspirasi dari Malala yang Akan Menyemangatimu untuk Terus Berjuang dalam Pendidikan

Photo credit: timestalks.com

Inspirasi dari Malala yang Akan Menyemangatimu untuk Terus Berjuang dalam Pendidikan

5.3K
Inilah sosok Malala yang senantiasa berjuang untuk sekolah di tengah kondisi negaranya yang mencekam. Masihkah kamu mengeluh dan menyerah menjalani pendidikanmu sekarang?

Jika Indonesia dulu memiliki pahlawan emansipasi perempuan bernama Kartini, maka Malala Yousafzai dikenal sebagai pejuang pendidikan bagi perempuan di Pakistan. Pada tahun 2009, Taliban mengeluarkan aturan larangan sekolah bagi kaum perempuan di sana. Namun, gadis kelahiran 12 Juli 1997 ini berani menyatakan ketidaksetujuannya melalui seruan pertamanya di sebuah radio kala itu, “Berani-beraninya Taliban merampas hak saya atas pendidikan!” Tak berhenti sampai di situ, Malala kemudian aktif menulis di blog dengan nama samaran untuk BBC. Dalam tulisannya, Malala menceritakan kondisi hidup di bawah pemerintahan Taliban dan pandangannya mengenai hak pendidikan bagi kaum perempuan. Namun, siapa sangka bentuk protes Malala ini berujung pada musibah. Sebuah peristiwa penembakan oleh kelompok bersenjata Taliban pada tanggal 9 Oktober 2012 mampu membuka mata dunia akan sosok gadis ini. Malala ditembak tepat di kepala dan leher saat pulang dari sekolah. Mukjizat Tuhan membuat Malala selamat dari tragedi ini. Setelah enam bulan berada di rumah sakit menjalani operasi dan pemulihan, akhirnya Malala dinyatakan sehat kembali.

Pada tanggal 12 Juli 2013, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-16, Malala berpidato di Markas Besar PBB di New York. Kala itu Malala menekankan 3 hal penting, yaitu: hak perempuan, perlawanan terhadap terorisme, dan kebodohan. Pidato tersebut mampu menyedot perhatian khalayak ramai. Malala kemudian mendapat hadiah Nobel di bidang perdamaian pada tahun 2014 sehingga tercatat sebagai peraih Nobel termuda sepanjang sejarah. Kisah perjuangan Malala ini menginspirasi banyak orang, termasuk kamu tentunya.

Apakah kamu sedang frustasi pada tugas akhirmu, ujian, dosen, atau kuliahmu? Saat kamu ingin menyerah pada hal-hal tadi, simaklah 7 kutipan pidato Malala berikut yang bisa membuatmu termotivasi kembali.


“Mereka tidak bisa menghentikan saya. Saya akan mendapatkan pendidikan saya; di rumah, di sekolah, atau di mana saja.”

Photo credit: thetimes.co.uk

Malala menegaskan bahwa tidak ada hal yang bisa menghalangi dia untuk sekolah, termasuk aturan baru (saat itu) kelompok Taliban yang melarang perempuan menempuh pendidikan layaknya laki-laki. Jika kini kamu sedang bermalas-malasan dalam menyelesaikan kuliahmu, lihatlah perjuangan Malala. Seharusnya kamu bersyukur masih bisa mendapatkan pendidikan yang layak sejak kecil hingga sekarang. Bahkan, kamu tak perlu bersusah payah belajar karena fasilitas belajar yang sangat memadai.


“Mereka hanya bisa menembak tubuh, tapi tidak bisa membunuh impian saya.”

Photo credit: myhero.com

Sebuah kutipan dari Malala yang sanggup menggetarkan hati para orang dewasa. Seorang gadis muda yang mempunyai mimpi akan kesetaraan pendidikan harus berhadapan dengan kelompok Taliban yang berniat membunuhnya. Malala dengan tegas mengatakan bahwa tubuh bisa saja mati, tapi semangat yang dia miliki tak akan pernah padam. Pasca insiden penembakan pun Malala tetap berjuang untuk pendidikan. Jika kamu menyerah pada dosen pembimbingmu yang tak kunjung mengacc tugas akhirmu, mungkin kamu harus belajar dari semangat yang dimiliki Malala ini.


“Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena, bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satu-satunya solusi. Pendidikan adalah yang utama.”

Photo credit: bbc.co.uk

Malala percaya bahwa pendidikan mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Dia berusaha meyakinkan orang bahwa keputusannya untuk melawan aturan Taliban adalah untuk memperjuangkan masa depan Pakistan. Kamu bisa lihat kegigihan dan kepercayaan Malala yang tinggi pada esensi pendidikan. Mungkin kamu kini berstatus sebagai “mahasiswa abadi” di kampus. Melalui kutipan Malala ini, kamu akan berpikir dua kali untuk menyia-nyiakan masa kuliahmu yang sekarang. Percayalah bahwa itu merupakan suatu proses yang akan membawamu menjadi lebih baik. Tidak ada yang sia-sia dalam pendidikan.


“Kelompok Taliban bisa mengambil pena dan buku kami, tapi mereka tidak akan bisa menghentikan kami dari terus berpikir dan berkembang.”

Photo credit: telegraph.co.uk

Ini salah satu seruan lain dari Malala yang menegaskan dia tak akan takut pada Taliban. Baginya, buku dan pena hanyalah sebuah media dalam pendidikan. Semangat untuk kehidupan lebih baik justru menjadi modalnya dalam pendidikan dan hal itu tak bisa diambil oleh kelompok Taliban. Kalau keluargamu sekarang sedang dalam kondisi ekonomi kurang baik untuk membiayai kuliahmu, percayalah jalan untuk kuliah selalu terbuka untukmu selama kamu tak berhenti berusaha.


“Jangan pernah berpikir bahwa hanya karena kamu masih muda, kamu tak bisa melakukan sesuatu lalu berhenti untuk melangkah lebih maju.”

photo credit: france24.com

Malala sudah menulis untuk BBC sejak usia 11 tahun dan mendapatkan Nobel di usia 16 tahun. Dia membuktikan bahwa usia bukan merupakan batasan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Selama mengerjakan tugas akhir, terkadang kamu membatasi diri kamu dengan sugesti negatif, misalnya, “Ah, tak mungkin selesai sesuai target.” Ingatlah di usia yang masih muda saja Malala sanggup membuat tulisan yang mengubah dunia. Apalagi kamu, yang dianugerahi Tuhan dengan ilmu pengetahuan lebih baik, pastilah mampu menyelesaikan sebuah tugas akhir. Jangan pernah batasi pikiranmu dengan hal-hal yang membuatmu enggan untuk maju.


“Aku tidak keberatan kalau harus duduk di lantai sekolah. Yang aku inginkan hanyalah pendidikan dan aku tak takut pada siapapun.”

Photo credit: abcnews.go.com

Kamu pasti mendapat fasilitas yang baik selama kuliah. Setiap hari kamu menerima materi kuliah di ruangan nyaman yang ber-AC, multimedia lengkap, serta buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Kamu jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan Malala saat menempuh pendidikan. Dia terancam tak memperoleh pendidikan layak lantaran aturan yang diberlakukan Taliban. Bahkan, Malala menegaskan tak masalah jika dia tak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak asalkan dia masih bisa bersekolah. Nah, bandingkan dengan fasilitas pendidikanmu sekarang. Bukankah seharusnya nilai akademikmu bisa jauh lebih baik dari Malala?


“Saya kira cara terbaik untuk memecahkan masalah dan melawan adalah melalui dialog, melalui cara damai. Namun bagi saya, cara terbaik memerangi terorisme dan ekstremisme adalah mendidik generasi berikutnya.”

Malala percaya bahwa pendidikan adalah satu-satunya hal penting yang bisa membantu menyudahi perang dan terorisme. Dia juga menyatakan bahwa semua ajaran agama mengajarkan kasih. Jika sedari kecil anak-anak telah dididik untuk saling mengasihi, Malala yakin kelak di masa datang tak ada lagi peperangan yang muncul. Jika Malala saja memiliki keyakinan kuat akan pentingnya sebuah pendidikan, kamu pun seharusnya demikian. Pendidikan yang kamu tempuh sekarang tak hanya berguna untuk masa depanmu, melainkan juga anak-anakmu kelak. Bagaimana pun juga, kamu bertugas mendidik anak-anakmu di masa datang.


Malala mengajarkan kita untuk tak pernah menyerah pada masalah yang datang. Semangat gadis muda ini nyatanya mampu menyulut semangat perempuan lain di Pakistan. Masalah-masalahmu di kampus tentu tak seberat beban yang ditanggung Malala. Ketika kamu mulai putus asa, ingatlah sosok Malala yang harus berjuang demi kesetaraan pendidikan bagi kaumnya ini. Jika Malala saja sanggup melewatinya, kamu juga pasti bisa.

Bersemangatlah menjalani kuliahmu!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Inspirasi dari Malala yang Akan Menyemangatimu untuk Terus Berjuang dalam Pendidikan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Jessica Dima | @jessicadima

Supervisor QC yang demen nulis sejak SD. Penikmat buku, musik, dan film. Masih demen nulis di sela-sela rutinitas di kantor dan pabrik. Kunjungi segala tulisan randomnya di www.agensherlockholmes.com

Silahkan login untuk memberi komentar