Aku Hapuskan Rasa Sayangku pada Cinta Pertamaku. LDR Membuat Dia Berani Melangkahi Kepercayaan yang Telah Aku Berikan

photo credit: huffingtonpost

Aku Hapuskan Rasa Sayangku pada Cinta Pertamaku. LDR Membuat Dia Berani Melangkahi Kepercayaan yang Telah Aku Berikan

439
Sebuah cerita nyata tentang cinta pertama di masa SMP, yang harus berakhir dengan air mata kecewa.

Semua orang akan merasakan cinta. Pada awalnya mungkin saat masa remaja atau sepantaran dengan anak usia SMP. Aku pun tak luput dari rasa itu, rasa ketika cinta telah mampu merasuki seluruh kehidupanku bahkan hampir membuatku grogi hingga salah ucap dengan siapa pun ketika dia ada di sekitarku. Seperti saat rapat pengurus OSIS di aula. Aku gugup karena harus menyampaikan rundown sebagai koordinator acara. Ia menatapku dengan mantap tanpa memalingkan mukanya sedetik pun dari bibir dan wajahku. Walaupun kata orang, itu hayalah cinta monyet.


Awal pertama aku mengenali cinta monyetku

photo credit: anvivoyages

Aku adalah seorang siswa yang menyukai seni musik dan aku telah terseleksi sebagai anggota drum band di sekolah. Saat itu, semua anggota musik harus latihan di sekolah. Aku dijemput oleh salah satu teman perempuanku, namanya Ana. Ana datang menghampiriku yang masih terlelap di balik selimut tidur di kamar. Dia membuatku terkejut karena aku sama sekali tidak tahu kalau hari ini ada latihan musik. Akhirnya, aku langsung bergegas keluar kamar tanpa mencuci mukaku terlebih dahulu dan memakai hijab dengan begitu cepat karena kata Ana, kami sudah terlambat.

Tidak perlu waktu lama untuk sampai di sekolah, aku mendengar dengan jelas suara drum band berbunyi dengan riuh yang mungkin sedang melakukan pemanasan. Sebelum bergabung dengan yang lain di lapangan, terlebih dulu aku dan Ana harus mengambil alat musik di gudang sekolah. Setelah mengambil alat, Ana bergegas keluar dari gudang. Aku yang merasa kerepotam karena hijab yang aku pakai ternyata dalam keadaan terbalik, berteriak memanggil Ana, meminta tolong kepadanya agar mau menjaga pintu gudang tetap tertutup supaya aku bisa membetulkan hijab yang terbalik tadi.

Namun sayang, Ana sepertinya lupa setelah keluar pintu gudang hingga seorang lelaki yang aku kenal masuk dengan mudahnya. Padahal aku belum selesai merapikan hijabku. Sontak aku teriak, menutup kepalaku dengan hijab yang masih belum benar dengan kedua tanganku. Laki-laki tadi terkaget, seperti tikus yang tertangkap basah mata kucing, namun berhasil mengambil bass yang berada di dekatku kemudian pergi.

Aku keluar dari gudang. Ternyata benar bahwa Ana sudah tidak ada di depan pintu. Aku menemukanya sedang mengobrol dengan kakak kelas. Aku menghampirinya dan dengan polosnya dia meminta maaf kalau dia lupa menjaga pintu saat bertemu dengan kakak kelas, sampai akhirnya dia berjalan ke lapangan sekolah berdua dengan kakak kelas.


Dia berani menyapaku di depan kelas, meminta maaf dan memberikan seulas senyuman

photo credit: polka

Setelah peristiwa memalukan itu terjadi, detak jantungku seperti selalu dibuat berdetak tak beraturan. Dia yang ternyata satu ekskul denganku, membuat aku jadi punya kesempatan lebih banyak untuk bisa bersamanya walau terkadang aku malu dipandangnya. Kita memang sudah satu organisasi di OSIS. Dia selalu menghabiskan jam istirahat di ruang OSIS dan aku di perpustakaan. Ruang OSIS ada di lantai dua dan ruang perpustakaan ada di lantai satu. Yah, kami berada di satu atap setiap jam istirahat pertama, namun tak pernah saling menyapa sampai saat bel masuk pelajaran yang ketiga telah berbunyi yang membuat semua siswa harus kembali ke kelas. Parahnya, kami tidak pernah satu kelas dan antara perempuan dan laki-laki terpisah kelasnya.

Saat hari itu tiba, ketika aku sedang duduk di depan pelataran kelas dengan teman-teman perempuan satu kelasku, dia datang sedirian tanpa seorang teman. Dengan tegapnya menghampiriku lalu menyapaku dengan salam, membuat teman-teman yang di dekatku gaduh dengan godaan mereka masing-masing. Aku kalang kabut, dan ada di perasaan senang dan malu sekali. Dia meminta maaf kepadaku karena dia tak tahu dengan keberadaanku di gudang waktu itu. Kemudian dia tersenyum seperti bermaksud menertawakanku dengan kejadian di gudang. Aku langsung kesal kalau Tuhan mengizinkanku waktu itu. Ingin sekali aku mencubit lengannya karena sudah berani menertawakanku.

Selanjutnya, aku semakin dekat dengannya. Sudah tak ada teman yang menganggap kedekatanku dengannya harus dijadikan momok pembicaraan. Semua temanku telah mengetahui kalau aku dekat dengannya, kecuali guruku, orangtuaku dan juga kakak-kakak kelasku. Hingga aku sendiri merasa percaya padanya, dia tidak akan mempunyai hati untuk perempuan yang lain.


Dia bilang itu khilaf. Dia kembali meminta maaf, namun bagiku ini rasa sakit yang amat.

photo credit: chatelaine

Aku dan dia akan menghadapi UAS sebagai syarat kenaikan kelas dua SMP. Saat itulah dibuka pendaftaran anggota Dewan Penggalang di SMP-ku. Dia telah mendaftarkan dirinya dan mengajakku untuk bergabung dengannya, kembali satu organisasi, namun aku menolaknya. Alasannya, karena aku bukan hanya berstatus sebagai siswa SMP, aku juga seorang santri di pondok pesantren yang dekat dengan sekolahku. Bagiku, ketika aku mengikuti kegiatan pramuka, maka akan semakin banyak kesibukan yang harus aku jalani, sedangkan di pesantren aku juga mempunyai tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Untungya, dia paham dengan penjelasanku saat itu.

Benar dugaanku, setelah momen kenaikan kelas tiba dan aku naik kelas dua SMP, aku telah disibukkan dengan serangkaian kegiatan di pesantren, hingga sedikit demi sedikit kebiasaanku untuk duduk di perpustakaan sekolah aku kurangi, setelah pulang sekolah pun aku jarang mengikuti rapat OSIS karena aku langsung pulang ke pesantren. Aku juga jarang membalas surat darinya, salah satu media yang membuat kami tetap dekat karena tidak boleh membawa HP di pesantren. Namun, aku tidak lupa dengannya. Aku masih sempat ngobrol dengannya ketika hari Rabu dan Sabtu, hari ketika aku piket kelas, hari ketika aku berangkat paling awal dan pulang paling akhir untuk membersihkan dan menyiapkan segala keperluan di kelas, seperti mengambil kapur, membersihkan papan tulis, menyapu ruang kelas, dan membersihkan jendela. Beruntungnya aku, dia masih mau mengerti.

Dia telah resmi menjadi pengurus Dewan Ambalan di sekolah, menjadi pengurus pramuka di tingkat kecamatan, dan masih aktif sebagai anggota musik drum band sekolah. Aku salut dengannya, dengan segala aktivitasnya, dia mampu membagi waktunya dengan cermat. Aku juga salut dengan prestasinya di kelas yang tidak ketinggalan jauh. Dia selalu masuk 5 besar di kelas. Sebuah prestasi yang sangat memuaskan. Dengan semua kemenangannya itu, membuatku semakin percaya padanya walau kini aku dan dia bagaikan korban long distance relationship.

Hingga suatu hari, aku medengar Ana bercerita dengan nada khawatir kepadaku. Dia menceritakan segala kelakuan lelaki dambaanku di pramuka. Dia diketahui sedang didekati seorang perempuan dan lalu dia tergoda. Perempuan yang ternyata juga pengurus pramuka di tingkat kecamatan itu berhasil memikatnya dengan cepat. Cerita dari Ana membuatku sendu dan tidak mengerti dengan maunya. Aku langsung memutuskan hubungan istimewaku dengannya, membiarkannya bahagia dengan pilihannya. Mungkin dia bosan dan sudah ingin mengakhiri. Bagiku ini cara tercerdasnya untuk mengakhiri hubungan. Rasa sakitku masih memar sampai sekarang.

BACA JUGA


Dear Mantan Terindah, Kamu Memberi Arti dalam Hidupku! Setidaknya Aku Belajar dan Tahu Kalau Aku Kuat, Walau Belum Bisa Move On dari Kamu

Dear Mantan Terindah, Kamu Memberi Arti dalam Hidupku! Setidaknya Aku Belajar dan Tahu Kalau Aku Kuat, Walau Belum Bisa Move On dari Kamu

Kalau mendengar kata mantan, rasanya sakit hati nggak? Kenangan dengan mantan pun menguak kembali. Setelah sekian lama, akhirnya, aku pun ...

Read more..

Semoga Sahabat Trivia tidak mengalami sakit berulang kali sepertiku. Luka seperti ini harus cepat dilupakan.


#WeeklyChallenge





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Aku Hapuskan Rasa Sayangku pada Cinta Pertamaku. LDR Membuat Dia Berani Melangkahi Kepercayaan yang Telah Aku Berikan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Annida Shf | @roshanaraannida

KEGAGALAN hanya terjadi bila kamu MENYERAH.

Silahkan login untuk memberi komentar