Bagaimana Jadinya Jika Internet dan Media Sosial Mengambil Alih Duniamu? Yakin Kamu Mau Begini Terus?

Bagaimana Jadinya Jika Internet dan Media Sosial Mengambil Alih Duniamu? Yakin Kamu Mau Begini Terus?

308
Meski sesungguhnya pengaruh media sosial begitu besar bagi kehidupan bermasyarakat di dunia maya saat ini, jangan sampai media sosial mengambil alih kehidupan nyatamu juga.

Aku generasi 90-an dan berkenalan dengan media sosial mungkin lebih lambat dari yang lainnya, sekitar tahun 2008 di mana Facebook mulai mencuri perhatian para remaja di eranya. Aku bahkan belum sempat menggunakan Friendster dan media sosial pendahuluya.

Media sosial yang satu itu (Facebook) begitu menarik bagiku saat itu, semua fitur yang ada seperti membuat status, membuat catatan, mengupload gambar, serta mengobrol melalui fitur chatnya membuat Facebook kunobatkan sebagai primadona baru.


Peran media sosial begitu besar di generasi muda. Dari menunjukkan eksistensi, pamer, maupun ketemu banyak orang.

photo credit: instagram

Facebook kujadikan buku diary versi modern, di mana aku bisa menuliskan apapun yang kuinginkan. Aku bisa berbagi gambar yang kusukai, apalagi orang yang berteman denganku bisa ikut mengomentari dan memberi like semua postingan yang kubuat. Semakin lama, media sosial ini menjadi tempat aku bisa pamer segalanya agar aku bisa menarik perhatian orang lain sebanyak-banyaknya.

Di ponselku sendiri kini, setidaknya ada 5 media sosial yang cukup aktif kugunakan. Meski memiliki keunggulan yang berbeda, tapi secara garis besar fitur yang disajikan sama saja, yaitu berbagi tulisan dan gambar. Kadang aku bisa membagian satu gambar yang sama ke ke-lima media sosial yang aku punya itu. Entahlah, rasanya sudah menjadi suatu kewajiban secara tak tertulis.


Kenal nggak kenal, kita pun jadi suka nggak tahu malu mau berbagi banyak hal di media sosial

photo credit: business2community

Dengan semakin banyak pilihan media sosial yang penggunanya juga sudah miliaran orang, kita jadi sudah tidak malu lagi membagikan sesuatu yang baik bahkan buruk sekalipun. Meski niat awalnya hanya ingin memberitahukan informasi pribadi maupun umum, tapi pasti ujung-ujungnya aku rasa tetap hanya untuk mencari perhatian saja.

Tapi ada kalimat seseorang yang selalu kuingat hingga sekarang, “Kepribadian seseorang bisa dilihat dari apa yang ia bagikan di media sosial.”

Ya, setidaknya aku masih bisa mengerem untuk tidak memposting informasi negatif karena aku juga tidak suka dikomentari negatif oleh orang-orang yang tak aku kenal.


Media sosial membuat kita suka lupa untuk interaksi langsung dengan orang sekitar. Kamu tergerak merubah hal ini?

photo credit: coupleconselingchicago

Meski sesungguhnya pengaruh media sosial begitu besar bagi kehidupan bermasyarakat di dunia maya saat ini, jangan sampai media sosial mengambil alih kehidupan nyatamu di dunia juga. Dan untuk bisa terlepas dari euforia media sosial, kita juga butuh waktu untuk membisukan semua media sosial yang kita miliki sesekali waktu. Untuk kembali menyapa tetangga kita atau mengobrol dengan teman lama melalui telepon. Berani coba?

BACA JUGA


Belajar Menghadapi Perang Komentar di Media Sosial dengan Hati yang Dingin. Berani Coba Cara Ini?

Belajar Menghadapi Perang Komentar di Media Sosial dengan Hati yang Dingin. Berani Coba Cara Ini?

Ada baiknya komentar pedas yang kamu terima harus kamu tanggapi dengan pedas juga. Ibaratnya api jangan dibalas dengan api

Read more..

Selamat bersenang-senang! Ini curhatan saya. Semoga kamu tetap bisa menyeimbangkan antara dunia maya dan dunia nyata ya, Sahabat Trivia!

#30DayWritingChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bagaimana Jadinya Jika Internet dan Media Sosial Mengambil Alih Duniamu? Yakin Kamu Mau Begini Terus?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hamdatun Nupus | @hamdatunnupus

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week