Bangunan Cantik di Aleppo dan Kota-Kota Lain di Suriah Ini Telah Hilang Akibat Perang

Masjid Agung Aleppo via independent.co.uk

Bangunan Cantik di Aleppo dan Kota-Kota Lain di Suriah Ini Telah Hilang Akibat Perang

2.2K
Aleppo (Arab: Halab) adalah kota tertua di dunia yang menyimpan banyak situs bersejarah. Bangunan-bangunan cantik itu kini telah hancur akibat perang.

Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah yang sudah ada sejak tahun 5000 SM. Ibu kota provinsi wilayah utara Suriah ini, berbatasan dengan Turki. Berbagai kepentingan yang ada di Suriah, baik ekonomi, politik, dan agama, telah menyebabkan pecahnya perang bersenjata yang dimulai pada tahun 2011.

Pada tahun 2012, Aleppo terbelah menjadi dua. Sebelah utara dikuasai oleh warga, sebelah selatan dikuasai oleh pemerintah, di bawah pimpinan Bashar al-Assad. Kawasan yang dikuasai oleh warga, diembargo oleh rezim dengan cara diputus aliran listrik dan airnya, blokade jalan, serta serangan militer yang dikerahkan dari udara maupun darat.

Enam tahun berlalu dan krisis kemanusiaan di Suriah masih berlangsung, bahkan semakin memburuk dengan adanya penghancuran Rumah Sakit al-Quds pada hari Jum’at, 29 April 2016 lalu. Tidak hanya itu, pihak-pihak yang berperang di Suriah menggunakan benteng-benteng kuno sebagai markas militernya. Suriah memang dipenuhi dengan situs warisan budaya yang berasal dari imperium-imperium besar Timur Tengah. Imbasnya, situs-situs ini rusak karena menjadi arena perang.


Inilah bangunan bersejarah di Aleppo dan kota-kota lain di Suriah yang hancur akibat perang.


1. Masjid Agung Aleppo

Photo credit: independent.co.uk

Masjid ini dibangun pada tahun 715-717 M pada masa pemerintahan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah. Arsitektur Masjid Agung Aleppo mengadaptasi Masjid Umayyah di Damaskus, sehingga seringkali orang tertukar menyebutnya. Masjid ini telah berkali-kali mengalami penghancuran dan kemudian dibangun kembali. Masjid Agung Aleppo tersohor dengan menaranya yang berbentuk segi empat dari dasar hingga puncak. Minaret setinggi 50 meter rancangan Hasan al-Mufarraj ini, merupakan bagian dari bangunan masjid pada masa Seljuk, terbukti dengan adanya enkripsi bertuliskan tahun 1090 dan nama-nama penguasanya.

Kini semua keindahan arsitektur gabungan seni hias Romawi, Gothik, dan Arab itu tidak dapat kita nikmati lagi. Sejak Juli 2013, masjid ini menjadi medan perang Suriah. Minaretnya runtuh pada 24 April 2013. Adapun tembok masjidnya kini dipenuhi dengan lubang-lubang bekas peluru.


2. Citadel Aleppo

Photo credit: independent.co.uk

Citadel Aleppo adalah sebuah benteng yang menjulang setinggi 30 m. Benteng yang terletak di bagian utara kota tua Aleppo ini mengelilingi sebuah istana di bukit, di pusat kota Aleppo. Benteng ini dibangun pada abad ke-13 dan pernah diduduki oleh beberapa penguasa seperti Yunani, Bizantium, Ayyubiyah, dan Mamluk. Benteng ini dikelilingi oleh parit sedalam 22 m dan lebar 30 m, sehingga menyusahkan akses masuk bagi penyelundup. Citadel Aleppo berkembang menjadi kota mewah multifungsi mulai dari istana, pemandian, masjid, kuil, tempat latihan pertahanan, serta lumbung. Benteng yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara ini, tidak lagi bisa menerima kunjungan karena telah hancur akhir tahun 2015 lalu.


3. Madina al Souq

Photo credit: independent.co.uk

Ini adalah pasar yang telah beroperasi di Timur Tengah sejak ribuan tahun lalu. Pasar ini merupakan salah satu tempat komersial di Jalur Sutra. Pasar ini menjual barang-barang seni dan cendera mata seperti ukiran, karpet, dan perhiasan. Kini pasar di jantung kota Aleppo tersebut tinggal puing-puing akibat kebakaran yang terjadi pada tahun 2012. 500 unit toko ludes terbakar akibat insiden tersebut. Lorong berkubah di pasar tersebut juga rusak parah.


4. Crac Des Chevaliers/ Qal’at Saladin

Before. Photo credit:Silvan Rehfeld/UNESCO via rt.co
Photo credit: goguide.bg

Crac des Chevaliers atau Krak des Chevaliers disebut sebagai Fortress of the Knights dalam bahasa Inggris dan Qal’at al-Hosn dalam bahasa Arab. Bangunan bersejarah peninggalan dari abad pertengahan ini, adalah sebuah benteng dan kastil yang letaknya 60 km dari kota Homs. Benteng yang dibangun pada tahun 1142-1271 M ini, merupakan benteng yang dibangun oleh tentara salib dan kontruksi, akhirnya diselesaikan oleh Dinasti Mamluk. Benteng ini ditaklukkan oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 1188 M yang kemudian ia selesaikan konstruksi akhir benteng ini dengan menambahkan bangunan masjid dan hammam (pemandian). Itulah mengapa benteng ini juga mendapat sebutan Qal’at Saladin. Benteng ini memiliki dua dinding tinggi dan 13 menara. Dinding luarnya lebih tinggi dari dinding dalam, di antara dinding terdapat parit dan lereng yang curam. Pada Maret 2014, angkatan udara Suriah menjatuhkan bom di atas benteng ini. Kini, keindahannya tidak lagi tampak dan menyisakan puing-puing yang berserakan.


5. Kota Kuno Palmyra

Photo credit: independent.co.uk

Terletak di tengah padang pasir di timur laut Damaskus, Palmyra adalah sebuah museum terbuka yang berupa kompleks imperium Yunani-Romawi. Situs ini berisi kuil dan monumen bersejarah seperti Kuil Bel, Kuil Baal Shamin, dan Arch of Triumph. Kuil Bel dan Kuil Baal Shamin yang berusia 2000 tahun sengaja diledakkan oleh tentara ISIS pada awal bulan Agustus 2015 karena dianggap berpotensi menghidupkan kembali agama pagan. Kuil Baal Shamin yang berupa bangunan blok-blok batu besar membentuk enam menara memang dibuat untuk dewa petir dan hujan. Adapun kuil Bel yang dibangun pada tahun 37 M dan memiliki ruang teater bergaya Romawi ini, merupakan bangunan keagamaan yang dipersembahkan untuk dewa Bel/Baal (Mesopotamia). Menyusul kemudian Arch of Triumph, adalah bangunan berbentuk lengkungan dengan tiang-tiang yang berjajar seperti gerbang. Sebelum adanya perang, situs Palmyra mendapat kunjungan 1500 turis asing per tahun. Kini, bangunan-bangunan tersebut hanya menyisakan puing-puing bekas peperangan.



6. Kota Kuno Bosra

(Before) Madrasa Abu al-Fida di Bosra. Photo credit: wikimapia.org
(After) Madrasa Abu al-Fida di Bosra. Photo credit: rt.com

Bosra (Bozrah, Bostra, Busra al-Syam) adalah kota lama yang letaknya 108 km dari Damaskus. Kota ini dahulunya adalah tempat tinggal bagi orang-orang Nabatea. Kota ini kemudian ditaklukkan oleh kerajaan Romawi. Pada awal abad ke-4, Bosra menjadi kota Kristiani yang kemudian takluk pada kekuasaan Muslim pada tahun 634/635 M. Dahulu, kota ini merupakan tempat singgah bagi para calon haji yang menuju Makkah/Madinah. Bangunan-bangunan di Bosra merupakan perpaduan bangunan Romawi, Bizantium, dan Islam. Bosra, terkenal dengan teater Romawinya yang lengkap dengan panggung seluas 45 m dan setinggi 8 m. Teater ini mampu menampung 15.000 orang. Terdapat puing-puing gereja di sekitarnya dan beberapa masjid. Masjid al-Omari yang dibangun tahun 720 adalah salah satunya. Bangunan-bangunan di Bosra mulai hancur pada akhir tahun 2015 saat berlangsung perang sipil di Suriah.


7. Kota Kuno Apamea

Penampakan satelit kota Apamea, Kiri: Juli 2011, Kanan: Nei 2014 (penuh lubang). Photo credit: heritageforpeace.org

Kota kuno di pinggir sungai Orontes ini letaknya 55 km dari kota Hama. Kota ini merupakan kota perdagangan pada masa Romawi. Bangunan penting di kawasan ini yaitu Panggung Teater Romawi yang mampu menampung 20.000 orang. Ada pula Colonnade (bangunan tiang) di Apamea, berderet sepanjang 2 km, menjadikannya sebagai bangunan Romawi terpanjang. Sejak awal pecah perang di Suriah pada tahun 2011, kawasan ini senantiasa tergerus oleh gempuran senjata.

BACA JUGA


Mau Traveling ke Luar Negeri Tapi Bingung Apa Aja yang Harus Dibawa? Ikuti Tips Berikut Agar Liburanmu Tetap Asyik!

Mau Traveling ke Luar Negeri Tapi Bingung Apa Aja yang Harus Dibawa? Ikuti Tips Berikut Agar Liburanmu Tetap Asyik!

Traveling ke luar negeri tentunya berbeda dengan di dalam negeri. Asing bahasanya, asing tempatnya, dan semuanya. Sehingga kamu membutuhkan ...

Read more..

Perang selalu menyisakan kepedihan. Bukan hanya pedih karena luka terkena peluru dan senjata fisik lainnya, melainkan juga pedih karena menyaksikan bangunan-bangunan bersejarah yang tak ternilai harganya hancur begitu saja. Kehilangan situs-situs bersejarah sama saja dengan menghapus sejarah di masa lalu.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bangunan Cantik di Aleppo dan Kota-Kota Lain di Suriah Ini Telah Hilang Akibat Perang". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week