Begini Rasanya Melalui Masa Remaja di Keluarga yang Berantakan. Perjuangan Manis yang Layak untuk Diceritakan

Shutterstock

Begini Rasanya Melalui Masa Remaja di Keluarga yang Berantakan. Perjuangan Manis yang Layak untuk Diceritakan

1.5K
Sahabat Trivia, mungkin bagi kamu, masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Kenangan akan masa remaja tentu masih terasa manis hingga sekarang. Namun, hal itu tidak berlaku bagi saya. Masa remaja saya penuh perjuangan. Begitu banyak kesakitan yang harus saya hadapi sejak remaja.

Sahabat Trivia, mungkin bagi kamu masa remaja adalah masa yang menyenangkan. Kenangan akan masa remaja tentu masih terasa manis hingga sekarang. Namun, hal itu tidak berlaku bagi saya. Masa remaja saya penuh perjuangan. Begitu banyak kesakitan yang harus saya hadapi sejak remaja. Tapi, bukan di situ poinnya. Meski penuh rasa sakit dan perjuangan, saya bangga bisa melalui itu semua. Bahkan, saya memiliki sebuah cerita yang layak untuk saya ceritakan pada Sahabat Trivia. Mungkin saya sedikit trauma dengan masa lalu. Kini, saya beranikan diri saya untuk berbagi sebuah pelajaran berharga kepada kamu.


Terlahir dari keluarga "berantakan"


Saya terlahir dari keluarga yang bisa dibilang kekurangan. Kekurangan dalam segala hal. Bukan hanya soal materi, namun juga soal kasih sayang. Ayah saya memiliki dua orang istri sejak saya kelas empat SD. Padahal, untuk menafkahi satu keluarga saja dia tidak mampu. Jadilah keluarga saya berantakan.

Saat beranjak remaja, umumnya anak-anak akan menunjukkan eksistensi dirinya dengan berbagai cara. Bahkan, ada yang melakukan berbagai kenakalan untuk mendapat perhatian. Berbeda halnya dengan saya. Saya tumbuh menjadi remaja yang kurang percaya diri karena malu dengan keadaan keluarga saya.


Nyaris putus sekolah

Saya masih ingat ketika ayah meminta saya berhenti sekolah karena dia tak sanggup membiayai. Saat itu saya masih duduk di kelas dua SMP. Pastinya saya sangat sedih karena ingin bersekolah hingga kuliah. Beruntungnya, ibu tidak mengizinkan saya berhenti sekolah. Dia yang hanya berjualan makanan kecil-kecilan bertekad untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai kuliah. Itulah yang memicu semangat saya.

Saya tambah giat belajar. Nilai-nilai saya selalu bagus dan saya selalu masuk tiga besar di kelas. Kebetulan kelasa saya merupakan kelas unggulan. Saya menolak untuk pasrah pada keadaan. Saya terus memupuk rasa percaya diri demi menggapai cita-cita.


Diberi jalan tetap sekolah selepas lulus SMP

Setelah lulus SMP, saya melanjutkan sekolah di SMK dengan mengambil jurusan akuntansi. Di masa ini saya menghadapi tantangan yang lebih berat karena bersekolah di sekolah unggulan. Saya harus lebih giat belajar untuk bisa bersaing dengan teman-teman yang lebih pintar.

Tidak hanya soal pelajaran yang menjadi tantangan saya, tapi juga soal asmara. Maklumlah, saya mulai suka dengan lawan jenis. Saya belum pernah berpacaran, tapi sudah memiliki koleksi beberapa laki-laki yang disuka. Sedihnya, saya selalu menahan semua perasaan saya karena minder. Saya malu dengan kondisi orang tua saya. Alhamdulillah, karena alasan itu saya tidak pacaran selama belajar di SMK.


Meski lelah, saya tetap berusaha dan bekerja keras

someecards

Saya lebih fokus pada prestasi belajar saya. Saya bahkan mengambil beberapa les sekaligus. Saya mengambil les akuntansi, komputer, dan bahasa Inggris. Saat itu usaha ibu sudah mulai maju jadi saya boleh mengambil les apa saja. Saya menjadi pribadi pekerja keras. Bahkan, waktu les yang seminggu penuh tidak pernah membuat saya kelelahan. Saya selalu berusaha menjadi yang terbaik. Masalah yang saya hadapi tak pernah memadamkan mimpi-mimpi saya. Saya menganggapnya sebagai tantangan yang harus ditaklukkan.

BACA JUGA


Jika Diberi Kesempatan untuk Kembali ke Masa Remaja, Inilah Hal-Hal yang Akan Saya Perbaiki

Jika Diberi Kesempatan untuk Kembali ke Masa Remaja, Inilah Hal-Hal yang Akan Saya Perbaiki

Setidaknya, tulislah pengalaman setiap hari di buku harian sebab banyak pengalaman berharga dan unik yang saya dapatkan saat remaja. Cerita ...

Read more..

Sahabat Trivia, masa remaja saya memang penuh dengan perjuangan. Terdengar pahit, namun berakhir manis. Semoga kisah saya bisa menjadi inspirasi untuk kamu.


#30DayWritingChallenge #BeginiRasanya





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini Rasanya Melalui Masa Remaja di Keluarga yang Berantakan. Perjuangan Manis yang Layak untuk Diceritakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ita Susanti | @itasusanti

I'm a mother of three daughters working as an English teacher of SMPN 4 Terbanggi Besar, Central Lampung. I'm an eternal learner coz life never stop teaching. Writing is one of my hobbies and I want to be a good writer.

Silahkan login untuk memberi komentar