Bercandaanmu tentang Ibu dan Anak Tiri Terkadang Menyakiti Perasaan Saya

edgecastcdn

Bercandaanmu tentang Ibu dan Anak Tiri Terkadang Menyakiti Perasaan Saya

2.5K
Apa salahnya jika orang tuamu menikah lagi dan menjadi ibu tiri dan kamu menjadi seorang anak tiri?

Menurut saya, ada yang salah dengan kita ketika menganggap hal-hal yang sensitif maupun kondisi tertentu pada seseorang sebagai bahan bercandaan. Seperti contoh ketika orang yang suka asyik dengan dirinya sendiri dibilang autis, mengatai orang yang berbuat salah sebagai orang yang cacat atau cacat mental, dan berbagai candaan lain yang begitu akrab di lingkungan kita yang saking terbiasa kita mendengarnya jadi sebuah pemakluman.

Bisa jadi saya orang yang kuno dan terlalu baper karena menanggapi sebuah bercandaan terlalu serius. Terlebih ketika saya mendengar sebuah bercandaan mengenai ibu atau anak tiri yang sering dilontarkan oleh orang-orang di sekeliling saya. Tidak ada yang salah memang, hanya saja keluarga saya berada dalam konteks yang mereka jadikan bahan bercandaan. Ibu saya menikah kembali yang mendorong saya secara langsung menjadi anak tiri dari suami keduanya. Kondisi ini mungkin yang membuat saya resah hingga sekarang saya menuliskan ini.


Saya kehilangan ayah ketika remaja

Ketika ayah saya tidak ada, saya baru berusia 18 tahun, adik kedua saya 16 tahun, dan adik bungsu saya 7 tahun. Tidak ada yang menebak umur seseorang sampai kematian 'singgah' di keluarga saya dengan membawa ayah pergi. Kepergian ayah menyisakan kepedihan tersendiri bagi kami, keluarga yang ditinggalkan. Kesedihan teramat panjang sempat saya rasakan selama beberapa tahun karena saya kehilangan sosok laki-laki yang menyayangi saya dengan caranya. Apalagi saya yang tidak sempat mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya pada beliau.

Kehilangan saat saya remaja menyisakan duka yang lama untuk sembuh. Saya sempat terpuruk dan menjadi orang lain sambil mencari seseorang yang bisa menggantikan posisi ayah. Berganti-ganti menetapkan hati sampai menemukan yang klik dan mengingatkan saya akan beliau. Hingga akhirnya saya tersadar kalau ayah tetap tidak akan pernah tergantikan dalam kenangan di ingatan.


Saya mengizinkan ibu menikah kembali setelah kepergian ayah

squarespace

Menginjak dua tahun kepergian ayah, tiba-tiba ibu saya bertanya pada anak-anaknya, "Bolehkah ibu menikah lagi?"

Kebetulan ada seorang laki-laki yang dekat dengannya dan serius mengajaknya untuk ke jenjang pernikahan. Laki-laki itu tidak main-main, saya melihat ketangguhan dalam manik matanya saat kami bertemu dan bertatap muka. Tentu saja terbersit rasa ragu hingga bimbang terbesit dalam diri.

Sebagai anak pertama dan seorang kakak, tentu saya membuat banyak pertimbangan. Apa yang terjadi jika ibu saya menikah lagi? Apa laki-laki yang saya panggil om, benar-benar akan menjadi ayah saya nantinya?

Ada keinginan untuk menolak permintaan ibu, tapi saya pikir saya tidak boleh egois dan memikirkan diri sendiri. Toh, sebenarnya ada banyak sisi baik kalau Ibu saya menikah lagi. Dia bisa melepaskan image-nya sebagai seorang janda, yang entah kenapa cenderung berkonotasi negatif. Lagipula Ibu masih sangat muda dan cantik. Alasan lainnya, saya bisa memiliki kepala keluarga kembali yang menggantikan ayah kandung saya, serta saya memiliki anggota keluarga baru yang merupakan anak-anak dari ayah tiri saya.

Ya, ibu boleh menikah lagi.

Atas dasar pertimbangan itulah, saya mengizinkan ibu menikah untuk kali kedua. Pernikahannya berlangsung sederhana, tidak dirayakan dengan pesta pora. Sekarang ibu jauh lebih terlihat bahagia dan saya senang melihat kondisinya seperti ini.


Saya sering merasa tersinggung dengan bercandaan ibu dan anak tiri

Berada dalam posisi seperti ini terus terang saja teramat sulit. Saya tidak bisa menjadi netral ketika ada jokes mengenai ibu tiri yang kejam atau anak tiri yang selalu terlalu tersakiti. Bahkan sampai sekarang, saya sulit memahami di mana korelasinya antara ibu tiri dengan kekejamannya. Apakah dari tayangan film atau media yang membuat pola pikir kita berubah?

Sekali waktu saya mendengar bercandaan, "Lo kejam amat kayak ibu tiri!"

Dan saya sudah tidak bisa berdiam diri. Saya tegur orang tersebut dan mengatakan bahwa posisi ibu saya adalah ibu tiri dan beliau sama sekali tidak kejam seperti penggambaran orang-orang. Ya, pada akhirnya dia meminta maaf. Namun, tetap saja apa yang saya lakukan tidak bisa mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging termasuk soal bercandaan.

Padahal, peran ibu tiri itu sulit. Dia harus membiasakan untuk dapat diterima oleh anak-anak 'sambungan' dari hubungan suaminya terdahulu. Perjuangannya untuk mendapat kasih sayang dan hak yang sama seperti ibu kandung anak-anak tersebut tidaklah mudah. Ya, mungkin tidak semua ibu tiri baik, tapi tidak semua ibu tiri pun kejam. Kita tidak bisa memukul rata tentang hal ini.

Percayalah tidak semua anak beruntung mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya sampai dia bisa melepaskan masa lajang maupun mandiri secara finansial. Saya dan mungkin teman-teman saya yang lain, yang kehilangan ibu atau ayah mereka dan salah satunya menikah lagi, tidak seberuntung kamu.

Jadi bisakah kamu berhenti untuk tidak menjadikan ibu-anak tiri sebagai bahan bercandaan lagi?

BACA JUGA


Seorang Ayah di Filipina Rela Membawa Anaknya Makan di Tempat Enak Tanpa Memesan Makanan untuk Dirinya Sendiri. Beginilah Gambaran Nyata Cinta Kasih Seorang Ayah pada Anaknya

Seorang Ayah di Filipina Rela Membawa Anaknya Makan di Tempat Enak Tanpa Memesan Makanan untuk Dirinya Sendiri. Beginilah Gambaran Nyata Cinta Kasih Seorang Ayah pada Anaknya

Kasih sayang orang tua tidak akan pernah ada habis dan ujungnya, salah satu buktinya adalah seorang ayah di Filipina bernama Tatay Ryan yang ...

Read more..

#WeeklyChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bercandaanmu tentang Ibu dan Anak Tiri Terkadang Menyakiti Perasaan Saya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bella Zoditama | @bellazoditama

Saya hidup dengan kata-kata yang tertuang lewat tulisan. Sesekali memotret, membaca, dan menonton untuk menyeimbangkan hidup.

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week