Berkaca dari Kartini. Ini Buktinya Bahwa Saya dan Kamu Juga Bisa Disebut Pahlawan Seperti Kartini

photo credit: baliplus

Berkaca dari Kartini. Ini Buktinya Bahwa Saya dan Kamu Juga Bisa Disebut Pahlawan Seperti Kartini

396
Dulu ketika SD, kebanyakan guru sejarah hanya menceritakan pahlawan saat sedang beraksi (in action), misalnya begini, “Anak-anak, kenapa Kartini bisa jadi pahlawan Indonesia? Karena dia berani menyatakan gagasan mengenai kondisi perempuan pribumi dan hak-hak yang harus didapatkan perempuan saat itu.”

Selama ini kita seringkali berangkat pada gagasan bahwa pahlawan adalah orang-orang yang berani mengorbankan nyawanya demi orang lain. Sedangkan kita hanyalah orang biasa yang terlalu takut merasakan sakit dan kematian. Akhirnya kita tidak cukup berani mencoba jadi pahlawan.

Dulu ketika SD, kebanyakan guru sejarah hanya menceritakan pahlawan saat sedang beraksi (in action), misalnya begini, “Anak-anak, kenapa Kartini bisa jadi pahlawan Indonesia? Karena dia berani menyatakan gagasan mengenai kondisi perempuan pribumi dan hak-hak yang harus didapatkan perempuan saat itu.”


Saya dan kamu pun bisa jadi Kartini

Seharusnya bukan itu yang dijadikan poin utamanya. Sebenarnya yang mesti diajarkan dan diceritakan adalah usaha-usaha kecil yang dilakukan pahlawan sampai bisa sehebat itu. Dengan mengetahui itu, kita sadar bahwa pahlawan juga manusia biasa, sama seperti kita.

Saya berani mengklaim diri saya adalah Kartini. Mengapa? Karena saya tahu, apa yang dulu Kartini lakukan juga saya lakukan saat ini.

Saya gila baca, Kartini lebih gila membaca dibanding saya. Semangat Kartini untuk membela hak-hak perempuan pribumi muncul setelah dia membaca buku-buku, koran, dan majalah Eropa. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang, De Locomotief, dan berlangganan majalahnya seperti majalah kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan majalah khusus perempuan De Hollandsche Lelie. Selain itu, dia juga membaca buku yang membahas masalah sosial seperti Max Havelar karya Multatuli, Roman-feminis, De Stille Kraacht, dan masih banyak lagi.

photo credit: jakpost

Selain itu, Kartini juga punya kebiasaan yang sama seperti saya, mencatat apa yang dia baca. Dibuktikan dari beberapa surat-suratnya. Dalam surat tersebut tampak bahwa Kartini membaca dengan penuh perhatian sambil mencatatnya dan mengutip ide yang ada dalam buku tersebut.

Saya suka menulis, Kartini juga sangat senang menulis. Dilihat dari kegiatan surat menyuratnya dengan korespodensi asal Belanda, salah satunya dengan Rosa Abendanon. Kemudian, dia juga pernah mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie (majalah wanita Belanda). Seperti apa yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Inilah yang dimanfaatkan Kartini, dia menulis dan ditulis sehingga namanya abadi.

Untuk keluar dari masalah, saya suka diskusi dan bercerita kepada teman dan Kartini juga seperti itu. Surat-surat yang dikirimkannya kepada Estelle Zeenhadelaar yang mengungkapkan penderitaannya perempuan Jawa yang dibatasi dan terkungkung adat, yaitu tidak bisa melanjutkan sekolah, dipingit, rela jadi istri kedua, dan menikah dengan laki-laki yang tidak dikenalnya. Namun, dengan dukungan yang diberikan oleh teman korespodensinya, Kartini bisa berpikir lebih luas dengan mendirikan sekolah bagi perempuan dan menanggalkan egonya untuk mengikuti budaya patriarki dan menikahi Adipati Rembang.

Ketika saya sadar bahwa apa yang saya lakukan juga dilakukan Kartini, saya tahu bahwa tidak harus mengorbankan nyawa untuk bisa jadi pahlawan. Menulis, membaca dan kegiatan yang dianggap sepele ternyata bisa mengantarkan kita menjadi sesuatu yang berharga.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berkaca dari Kartini. Ini Buktinya Bahwa Saya dan Kamu Juga Bisa Disebut Pahlawan Seperti Kartini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Arfyana Citra | @arfyanacitrarahayu

Seorang penulis yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week