Berlibur di Seoul, Korea Selatan, 4 Fakta Ini Cukup Membuat Saya Kaget. Ternyata Ada yang Membuat Kota Ini Nggak Seindah dalam Drama

photo credit: The Departments of Wandering

Berlibur di Seoul, Korea Selatan, 4 Fakta Ini Cukup Membuat Saya Kaget. Ternyata Ada yang Membuat Kota Ini Nggak Seindah dalam Drama

24K
Apa yang saya share lewat tulisan ini mungkin bisa jadi bekal persiapan kamu yang berencana liburan ke Seoul, Korea Selatan.

Sebagai penggemar musik K-Pop sejak tahun 2010, mengunjungi Korea Selatan sudah menjadi mimpi saya selama bertahun-tahun. Awalnya, keinginan tersebut muncul karena pikiran naif bahwa akan mudah untuk bertemu dengan idola saya jika saya pergi ke sana. Namun seiring dengan berjalannya waktu, alasan saya ingin mengunjungi negeri ginseng tersebut tidak terbatas pada harapan bertemu dengan oppa saja. Lewat internet dan berbagai media sosial, saya mulai mengetahui hal-hal menarik lain tentang Korea Selatan, terutama lifestyle ibukotanya, Seoul. Mulai dari kulinernya yang beragam, fashion anak mudanya yang jadi ‘kiblat’ saya dalam berpakaian, hingga jalanan, kafe, serta tempat-tempat lain dengan desain nggak biasa membuat saya semakin bertekad untuk mengunjungi kota ini.

Hingga pada bulan Agustus lalu, dengan berbekal rencana dadakan serta tabungan yang sudah saya kumpulkan sejak masa kuliah, saya berhasil merealisasikan mimpi saya dan menginjakkan kaki di kota Seoul. Bersama salah satu teman dekat saya, kami merencanakan perjalanan ini hanya sekitar satu bulan sebelum kepergian, yang sebenarnya terhitung sangat mendadak. Tapi beruntungnya, segala proses dan persiapan mulai dari mencari tiket hingga mengurus visa dilancarkan hingga hari keberangkatan kami.

Menginjakkan kedua kaki di kota impian saya masih terasa tidak nyata bahkan hingga saat ini. Seoul ternyata lebih indah dan menyenangkan dari yang saya bayangkan sebelumnya. Setiap daerah yang saya kunjungi memiliki ciri khasnya masing-masing dan selalu berhasil bikin saya terkagum-kagum, udaranya yang terbilang sejuk meskipun saat itu sedang musim panas, dan semua hal yang menjadi alasan saya ingin mengunjungi kota ini melebihi ekspektasi dan membuat saya nggak menyesal telah membuat keputusan dadakan suatu hari di bulan Juli itu.

Meskipun saya pengin bilang bahwa Seoul adalah kota yang sempurna mengingat betapa jatuh cintanya saya dengan kota tersebut, kenyataannya setiap tempat pasti punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Ada beberapa hal yang membuat saya cukup kaget selama 11 hari saya stay di Seoul, sesuatu yang sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh seorang turis saat berkunjung ke negeri orang.

Namun, tetap saja beberapa hal ini membuat saya dan teman saya terheran-heran. Lewat tulisan ini, saya akan mencoba untuk share apa saja hal-hal tersebut. Perlu diingat bahwa yang akan saya ceritakan ini adalah apa yang saya lihat dari perspektif saya dan tidak memiliki maksud untuk menjelek-jelekan budaya kota Seoul sama sekali.


Penduduk kota Seoul cenderung individualis dan kurang ramah

photo credit: koogle.tv

Hal pertama yang saya sadari dan cukup bikin saya kaget saat menginjakkan kaki di Seoul adalah penduduk lokalnya yang cenderung individualis dan tidak ramah. Sebenarnya, saya sudah pernah mengetahui hal ini sebelumnya dari internet dan juga cerita teman-teman saya yang pernah mengunjungi kota ini. Tapi saya pikir, saya nggak berhak memberi penilaian yang bukan berdasarkan pada pengalaman sendiri. Sampai akhirnya saya membuktikan bahwa pernyataan orang-orang tersebut benar adanya ketika saya berada di sana.

Orang-orang di Seoul umumnya individualis dan tidak memikirkan orang lain yang tidak mereka kenal. Ketika saya dan teman saya tiba di sana kewalahan menjinjing koper yang besar dan harus naik turun tangga di stasiun subway, tidak ada satu orang pun yang menawarkan diri untuk membantu. Jangankan membantu, beberapa orang bahkan tidak mau repot-repot memberikan jalan terlebih dulu pada kami. Mungkin pemandangan seperti ini merupakan sesuatu yang lumrah untuk mereka, namun tetap saja membuat saya dan teman saya kaget dibuatnya.

Selain individualis, kebanyakan penduduk kota Seoul juga kurang ramah. Contoh paling jelas adalah hampir di setiap minimarket yang saya datangi, penjaga kasirnya bersikap jutek dan nggak bersahabat, tidak seperti di Indonesia yang penjaganya hampir selalu mengucapkan sapaan dengan ramah dan hangat.

Di satu waktu bahkan ada seorang karyawan minimarket yang secara tiba-tiba datang dengan wajah dingin dan membersihkan meja dan lantai di antara saya dan teman saya saat kami sedang makan dan berbincang. Kejadian tersebut cukup bikin shock karena menurut kami, sikap karyawan tersebut bisa dibilang tidak sopan. Saya sadar saya nggak bisa menggeneralisasikan fakta ini karena pada kenyataannya, ada segelintir orang yang dengan ramah membantu saya dan teman saya mengalami kesulitan. Meskipun begitu, karena sudah terbiasa dengan penduduk Indonesia yang memiliki sikap berkebalikan, kenyataan ini membuat saya sempat merasa nggak nyaman di beberapa kesempatan.


Kebanyakan orang di sana nggak bisa dan paham berbahasa Inggris

photo credit: japantimes.co.jp

Kenyataan lain yang membuat saya cukup terkejut adalah sedikitnya penduduk lokal yang paham dan bisa berbahasa Inggris. Lagi-lagi, fakta ini sudah menjadi suatu hal yang tersebar luas di internet dan jadi rahasia umum. Namun, ketika dihadapkan langsung dengan keadaan tersebut, saya masih terheran-heran, terlebih pada orang-orang yang bekerja atau berjualan di airport atau daerah belanja yang senantiasa dipadati turis internasional seperti Myeongdong.

Untungnya, bertahun-tahun menjadi penggemar musik K-Pop serta drama dan acara televisi Korea Selatan membuat saya dan teman saya memahami hangul (abjad Korea) dan sejumlah kosa kata. Sedikit banyak kami bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ini, setidaknya untuk menanyakan hal-hal dasar seperti letak tempat, harga suatu barang, atau memesan makanan. Walaupun begitu, tetap saja beberapa kali kami mengalami salah paham karena terhalang bahasa.

Jika ada hal positif yang bisa saya ambil dari hal ini adalah fakta tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk mempelajari bahasa Korea secara serius. Maka di kali selanjutnya saya mengunjungi negara ini, saya nggak perlu mengeluhkan penduduknya yang kurang memahami bahasa Inggris.


Di daerah pusat berbelanja, banyak penjual yang memaksa untuk masuk ke toko mereka dengan memberikan sample produk

photo credit: businesskorea.co.kr

Saat berlibur ke Seoul, saya dan teman saya menginap di sebuat hostel di daerah Myeongdong. Myeongdong merupakan daerah yang dikenal sebagai surga belanja di kota Seoul, di mana sepanjang jalannya dipenuhi oleh toko-toko berbagai brand fashion dan make-up Korea Selatan hingga restoran dan pedagang kaki lima yang menjual makanan khas negara ini. Daerah ini merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Seoul.

Sayangnya, ada satu hal yang membuat saya kurang nyaman setiap kali mengelilingi jalanan Myeongdong, yaitu para karyawan toko yang ngotot mengajak orang mengunjungi toko mereka dengan memberikan sample produk gratis. Di hari pertama dan kedua sih saya nggak masalah dan senang-senang saja, tapi semakin lama dan semakin sering hal ini terjadi membut saya sangat jadi merasa nggak nyaman, terlebih kalau sudah ada karyawan laki-laki yang menawarkan sample produk sampai mengejar saya dan teman saya cukup jauh. Perilaku saya menanggapi hal seperti ini setiap harinya pun terus berubah. Dari yang awalnya mau-mau saja diajak masuk mengunjungi toko berubah jadi menolak secara halus, hingga akhirnya harus sedikit menggeretak karyawan yang sangat memaksa.


Nggak seperti di drama-drama, ternyata cowok ganteng dan cewek cantik malah jarang ditemui di Seoul

photo credit: TourmateKorea

Jika kamu berharap bisa bertemu banyak cowok atau cewek sebening oppa dan unnie yang biasa kamu lihat di drama-drama Korea atau idola K-Pop favorit kamu selama berada di Korea Selatan, sepertinya kamu harus mengubur jauh-jauh harapan itu deh. Mungkin memang saya saja yang kurang beruntung, tapi selama 11 hari saya berada di sana, jumlah cowok yang bikin mata saya dan teman saya berbinar-binar surprisingly bisa dihitung pakai jari tangan.

Memang sih ini bukan suatu hal negatif, tapi tetap saja kalau berkunjung ke kota Seoul, selain mengunjungi tempat-tempat wisata dan berbelanja, kamu pasti berharap bisa cuci mata, bukan?

BACA JUGA


Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun Berdasarkan Kepribadianmu. Harus Sudah Dipikirin dari Sekarang Nih!

Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun Berdasarkan Kepribadianmu. Harus Sudah Dipikirin dari Sekarang Nih!

Buat kamu yang introvert ada rekomendasi liburan yang asyik nih buat akhir tahun nanti

Read more..

Menjelang akhir tahun, pasti banyak dari kamu yang sudah merencanakan untuk berlibur. Bagi siapapun yang berniat untuk menghabiskan waktu liburan di Korea Selatan terutama kota Seoul, semoga saja apa yang saya share lewat tulisan ini bisa membantu kamu supaya nggak terlalu kaget dan bisa mempersiapkan diri ya.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berlibur di Seoul, Korea Selatan, 4 Fakta Ini Cukup Membuat Saya Kaget. Ternyata Ada yang Membuat Kota Ini Nggak Seindah dalam Drama". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tasha Pribadi | @tashapribadi

Silahkan login untuk memberi komentar