Buku Inspiratif yang Bisa Membuatmu Memandang Konflik Palestina dan Israel dengan Cara Lain. Yuk Sebarkan Virus Perdamaian!

Photo Credit : storyofjho

Buku Inspiratif yang Bisa Membuatmu Memandang Konflik Palestina dan Israel dengan Cara Lain. Yuk Sebarkan Virus Perdamaian!

275
Dari buku ini kamu akan tahu, sebetulnya banyak warga Palestina maupun Israel yang tidak setuju dengan konflik yang terjadi di dua negara bertetangga tersebut.

Beberapa hari ini berbagai media masa ramai memberitakan bentrokan yang terjadi di sekitar komplek Masjid Al Aqsa, Palestina. Bentrokan tersebut bermula saat warga Palestina melancarkan protes atas kebijakan pemasangan metal detector di pintu gerbang menuju salah satu masjid suci bagi umat Muslim tersebut. Pemerintah Israel berdalih, pemasangan tersebut sebagai bentuk perlindungan, mengingat beberapa hari sebelum pemasangan terjadi penusukan pada tentara Israel yang dilakukan oleh warga Arab-Israel di komplek Masjid Al Aqsa.

Konflik berkepanjangan di Israel-Palestina memang telah lama menjadi perhatian dunia. Bahkan tidak jarang, pihak-pihak tidak bertanggung jawab menggunakan konflik kemanusiaan ini untuk menyulut kebencian yang mengatasnamakan agama. Padahal, kalau Sahabat Trivia membaca buku-buku berikut, kamu akan tahu bahwa sebetulnya banyak warga Palestina maupun Israel yang tidak setuju dengan konflik yang terjadi di dua negara bertetangga tersebut. Simak yuk 3 buku yang akan membuka pemikiran kita mengenai pentingnya perdamaian ini!


1. The Seven Good Years – Etgar Keret

Selama dua puluh tahun aku berkelana keliling dunia, aku sudah mengoleksi beberapa pengalaman anti-Semit asli yang tidak bisa dijelaskan dengan kesalahpahaman. (hlm 36)

Etgar Keret mulai membuka cerita di buku ini dengan kelahiran anak pertamanya yang bernama Lev. Di memoar yang menceritakan pengalamannya selama tujuh tahun sejak kelahiran Lev ini, penulis Israel yang juga seorang dosen ini membawa pembaca meresapi berbagai pengalaman menariknya ketika diundang di berbagai acara di dunia. Sebagai penulis Israel beragama Yahudi, cibiran dan pandangan sinis sering ia dapatkan ketika berada di luar negeri. Ia juga pernah mengalami kecemasan mengenai nasib anaknya di masa depan, mengingat ia tinggal di daerah konflik. Tak jarang, ia juga kesulitan untuk mendapatkan visa keluar negeri dan merasa paranoid karena status kewargannegaraannya.

Lewat buku ini, penulis yang dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah di negaranya ini menceritakan kisah-kisah kesehariannya tersebut dengan sangat humanis, netral, dan seringkali disisipi humor cerdas. Hal ini membuat pembaca sadar bahwa tidak semua warga negara Israel setuju dengan kebijakan pemerintahnya dan mereka terus berharap untuk bisa hidup berdampingan dengan damai.

Photo Credit : storyofjho


2. I Shall Not Hate – Izzeldin Abuelaish

Apabila aku bisa tahu bahwa putri-putriku akan menjadi korban terakhir menuju perdamaian antara Palestina dan Israel, aku akan menerima kehilangan itu. (hlm 339)

Izzeldin Abuelaish adalah salah satu di antara sekian banyak warga Palestina yang mencari nafkah di Israel, yang menjadikannya berbeda adalah profesinya sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit di Israel. Maka tidak heran banyak pihak yang mencibir keputusannya yang membantu persalinan warga Israel yang dianggap telah menyengsarakan warga Palestina. Dokter ahli kandungan yang tinggal di Gaza ini tidak merasakan ketakutan dan ancaman sewaktu bekerja di Israel karena rekan-rekan kerjanya tidak pernah memandang remeh warga Palestina dan cenderung tidak setuju dengan penjajahan yang dilakukan negaranya.

Pada Januari 2009, dokter Izzeldin yang baru saja kehilangan istrinya yang meninggal karena kanker harus kembali terguncang setelah roket menghantam rumahnya, serta menewaskan tiga putri dan seorang keponakannya. Di luar dugaan, setelah peristiwa tragis tersebut, dokter Izzeldin sama sekali tidak membenci orang-orang Israel dan menganggap mereka sebagai biang keladi atas kesedihan yang dialaminya. Ia justru dengan tulus membantu orang-orang Israel maupun Palestina yang membutuhkan jasanya. Dokter yang kini tinggal di Kanada ini juga membawa pesan perdamaian ke seluruh dunia setiap kali diundang dalam konferensi dan mendirikan yayasan sosial untuk membantu perempuan-perempuan Palestina dalam hal pendidikan dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Photo Credit : tokopedia


3. Anak-anak Ibrahim – Imam Shamsi Ali dan Rabi Marc Schneier

Imam Shamsi Ali merupakan tokoh Muslim asal Indonesia yang semula percaya bahwa setiap Yahudi ingin menghancurkan umat Muslim dan mempercayai bahwa umat Muslim merupakan sebaik-baiknya umat. Sedangkan Rabi Marc Schneier merupakan pemuka Yahudi yang meneruskan tradisi keluarga sebagai rabi (pemuka agama) yang percaya bahwa Yahudi adalah umat terpilih dan semua muslim adalah anti-Semit. Namun, kedua pemuka agama di Amerika ini kemudian saling menyatukan pemikiran berdasar kitab suci masing-masing mengenai benang merah antar dua agama yang mengimami, bahwa Nabi Ibrahim adalah bapak dari nabi yang membawa pesan bagi kedua umat tersebut. Mereka lalu bersahabat dan saling memaafkan kesalahan dan luka masa lalu demi masa depan yang lebih baik. Di buku ini, kedua pemuka agama berupaya menyampaikan pesan perdamaian dengan mengupas secara detail persamaan ajaran kedua agama ini sebagai agama yang sama-sama mengesakan Tuhan dan membawa kedamaian bagi umat manusia.


BACA JUGA


Wah, menarik sekali 3 buku tentang perdamaian di atas ya, Sahabat Trivia! Kita memang perlu berpikir jernih dan tidak semerta-merta menyebarkan kebencian dan menyuarakan kekerasan dalam memandang konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina ini.

Mengutip perkataan dokter Izzeldin Abuelaish bahwa kebencian itu buta dan memunculkan pikiran-pikiran dan tindakan yang tidak rasional. Kebencian adalah penyakit kronis yang parah dan merusak (hlm 362).



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Buku Inspiratif yang Bisa Membuatmu Memandang Konflik Palestina dan Israel dengan Cara Lain. Yuk Sebarkan Virus Perdamaian!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week