Dear Younger and Temperamental Me, Surat untuk Diriku Sendiri Ketika Remaja tentang Rasa Kecewa dan Menyembuhkan Rasa

photo credit: thebridalbox

Dear Younger and Temperamental Me, Surat untuk Diriku Sendiri Ketika Remaja tentang Rasa Kecewa dan Menyembuhkan Rasa

347
Mungkin, nasihatku untukmu hanya satu: bertahan dan bersabarlah. Mungkin masa remajamu tidak seindah karakter utama dalam serial remaja ala Hollywood. Mungkin kamu akan lebih banyak merenung dan mempertanyakan arti hidup daripada bersenang-senang seperti mereka, seakan-akan tidak apa-apa.

Dear younger and temperamental me,

Awal dari masa remaja memang selalu membingungkan. Tadinya kamu masih anak-anak, sebelum semua perubahan itu terjadi. Nggak semuanya kamu siap hadapi.

Memang, nggak semua orang akan mau mengerti. Menjadi bayang-bayang kakakmu yang selalu dianggap lebih cantik, hanya karena dia lebih tinggi dan langsing, memang menyebalkan. Apalagi, kamu juga dianggap kalah pintar sama dia oleh guru-guru kalian di sekolah. Sakit hati? Itu pasti. Nggak heran bila setelahnya kamu enggan satu sekolah dengannya, meskipun bukan salahnya mereka bersikap begitu padamu.



Dear younger and temperamental me,

Aku tahu, mereka telah bersikap tidak adil padamu. Mereka membuatmu merasa bahwa seluruh dunia memusuhimu, membuatmu merasa nggak pernah cukup bagus untuk siapa pun. Bahkan, rasanya nyaris tidak ada yang mendukungmu atau membesarkan hatimu. Papa hanya menuntutmu agar selalu kuat dan jangan cengeng. Mama hanya bilang bahwa kamu harus mulai terbiasa karena dunia nyata sesungguhnya kejam. Kamu nggak akan bisa membuat semua orang senang, apa pun yang kamu lakukan. Pasti ada saja yang menganggapmu menyebalkan, meskipun kamu berusaha untuk tidak merugikan siapa-siapa.

Di satu sisi, kamu memang tumbuh menjadi sosok yang lebih mandiri. Kamu memutuskan untuk menyimpan semuanya sendiri. Bagimu, air mata adalah kelemahan, sama seperti anggapan papa. Kamu selalu murka dengan mereka yang menganggap semua perempuan memang lemah, lantas mati-matian membuktikan bahwa mereka salah.

Hingga kamu lelah...


photo credit: healthyplace

Dear younger and temperamental me,

Kenapa kamu harus mendengarkan mereka semua? Kenapa kamu harus membiarkan ucapan jahat mereka menjadi racun dalam hatimu dan membuatmu membenci seluruh dunia? Lihat, kamu lama-lama jadi tidak percaya cinta. Menurutmu, semua anak laki-laki dangkal dan egois, hanya karena mereka pun menganggapmu kalah cantik dengan kakakmu.

“Percuma suka karena semua cowok pasti juga akan menolak dan pergi juga!” begitulah ucapanmu pada diri sendiri berulang-ulang dulu. Kamu tahu kalau ucapan itu berubah menjadi doa? Semua laki-laki yang pernah kau suka selalu berakhir sama. Mereka entah menolakmu atau memilih yang lain. Selalu begitu.



Dear younger and temperamental me,

Bisa saja aku berpura-pura mesin waktu itu ada dan kembali ke masa kamu berada, lalu mengubah semuanya. Belajar untuk tidak terlalu memikirkan ucapan jelek orang tentang kita. Belajar lebih mempercayai kemampuan diri dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Percuma, karena setiap manusia pasti berbeda. Anak kembar identik pun nggak pernah benar-benar 100% sama.

Mungkin, nasihatku untukmu hanya satu: bertahan dan bersabarlah. Mungkin masa remajamu tidak seindah karakter utama dalam serial remaja ala Hollywood. Mungkin kamu akan lebih banyak merenung dan mempertanyakan arti hidup daripada bersenang-senang seperti mereka, seakan-akan tidak apa-apa.

Tapi, tunggulah saatnya. Kamu baru akan menemukan sahabat-sahabat sejatimu di usia dewasa. Mereka yang tidak peduli ukuran tubuhmu. Mereka yang akan lebih banyak membuatmu tersenyum, menangis, dan tertawa lagi. Mereka yang akan selalu mengingatkanmu bahwa kamu juga disayang.

Kamu juga akan belajar bahwa kamu masih bisa berteman dengan laki-laki yang menolak cintamu. Mereka bukan jodoh, itu saja. Dari mereka, kamu akan belajar bahwa laki-laki pun juga manusia yang bisa rapuh.

BACA JUGA


Kisah Tragis di Sekitar Kita Tak Selalu Berdampak Negatif. Justru dari Kisah-Kisah Tersebut Kadang Saya Bisa Mengambil Banyak Hikmah

Kisah Tragis di Sekitar Kita Tak Selalu Berdampak Negatif. Justru dari Kisah-Kisah Tersebut Kadang Saya Bisa Mengambil Banyak Hikmah

Sahabat Trivia, banyak teman saya yang pernah bilang kalau mereka suka bingung dengan saya. Saat yang lain lebih suka membaca cerita-cerita ...

Read more..

#30DayWritingChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dear Younger and Temperamental Me, Surat untuk Diriku Sendiri Ketika Remaja tentang Rasa Kecewa dan Menyembuhkan Rasa". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruby Astari | @rubyastari

Penulis "Reva's Tale" terbitan Ice Cube Publisher, pengajar Bahasa Inggris, penerjemah lepas, dan penulis lepas di beberapa media lain. Blog pribadinya: ruangbenakruby.com

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week