Europalia: Festival Ajang Unjuk Gigi Indonesia di Eropa. Intip Keseruan Tim Indonesia Selama di Acara Ini, Yuk!

Europalia: Festival Ajang Unjuk Gigi Indonesia di Eropa. Intip Keseruan Tim Indonesia Selama di Acara Ini, Yuk!

134
Festival dua-tahunan Europalia yang diselenggarakan Oktober 2017-Januari 2018 ini mengundang Indonesia sebagai guest country.

Sahabat Trivia, ada yang menarik nih dari tanah Eropa. Ada sebuah festival seni internasional yang diadakan oleh negara-negara Eropa yang justru mengundang negara lain untuk menampilkan kekayaan kebudayaannya. Festival tersebut bernama Europalia. Dibentuk di Brussel pada tahun 1969, Europalia konsisten mengundang berbagai negara dari dalam dan luar Eropa untuk menampilkan kekayaan budaya negara tersebut. Untuk festival Europalia yang ke-26 yang diadakan pada 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018 ini, Indonesia adalah yang terpilih untuk hadir dan memperkenalkan Indonesia yang multikultural kepada khalayak di Eropa. Nah, Sahabat Trivia pengin lebih dalam lagi mengenai Europalia, kan? Kita simak 5 faktanya, yuk!


1. Festival untuk menyajikan multikulturalisme dunia pada Eropa

photo credit: Kompas

Acara yang bernama lengkap Europalia Arts Festival Indonesia ini akan berlangsung selama 104 hari. Indonesia yang adalah negara tamu ke-19 ini akan tampil di puluhan kota di Belgia, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, dan Polandia. Indonesia sendiri adalah negara yang pertama di Asia Tenggara yang mendapat kesempatan untuk menjadi tamu kehormatan di Europalia, sekaligus yang ke-empat di Asia setelah Tiongkok, Jepang, dan India.


2. Promosi yang “all-out” dengan dukungan penuh pemerintah

photo credit: Liputan 6

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan budaya terbaik Indonesia ke pentas dunia, khususnya masyarakat Eropa. Karena itu, pemerintah, dalam hal ini dari Kemenpar, memaksimalkan promosi yang dilakukan. Menurut Arief, masalah utama ketidakberhasilan sebuah kegiatan adalah promosi yang kurang. Demi meningkatkan publikasi ajang Europalia, sejumlah dana telah digelontorkan untuk menampilkan iklan Europalia di stasiun televisi BBC, Bloomberg, dan media lain.

Di media digital, TripAdvisor, Google, YouTube, serta media sosial lain juga digaet pemerintah untuk mengiklankan acara ini. Tak kurang 16 bus di Perancis dan Black Cab di Inggris juga akan dihiasi oleh promosi luar ruang Europalia Indonesia ini. Kesuksesan acara ini, menurut Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, berasaskan tiga faktor sukses, yaitu sukses penyelenggaraan, promosi, dan peraihan keuntungan melalui trade, tourism, dan investment. Meski bersifat festival kesenian, festival ini membawa misi yang multidimensi untuk menghadirkan Indonesia ke hadapan publik yang lebih luas.


3. Rangkaian acara untuk memamerkan Indonesia

photo credit: Europalia

Ada 247 program yang dijadwalkan untuk digelar dengan 316 seniman yang akan menampilkan karya terbaik mereka sepanjang acara. Acara terdiri dari pameran dari berbagai bidang seni. Yang pertama adalah dari seni tari. Karya yang ditampilkan meliputi tarian tradisional, seperti Topeng Losari dan Saman Gayo Lues, tarian kontemporer seperti "Tomorrow, as Purposed" dan "Solo Intervention". Di bidang musik, dari seni msuik tradisional Indonesia diwaliki oleh Svara Samsara. Sementara dari segi kontemporer, DJ Bayu, Patrick Hartono, dan Duto Hardono ikut tampil. Dari bidang sastra, acara dipusatkan di Belgia dengan dialog yang digawangi oleh sastrawan, seperti Ayu Utami dan Alfred Birney. Tak ketinggalan karya-karya komik klasik seperti karya R.A. Kosasih atau karya kontemporer karya Sheila Roswita yang mengejutkan publik Belgia sebagai pusat industri komik dunia. Di penghujung Europalia pada bulan Januari ini, acara akan difokuskan pada film. Film-film yang ditampilkan akan menghadirkan tema yang beragam. Film-film dokumenter dan populer akan ikut diputarkan di ajang ini.


4. Tiga pameran utama warisan budaya

photo credit: Belga Image / Pieter De Crem

Ada tiga pameran utama dalam perhelatan Europalia Arts Festival Indonesia ini. Yang pertama adalah Ancestors & Rituals. Dalam pameran ini, ditampilkan koleksi Museum Nasional Indonesia yang menceritakan tentang hubungan orang Indonesia dengan leluhurnya serta penjelasan perkembangan kesenian dari masa ke masa di Indonesia. Pameran ini dilangsungkan di Bozar, pusat kesenian Belgia di Brussels. Nampaknya, hubungan erat orang Indonesia menginspirasi banyak orang Eropa yang mulai melupakan nenek moyangnya.

Pameran kedua adalah Archipelago: Kingdoms of The Sea yang sesuai namanya, memamerkan sejarah panjang budaya maritim Indonesia. Dalam pameran ini juga ditampilkan artefak bukti hubungan orang Indonesia dengan negara-negara jauh dan bagaimana kebudayaan negara-negara lain mempengaruhi kebudayaan Indonesia. Dalam pameran ini juga ditampilkan kapal Padekawang dari Sulawesi yang ditampilkan di Museum La Boverie, Liege, Belgia.

Pameran yang ketiga adalah Power and Other Things yang merupakan pameran seni rupa modern Indonesia. Dalam pameran ini, kalimat dalam proklamasi, yakni "tentang kekuasaan dan hal-hal lainnya” menjadi judul acara yang berlangsung di Bozar ini. Berbagai lukisan dan karya seni rupa lainnya sejak tahun 1835 dipamerkan dalam pameran ini. Tak hanya pameran, diskusi dan dialog budaya tentang berbagai isu seperti pedagangan, agama, kebudayaan, peran dan perdamaian, serta lingkungan juga dibahas dalam pameran ini.


5. Para seniman mendapat manfaat langsung

photo credit: Jompet Kuswidananto/Europalia

Secara umum, Hilmar Farid menyatakan bahwa manfaat dari Europalia ini berkaitan dengan memperkenalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam wujud kesenian di Eropa. Selain itu, Hilmar Farid menegaskan adanya perubahan pandangan publik Eropa tentang Indonesia sekaligus mengenal lebih dalam multikulturalisme Indonesia. Secara langsung, para seniman juga mendapatkan manfaatnya. Jompet Kuswidananto misalnya, yang mendapat permintaan untuk memperpanjang pameran instalasinya. Sementara itu, instalasi bambu Eko Prawoto juga mendapatkan tawaran bekerja sama dengan Verbeke Foundation, yayasan Seni asal Belgia yang mengutamakan keseimbangan ekologis. Tak ketinggalan, Fendry Ekel akan berkolaborasi dengan mantan gurunya dari Belanda di CC Strombeek, Belgia. Europalia juga membuka pintu bagi grup musik populer Indische Party dan Flower Girls yang dibentuk khusus untuk acara ini untuk melebarkan sayap mereka ke kancah yang lebih luas.

BACA JUGA


Deretan Penyair Muda yang Produktif dan Berprestasi Bersama Karya-Karyanya

Deretan Penyair Muda yang Produktif dan Berprestasi Bersama Karya-Karyanya

Muda, cerdas, dan cinta akan sastra, merekalah yang menggaungkan karya sastra hingga mendunia

Read more..

Wah, bangganya jadi orang Indonesia ya, Sahabat Trivia! Semoga dengan diadakannya Europalia Arts Festival Indonesia ini, semakin banyak publik dunia yang mengapresiasi kebudayaan Indonesia, serta semakin menjamurnya peminat seni di Indonesia sendiri ya, Sahabat Trivia!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Europalia: Festival Ajang Unjuk Gigi Indonesia di Eropa. Intip Keseruan Tim Indonesia Selama di Acara Ini, Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Natasha Adelina | @natashey

Silahkan login untuk memberi komentar