Fakta Menarik Pavel Durov, si Ganteng Pembuat Telegram Messanger yang Sempat Diboikot Kominfo Indonesia

Photo credit: Mashable

Fakta Menarik Pavel Durov, si Ganteng Pembuat Telegram Messanger yang Sempat Diboikot Kominfo Indonesia

1.4K
Telegram diblokir di Indonesia, Pavel Durov pun menjadi sasaran sebagai pemiliknya. Simak fakta menarik tentang dirinya ini yuk!

Tepat pada hari ini, Senin, 17 Juli 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) baru saja memberitahukan kalau Telegram massanger di Indonesia resmi diblokir. Alasan pemblokiran itu sendiri tidak terlepas dari isi konten yang ternyata disinyalir memiliki muatan radikalisme dan terorisme. Setidaknya hal itulah yang menjadi alasan Kemenkominfo akhirnya memutuskan untuk memblokir aplikasi chatting yang nyatanya lebih 'cepat dan lebih aman' ketimbang aplikasi chatting lainnya yang selama ini kamu gunakan. Tidak heran kalau para teroris memang lebih tertarik menggunakan Telegram yang katanya memang lebih aman dan menjamin data-data pribadi kita terjaga.

Kabar ini tentu saja membuat nama sang pemilik Telegram terus menerus disebut dan membuat kita penasaran siapa sebenarnya Pavel Durov, pemilik Telegram itu sediri. Berikut ini 7 fakta menarik tentang Pavel Durov yang wajib kamu ketahui.


1. Pavel Durov lahir di Rusia

Photo credit: Cyberghost VPN Blog

Pavel Durov lahir pada 10 Oktober 1984 di Rusia. Ia menghabiskan masa kecilnya di Rusia.


2. Sebelum adanya Telegram, Pavel Durov membuat Vkontakte (VK) tahun 2006

Photo credit: The Moscow Times

Sebelum akhirnya Pavel mampu membuat Telegram, ia terlebih dahulu membuat Vkontakte (VK), semacam aplikasi seperti Facebook.


3. Diasingkan dari negara kelahirannya sendiri, Rusia

Photo credit: Mashable

Karena alasan menolak permintaan pemerintah Rusia untuk menyerahkan data pengguna Vkontakte Ukraina pada 2014, akhirnya Pavel meninggalkan negara kelahirannya.


4. Pavel menganggap aplikasi pesan miliknyalah yang paling bagus

Photo credit: PC Tech Magazine

Pada tahun 2013, Telegram resmi dibuat olehnya dan saudaranya, Nikolai. Menurutnya, ia tidak peduli berapa banyak aplikasi pesan yang ada di dunia ini. Yang pasti semua aplikasi lain tidaklah bagus. Mungkin menurutnya hanya Telegramlah yang paling bagus untuk dijadikan aplikasi pesan yang aman.


5. Dirinya bahkan menganggap komunikasi yang aman lebih berharga dari apa pun

Photo credit: techstory

ISIS merupakan teroris yang sangat dikenal di seluruh dunia. Sejak mereka mengumumkan komunikasi yang mereka gunakan adalah Telegram. Telegram pun telah mempublikasikan kalau mereka memblokir 78 kanal terkait ISIS dalam 12 bahasa. Namun, komunikasi antar pribadi para teroris ini tidak akan berpengaruh terhadap apa pun. Mereka tetap bisa menggunakan Telegram sebagai alat komunikasi mereka. Bahkan Pavel juga mengatakan jika Telegram dihapus pun, teroris akan selalu menemukan alat komunikasi yang aman.


6. Selain kecerdasannya dalam mengelola Telegram, dirinya juga merupakan seorang traveller yang sangat mencintai fotografi

Photo credit: BuzzOrage

Selain kesibukannya mengelola Telegram, dirinya juga ternyata sangat suka melancong dan mengabadikan segala yang ia lihat saat travelling. Negara yang pernah dia kunjungi adalah Finlandia, Barcelona, San Francisco, New York, dan Roma.


7. Dia mengaku tidak menyesal sedikit pun karena telah meninggalkan negara kelahirannya

Photo credit: Trendspace

Kemungkinan untuk dirinya kembali ke negara asalnya mungkin saja, namun menurut pengakuannya, ia bahkan senang telah meninggalkan negara asalnya, Rusia. Hingga saat ini dia tidak berniatan untuk kembali dan menetap kembali di Rusia.

BACA JUGA


Alasan lain Telegram akhirnya diblokir di Indonesia adalah kemungkinan karena di Indonesia sendiri sedang sensitif terhadap isu terorisme. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, pemerintah pun memutuskan untuk memblokir Telegram. Gimana menurutmu, Sahabat Trivia?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Fakta Menarik Pavel Durov, si Ganteng Pembuat Telegram Messanger yang Sempat Diboikot Kominfo Indonesia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rezita Rani | @rezitarani

Silahkan login untuk memberi komentar