Fenomena Gadget Addict dan Manfaat Puasa Gadget Buatmu. Letakan Gadgetmu Sejenak dan Berintearksilah dengan yang Lain! Buat Hidupmu Lebih Bermakna!

photo credit: hindustantimes

Fenomena Gadget Addict dan Manfaat Puasa Gadget Buatmu. Letakan Gadgetmu Sejenak dan Berintearksilah dengan yang Lain! Buat Hidupmu Lebih Bermakna!

435
Cobalah log out media sosialmu, letakan gadgetmu sejenak, pergilah ke luar rumah, hirup udara segar, dan berinteraksilah dengan orang-orang sekitar. Saya berani jamin hidup kamu akan jauh lebih berkualitas

Lama tidak berkumpul bersama sekeluarga, akhirnya saya bersama kakak kandung dan kedua orang tua memutuskan untuk mengakhiri akhir pekan di salah satu mall ternama di Bekasi. Setelah menghabiskan waktu perjalanan 40 menit dari rumah, kami pun tiba di tempat tujuan. Tentu destinasi pertama adalah tempat makan. Restoran yang cukup unik menurut saya. Selain tempat makan ini menyajikan menu lokal dan internasional, dekorasi restoran ini layaknya seperti pasar tradisional (tapi tempat yang satu ini cukup bersih).

Menu andalan restoran ini tentu saja konro bakar dan siomay Bandung. Tapi, daya pikat konro bakar dan siomay Bandung yang sudah tersedia di atas meja tidak berhasil menarik perhatian kakak saya. Tundukan kepala kakak saya ini ternyata bukan tertuju pada makanan di atas meja, tetapi perhatiannya tersita pada sebuah alat komunikasi masa kini berupa smartphone kesayangannya. Dia sibuk sekali dengan gadgetnya. Harum rayuan maut konro bakar bahkan sama sekali tak digubrisnya.

photo credit: breezepeoplecouk

Tidak sampai di situ saja. Setelah keluar dari tempat makan tersebut, kepalanya selalu menunduk melihat smartphone (padahal ia sambil berjalan). Sangat disayangkan, padahal kami jarang sekali kumpul keluarga komplit,. Kami jarang pergi ke luar rumah berbarengan seperti ini. Tapi, waktunya tersita habis hanya untuk benda yang berdimensi kurang lebih 142 x 71 x 7,9 mm tersebut.

Tidak hanya kakak saya, tetapi saya liat di lantai dasar juga terdapat orang dengan tipe sejenis (read: gadget addict). Padahal di bawah sana terdapat mini konser dari beberapa musisi lokal. Lagu-lagu dari Justin Bieber yang dinyanyikannya menggema seantreo gedung. Namun, semangat musisi di atas panggung tak diikuti para penonton. Mereka (para penonton) yang duduk di bangku yang telah disediakan panitia agar dapat menikmati dentuman musik para musisi, malah kompak menunduk berjamaah (read: main handphone).


Tidak bisa disangkal bahwa handphone sekarang telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat

photo credit: hindustantimes

Bahkan tingkat kepentingannya berada satu tingkat d ibawah makan (pangan), pakaian (sandang), dan rumah (papan). Perlu diingat, kita adalah makhluk sosial. Kita butuh berinteraksi antar sesama makhluk hidup agar kebutuhan bersosial kita terjamin. Secara tidak langsung kita mengacuhkan keadaan sekitar (jika bermain gadget berlebihan). Banyak momen berharga yang hilang begitu saja karna ulah gadget. Semisal, kita berpapasan dengan kawan lama dan karena asyik sendiri dengan gadget, kesempatan untuk saling menyapa dan berinteraksi hilang begitu saja.


Hilangnya momen interaksi berharga karena teknologi

photo credit: datetechnician

Saya tanya, apakah kamu rindu melihat anak-anak bermain bola di lapangan sepak bola selama seharian? Apakah kamu rindu melihat mushola ramai dengan anak–anak untuk tadarus bersama setelah maghrib? Apakah kamu rindu melihat para orang tua menemani anak-anaknya bermain di taman pada saat senja? Apakah kamu rindu melihat para remaja berbondong-bondong ke perpustakaan untuk membaca buku tanpa mengkhawatirkan keberadaan sinyal Wi-Fi?

Selain hilangnya momen-momen di atas yang identik dengan tahun 90-an, ternyata handphone juga dapat mengurangi kemampuan bersosial kita. Tanpa kita sadari, karena gadget dapat menjawab hampir semua pertanyaan yang kita tanyakan melalu mesin Google, sehingga kita tidak membutuhkan lagi untuk menanyakan sesuatu ke orang lain. Padahal dengan kita berinteraksi secara langsung kepada orang lain, kita dapat mendengarkan sudut pandang yang berbeda sehingga pemikiran-pemikiran kita pun beragam.


Manusia dan gadget

photo credit: hindustantimes

Tahukah kamu, menurut sebuah penelitian dari Digital GFK Asia (2016), perempuan Indonesia setidaknya menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari saat mengutak-utik layar smartphone mereka? Sementara itu untuk laki-laki, selama 5,4 jam per hari. Kesimpulan yang bisa diambil adalah hampir ¼ hidup orang-orang Indonesia dihabiskan untuk “menunduk”.

Karena keseringan menunduk, para gadget addict akan merasa pegal di bagian leher dan punggung karena meningkatnya tekanan pada otot leher dan punggung. Lalu juga ada penyakit sejenis bernama “motion sickness digital”, yang biasanya berkisar dari sakit kepala hingga membuat pusing. The New York Times baru-baru ini menjulukinya sebagai “penyakit maya”. Ini adalah kondisi di mana smartphone membuat kamu merasa seperti sedang menaiki di roller coaster. Hal ini dapat terjadi jika kamu terlalu cepat menggulirkan (scrolling) halaman atau menonton video action di layar smartphone.

Akhir-akhir ini saya berusaha mengurangi intensitas memegang smartphone. Caranya? saya menyentuh smartphone hanya di 5 waktu dalam sehari. Setiap waktunya dibatasi 25 menit kecuali pagi hari, biasanya kurang lebih 45 menit karena untuk baca berita. Jadi saya memainkan smartphone saya pada pagi hari sesudah salat subuh (45 menit), sesudah sholat dzuhur (25 menit), sesudah salat ashar (25 menit), sesudah salat maghrib (25 menit), dan sebelum waktu tidur (25 menit). Tapi, metode ini tidak berlaku saat saya diwajibkan harus aktif memegang handphone seperti acara kepanitiaan. pekerjaan, atau ada janji penting dengan kerabat.

BACA JUGA


Cara Menemukan Handphonemu yang Hilang. Jangan Terlalu Panik Ya! Ikuti Cara Ampuh Berikut Ini!

Cara Menemukan Handphonemu yang Hilang. Jangan Terlalu Panik Ya! Ikuti Cara Ampuh Berikut Ini!

Kehilangan ponsel kesayangan entah itu karena dicuri atau kamu sendiri yang lalai? Kamu wajib simak cara menemukan kembali ponselmu berikut ...

Read more..

Dan yang terakhir, gadget diciptakan untuk membantu kita, bukan mengontrol kita. Cobalah log out dari media sosialmu, letakan gadget sejenak, pergilah ke luar rumah, hirup udara segar, dan berinteraksilah dengan orang-orang sekitar. Saya berani jamin hidupmu akan jauh lebih bermakna dan berkualitas.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Fenomena Gadget Addict dan Manfaat Puasa Gadget Buatmu. Letakan Gadgetmu Sejenak dan Berintearksilah dengan yang Lain! Buat Hidupmu Lebih Bermakna!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Isal Mawardi | @isalmawardi

Lulusan Institut Pertanian Bogor. Sedang belajar menulis artikel. Keep writing, keep rock in!

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week