Halloween dan Days of The Death Lebih dari Sekadar Pesta Kostum Seram! Haruskah Orang Indonesia Ikutan Merayakannya?

Halloween dan Days of The Death Lebih dari Sekadar Pesta Kostum Seram! Haruskah Orang Indonesia Ikutan Merayakannya?

244
Pesona dan kemeriahan Halloween memang telah menyihir banyak orang saat ini. Kostum unik dan pesta yang meriah telah lama menjadi daya tarik. Tapi, tidak banyak yang tahu sejarahnya yang jauh lebih seram dan kelam dari namanya.

Halloween atau yang disebut juga All Hallows’ Eve dirayakan setiap tanggal 31 Oktober dan biasanya kemudian dilanjutkan dengan perayaan Days of The Death yang berlangsung hingga tanggal 2 November. Namun, tahukah kamu bahwa kedua perayaan ini menyimpan asal-usul yang panjang, jauh sebelum perayaan itu terkenal di Indonesia?


Menurut para cendekiawan, Halloween berasal dari masa orang-orang Kelt kuno mendiami Inggris dan Irlandia

Pada bulan purnama tanggal 1 November, orang Kelt merayakan Festival Samhain, yang berarti ”Akhir Musim Panas”. Karena pada bulan itu hari-hari menjadi lebih singkat, mereka berupaya untuk memperpanjang hari dengan mengembalikan matahari melalui berbagai upacara dan ritual pengorbanan.

photo credit: globalimmersions

Konon, pada festival Samhain, tirai antara manusia dan dunia supernatural dibuka dan roh-roh, yang baik dan juga yang jahat, berkeliaran di bumi

Roh orang mati kembali ke rumah mereka dan para keluarga menyiapkan makanan dan minuman untuk roh-roh ini untuk menenangkan mereka dan mengusir kesialan. Sekarang ini, saat anak-anak yang berpakaian hantu atau tukang sihir pergi dari rumah ke rumah meminta permen dan kalau tidak diberi, mengancam akan melakukan kejahilan, mereka secara tidak sadar sedang mengabadikan ritual Samhain. Maka, mengenakan kostum Halloween sebenarnya adalah bagian dari upacara ritual.


Days of The Death atau perayaan El Día de los Muertos adalah dua hari perayaan yang berlangsung setelah perayaan Halloween

Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan dekorasi tengkorak manusia (calavera) sebagai simbol yang dihias dengan berbagi ornamen lukisan dan bunga. Simbol ini biasanya dibuat menjadi topeng, cokelat, hingga kue. Kue berbentuk tengkorak ini biasanya ditulisi nama penerima di bagian dahi dan selama perayaan, diberikan kepada anggota keluarga yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Orang- orang biasanya berkumpul dalam suatu parade dengan menggunakan berbagai model kostum tengkorak dan berdansa. Memang perayaan ini kurang populer di Indonesia, tapi banyak negara-negara barat dan Eropa merayakannya setiap tahun.

photo credit: metrouk2

Perayaan ini mulai dirayakan sekitar 3000 tahun yang lalu. Pada perayaan ini para keluarga biasanya berkumpul di kuburan untuk mendoakan para anggota keluarga yang sudah meninggal.

Pada tanggal 1 November mereka membuat perayaan untuk menenangkan arwah para anak-anak kecil (All Saints Day), sementara pada tanggal 2 November, perayaan dibuat untuk menenangkan arwah para orang dewasa (All Soul Days). Perayaan ini dibuat karena adanya kepercayaan bahwa sekali setahun arwah dari kelurga mereka yang sudah meninggal akan datang berkunjung.

BACA JUGA


Meski Halloween Telah Usai, Kamu Tetap Bisa ‘Bertemu Hantu’ Lewat Karya Terbaik 5 Penulis Ini. Pencinta Horor Wajib Baca!

Meski Halloween Telah Usai, Kamu Tetap Bisa ‘Bertemu Hantu’ Lewat Karya Terbaik 5 Penulis Ini. Pencinta Horor Wajib Baca!

Saat ini para penulis tersebut semakin lihai mengolah jalan cerita sehingga cerita horor tidak hanya berisi mengenai ketegangan ketika ...

Read more..

Sekarang ini, banyak orang merayakan Halloween atau Days of The Death hanya untuk bersenang-senang, bukan karena mereka percaya akan makhluk gaib. Yang lainnya lagi mungkin melihat perayaan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kreativitas. Ada juga yang menganggap perayaan ini tidak patut karena asal-usulnya. Bagaimana menurut kamu, cocokah apabila perayaan-perayaan ini dilakukan di Indonesia?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Halloween dan Days of The Death Lebih dari Sekadar Pesta Kostum Seram! Haruskah Orang Indonesia Ikutan Merayakannya?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yael Engineta | @yaelengineta

Silahkan login untuk memberi komentar