Hanya Pekerja Call Center yang Mengerti 7 Hal Berikut. Hal Tersebut Bisa Mengajarkanmu Ilmu Komunikasi Juga Loh!

Photo credit: Shutterstock

Hanya Pekerja Call Center yang Mengerti 7 Hal Berikut. Hal Tersebut Bisa Mengajarkanmu Ilmu Komunikasi Juga Loh!

153
Sesulit apa pun nama si pelanggan, biasanya operator telepon pasti akan tetap menyebutkannya, baik di awal, tengah, maupun akhir percakapan.

Alkisah bertahun-tahun yang lalu, dunia mulai mengenal sosok operator telepon di Boston Telephone Dispatch Company. Saat itu bukan suara lemah lembut perempuan yang menyapa pelanggan, melainkan suara laki-laki. Lantas bagaimana akhirnya pegawai operator telepon lebih identik dengan sosok perempuan? Ternyata itu semua berkat Emma M Nutt yang menjadi operator telepon perempuan pertama di dunia pada bulan September. Biasanya pada tanggal 1 September beberapa orang akan menelepon call center untuk mengucapkan terima kasih atau memberi dukungan pada operator telepon yang mengangkatnya sebagai tanda peringatan hari Emma M Nutt.

Pekerjaan sebagai operator telepon memang tidak sepopuler dokter, polisi, dan guru. Tetapi keberadaan mereka telah membantu banyak orang yang mengalami kesulitan terhadap berbagai masalah. Untuk kamu yang asing dengan dunia operator, berikut hal-hal yang sering mereka alami sehari-hari.


1. Mengeja nama paling sulit di dunia

Photo credit: smallbizclub

Dalam sebuah percakapan, menyebutkan nama orang yang diajak bicara mampu meningkatkan perhatian orang tersebut. Sebagai operator telepon, hampir dipastikan mereka akan menyebutkan nama pelanggan. Di antara nama-nama tersebut pasti ada satu-dua nama yang sangat susah dieja, misalnya Zizzy Zezsyazeoviennazabrizkie. Sesulit apapun nama si pelanggan, operator telepon pasti akan tetap menyebutkannya, baik di awal, tengah, maupun akhir percakapan.

Pelajarannya, mulai hari ini kamu akan gunakan trik percakapan ini, yaitu sesekali menyebutkan nama orang yang kamu ajak bicara sekalipun namanya sulit disebut.


2. Mendengarkan curhat orang lain yang panjang dan lebar sampai bosan

Photo credit: iStock

Beberapa orang terlahir dengan minat yang besar terhadap bicara. Mereka tidak tahan menyimpan perasaan dan mengungkapkannya dengan berapi-api, termasuk ketika sedang bercakap-cakap dengan operator. Pekerja di call center biasanya harus sedia stok ekstra telinga untuk mendengarkan keluhan pelanggan tipe ini.

Pelajarannya, mulai sekarang kamu berlatih menjadi pendengar yang baik, sebab terkadang pertolongan terbaik yang bisa kamu berikan pada orang lain adalah dengan mendengarkan keluh kesahnya tanpa menginterupsi.


3. Mengatur nada suara

Photo credit: LovePanky

Pekerja di call center, sadar betul betapa pentingnya nada suara. Tinggi - rendahnya suara, serta cepat lambatnya mereka bicara merupakan elemen penting dalam sebuah percakapan. Mereka bisa mengubah suasana hati seseorang secara halus dengan memperhatikan nada suaranya.

Pelajarannya, mulai sekarang kamu mulai mengatur kecepatanmu dalam bicara dan menggunakan suara lemah lembut ketika sedang merajuk.


4. Mengutamakan sikap yang tenang

Photo credit: Shutterstock

Sebagai operator, mereka terus-menerus berurusan dengan pelanggan yang datang bersama sejumlah masalah. Layaknya api yang tidak bisa dipadamkan dengan api, maka operator ini berlaku seperti air yang memadamkan kobaran api para pelanggan. Mereka bersikap tenang dan menenangkan.

Pelajarannya, mulai sekarang kamu akan bersikap tenang dalam bercakap-cakap dengan orang yang menggebu-gebu untuk menciptakan suasana yang seimbang.


5. Menahan batuk atau pilek saat bicara

Photo credit: GettyImages

Kondisi ini bisa jadi sangat menyiksa. Namun jika mereka bersikeras tetap mengeluarkan batuk, dahak, dan sejenisnya tentu akan menginterupasi pembicaraan orang lain. Alhasil, mereka pun dianggap tidak sopan. Banyak yang kemudian memilih untuk cuti sakit barang sehari dua hari.

Pelajarannya, saat batuk dan pilek kamu akan menghindari percakapan dengan siapa pun kecuali benar-benar diperlukan.


6. Terlalu banyak bersuara sampai tenggorokan terasa kering

Photo credit: VideoBlocks

Secara harfiah, operator telepon banyak mengeluarkan suara ketika menjawab atau memberikan pengertian dan pemahaman suatu hal kepada pelanggan. Usai dari satu pelangggan mereka akan beralih ke pelanggan lain, demikian seterusnya. Oleh karenanya meja kerja mereka biasanya terdapat segelas air dan banyak jajanan.

Pelajarannya, kamu tidak akan lagi meninggalkan air dan makanan ringan ketika melakukan sesi curhat bersama sahabat.


7. Merasa bahagia saat pelanggan mengatakan sesuatu yang baik

Photo credit: Shutterstock

Menjadi operator tidak melulu bikin kepala pusing. Dunia ini masih memiliki beberapa orang baik yang tidak sungkan untuk mengucap terima kasih pada si operator sampai mendoakan macam-macam ketika layanannya selesai. Hal ini membuat operator merasa senang karena keberadaannya membawa kebaikan bagi orang lain. Termasuk ketika ada segelintir orang yang merayakan hari Emma M Nutt, mereka tambah bersemangat dalam bekerja.

Pelajarannya, mulai sekarang kamu ingin lebih banyak membantu orang lain dengan menjadi teman bicaranya.

BACA JUGA


Pak Jokowi Sindir Anak IPB Karena Lebih Milih Kerja di Bank Ketimbang Jadi Petani. Inilah Fakta Menarik tentang Profesi Petani yang Belum Kamu Tahu

Pak Jokowi Sindir Anak IPB Karena Lebih Milih Kerja di Bank Ketimbang Jadi Petani. Inilah Fakta Menarik tentang Profesi Petani yang Belum Kamu Tahu

Karena petani adalah profesi yang menyokong ketahanan pangan dunia. Petani akan meyelamatkan kita dari ancaman kelaparan

Read more..

Itulah sedikit dari suka duka menjadi operator telepon atau pekerja di call center. Melalui mereka kamu juga bisa belajar untuk menjadi orang yang sabar dan pandai dalam berkomunikasi loh, Sahabat Trivia.


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hanya Pekerja Call Center yang Mengerti 7 Hal Berikut. Hal Tersebut Bisa Mengajarkanmu Ilmu Komunikasi Juga Loh!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Silahkan login untuk memberi komentar