Hobi Berkebun Membuat Saya Sering Mendapat 5 Julukan Ini. Apakah Kamu Pernah Mengalaminya Juga?

photo credit: shopeco

Hobi Berkebun Membuat Saya Sering Mendapat 5 Julukan Ini. Apakah Kamu Pernah Mengalaminya Juga?

1.3K
Salah satu yang paling sering dipertanyakan oleh teman-teman saya adalah hobi berkebun yang saya kerjakan. Untuk ukuran orang yang tinggal di perkotaan, saya sangat menyukai kegiatan bercocok tanam.

Bisa dikatakan saya salah seorang yang masuk ke dalam golongan old fashioned. Beberapa teman saya sering mempertanyakan kesukaan saya pada benda-benda bertemakan vintage, bahkan pada musik-musik lama. Saya juga memiliki kebiasaan yang dipandang kolot. Saya suka membaca koran di pagi hari, menyeduh kopi, dan membicarakan masalah politik. Berbeda sekali dengan teman-teman saya yang lebih senang menikmati milkshake sambil mendiskusikan tren riasan wajah.

I grow plants for many reasons; to please my soul, to challenge the elements or to challenge my patience, for novelty or for nostalgia, but mostly for the joy in seeing them grow -David Hobson

Salah satu yang paling sering dipertanyakan oleh teman-teman saya adalah hobi berkebun yang saya kerjakan. Untuk ukuran orang yang tinggal di perkotaan, saya sangat menyukai kegiatan bercocok tanam. Mulai dari tanaman sayur hingga buah-buahan pernah saya tanam. Bahkan, ketika saya tinggal di sebuah kamar kos tanpa halaman, saya tetap memiliki beberapa pot tanaman di luar kamar saya. Karena hobi saya ini, saya sering sekali mendapat berbagai komentar oleh teman-teman saya. Kalau kamu juga memiliki hobi yang sama dengan saya, pasti kamu juga pernah mendengar kata-kata berikut ini.


1. Calon istri banget

photo credit: pinterest

Saya sering sekali mendengar kalimat ini ketika saya sedang merawat tanaman saya. Awalnya saya tidak mengerti hubungan antara berkebun dengan predikat calon istri. Namun kelamaan, saya pikir, merawat tanaman membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Demikian juga dengan ‘merawat’ suami atau menjaga keharmonisan rumah tangga. Saya tidak bisa begitu saja meninggalkan sebuah tanaman jika bosan atau belum menunjukkan perkembangan seperti yang saya inginkan. Saya harus mampu memupuk hal-hal baik agar kisah cinta saya dan suami terus romantis.


2. Calon suamimu pasti bahagia nanti

photo credit: pinterest

Saya menyadari adanya kecenderungan anak muda zaman sekarang untuk menikah muda, tidak terkecuali teman-teman saya. Sering sekali teman saya mengaitkan berbagai hal dengan pernikahan meskipun hampir tidak berhubungan sama sekali. Seperti juga jika saya hobi berkebun, maka suami saya akan bahagia. Mungkin jika saya dan calon suami mengisi kencan kami dengan membuat pupuk kompos, dia akan merasa senang.

Calon suami juga akan lebih bersemangat untuk membangun sebuah instalasi hidroponik daripada menonton pertandingan olahraga di hari Minggu. Memang hal ini juga menjadi impian saya. Akan tetapi, jika calon suami saya tidak memiliki hobi yang sama, saya jamin dia akan merasa sedikit terganggu dengan bau pupuk di halaman dan keadaan tangan saya yang sering berlumur tanah.


3. Ya ampun, ini hobi orang tuaku banget

photo credit: pinterest

Hobi berkebun memang hampir selalu dikaitkan dengan kegiatan orang tua. Biasanya orang tua berkebun untuk mengusir kejenuhan. Apalagi pada zaman dahulu, kebanyakan orang tua memiliki rumah dengan halaman luas yang bisa ditanami berbagai pepohonan. Masih mending kalau dibilang hobi orang tua. Kadang ada juga teman yang mengatakan bahwa melihat saya bercocok tanam mengingatkan dia akan nenek atau kakeknya di desa. Saya sendiri tidak merasa tua hanya karena hobi yang dianggap tidak biasa ini.


4. Calon ibu yang baik


photo credit: growingajeweledrose

Saya setuju dengan perkataan yang satu ini karena untuk menumbuhkan sebuah tanaman dari benih hingga berbuah memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bagi para pecinta berkebun, tanaman hampir serupa dengan sosok anak. Setiap ‘anak’ memiliki kebutuhannya masing-masing. Ada yang butuh perlakuan khusus, ada yang bisa tumbuh begitu saja, dan cepat berbuah. Bahkan, terkadang kami mengajak tanaman berbincang-bincang tentang berbagai hal. Merawat tanaman hampir sama seperti merawat anak, sulit sekaligus menyenangkan.


5. Pasti hidupmu sehat

photo credit: pinterest

Sekali lagi, saya sangat setuju dengan julukan yang satu ini. Terlepas dari proses tanam yang organik ataupun tidak, dijamin orang yang memiliki hobi berkebun memiliki fisik yang sehat. Kami, para pekebun, terbiasa menghirup udara segar langsung dari kebun kami. Selain itu, menurut penelitian, warna hijau dan biru merupakan warna yang cocok bagi mata. Mata yang lelah memerlukan warna hijau dan biru untuk mengembalikan kesegaran mata. Para pekebun memiliki pasokan warna hijau yang melimpah di kebun mereka. Apalagi, kami tidak perlu repot untuk pergi ke pasar jika ingin memasak. Kami memiliki stok melimpah, dari mulai sayuran hingga bumbu dapur. Yang alami, tentu lebih sehat kan.

BACA JUGA


Kenyataan di Usia 20 Tahun yang Harus Kita Hadapi. Sahabat Trivia Pasti Merasakan Hal Ini

Kenyataan di Usia 20 Tahun yang Harus Kita Hadapi. Sahabat Trivia Pasti Merasakan Hal Ini

Memasuki usia 20 tahun, kamu pasti merasakan hal-hal berikut ini, Sahabat Trivia

Read more..

Hobi berkebun memiliki banyak sekali manfaat, selain untuk pekebun itu sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitar. Terlepas dari perkataan teman-teman saya terkait hobi saya tersebut, saya tetap sering membagikan hasil tanaman saya kepada mereka. Dengan demikian, kami dapat menikmati buah yang manis dan sayur yang segar bersama-sama. Mungkin kamu pun memiliki hobi yang dianggap aneh atau ketinggalan zaman oleh teman-temanmu. Coba bagikan di kolom komentar dan mari berdiskusi bagaimana kamu mengatasi komentar mereka.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hobi Berkebun Membuat Saya Sering Mendapat 5 Julukan Ini. Apakah Kamu Pernah Mengalaminya Juga?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Nabilah | @nabilahputri

nabilahbelerang.blogspot.com

Silahkan login untuk memberi komentar