Jerawat Parah Pernah Membuat Saya Minder, Namun Saya Mendapatkan 7 Pelajaran Berharga Ini

photo credit: Entrepreneur

Jerawat Parah Pernah Membuat Saya Minder, Namun Saya Mendapatkan 7 Pelajaran Berharga Ini

2K
Setiap orang, khususnya perempuan pasti mendambakan kulit mulus dan bebas jerawat. Namun, kebiasaan buruk serta banyak hal yang kita lakukan sehari-hari justru dapat memicu timbulnya jerawat.

Siapa sih yang suka melihat kulit penuh dengan jerawat? Rasanya tidak ada. Bintik-bintik sampai berbentuk benjolan yang bisa timbul di kulit dan membuat kita minder.

Ya, saya pernah mengalami jerawatan parah sampai breakout total. Wajah saya yang selama ini tidak pernah ada masalah serius, termasuk saat menggunakan berbagai macam skincare atau produk kosmetik dari berbagai merek, tahu-tahu dihiasi dengan jerawat-jerawat besar dan membengkak, khususnya area dahi dan bagian pipi.

Selama breakout, saya sempat merasa begitu minder dan menjadi orang yang begitu emosional. Saya tidak percaya diri saat selfie tanpa menggunakan aplikasi 'kamera cantik' atau filter tertentu. Saya malas bercermin karena saya tahu jerawat-jerawat itu masih timbul dan tidak lekas hilang. Berbagai macam skincare serta perawatan untuk mengatasi jerawat sudah saya lakukan. Tidak terhitung pula berapa banyak uang yang harus saya keluarkan untuk mengatasi jerawat yang terus bertengger dan tidak selesai-selesai ini. Namun, memang benar proses tidak pernah mengkhianati hasil, perlahan tapi pasti kondisi wajah saya sudah mulai membaik.

Ketika mengingat kembali masa-masa terburuk dalam sejarah kulit saya, setidaknya ada pelajaran yang bisa saya ambil. Karena biar bagaimanapun juga, selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi bukan? Termasuk pengalaman saya mengatasi jerawat.


1. Saya cari tahu perihal jerawat yang selama ini saya abaikan

photo credit: chidoma.ru

Selama ini saya termasuk cuek dengan penampilan. Namun, ketika breakout saya mulai mempelajari soal kondisi kulit, khususnya untuk kulit berjerawat. Ternyata banyak juga artikel yang memberitahukan penyebab jerawat serta bagaimana cara mengatasinya. Ternyata banyak faktor internal serta faktor eksternal yang memicu timbulnya jerawat.

Sebagai contoh, polusi, stres, makanan, dan minuman yang kita konsumsi, produk-produk kecantikan yang kita pakai, serta banyak hal lain yang terdengar sepele tapi ternyata juga turut berpengaruh. Saya mulai mengurangi makan-makanan dalam kemasan, makan gorengan atau junk food, tidak lupa untuk perbanyak minum air putih serta makan buah dan sayur. Oh, iya, memencet jerawat juga tidak boleh, ya.


2. Semua butuh proses. Termasuk dalam menangani jerawat

photo credit: newlaserimage.com

Kadang terbesit rasa iri melihat beauty blogger atau vlogger yang wajahnya baik-baik saja walaupun menggunakan banyak make up atau gonta-ganti skincare. Namun, saya mungkin tidak tahu bagaimana perjuangan mereka untuk merawat wajah agar tetap bebas dari jerawat. Dalam mengatasi breakout, saya mempelajari tentang skincare routine yang biasa dilakukan pada pagi dan malam hari.

Konsisten dalam mengatasi jerawat juga perlu, karena tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam mencari skincare yang tepat pun juga butuh waktu yang tidak singkat. Skincare yang cocok di kulit kita akan memperlihatkan hasilnya setelah dua minggu sampai tiga bulan pemakaian. Bila kondisi wajahnya tidak ada perubahan selama itu, sebaiknya kamu mengganti skincare lain atau cek kembali apakah tahap skincare routine yang kamu pakai sudah benar atau belum.


3. Produk yang mahal pun belum tentu cocok di kulit

photo credit: wellbeingart.com

Kondisi kulit masing-masing orang pasti berbeda-beda. Namun, umumnya kulit wajah terdiri dari tiga kondisi: kulit normal, kulit berminyak, dan kulit kering. Cari tahu kondisi kulitmu seperti apa sebelum membeli produk kecantikan yang akan dipakai. Syukurlah kondisi kulit saya tergolong normal tapi termasuk acne-prone. Jadi dalam memilih produk, saya mencari yang tidak menimbulkan jerawat dan tidak 'berat' saat memakainya.

Pada dasarnya, masalah kulit yang serupa belum tentu harus menggunakan skincare yang sama. Produk yang mahal pun tidak menjamin kulitmu bebas dari masalah. Kualitas produk pun juga tidak bisa dilihat dari harganya saja. Perbanyak mencari tahu serta nonton YouTube untuk referensi produk kecantikan bagi kulit berjerawat.


4. Belajar untuk lebih sabar menghadapi cibiran

photo credit: emaze.com

Tidak terhitung lagi banyaknya komentar serta orang-orang terhadap kondisi wajah saya. Mulai dari pertanyaan sederhana seperti, "Kok muka kamu jerawatan?", "Itu kamu malas cuci muka, ya, sampai jerawatan parah?" sampai "Mbak, cantik-cantik tapi jerawatan gitu" sudah pernah saya lewatkan.

Awalnya saya malas menanggapinya dan menganggap hanya sekadar angin lalu saja. Kalau lagi mood, saya akan menjawab kalau saya sempat salah memakai kosmetik. Kalau sedang malas, ya, saya memilih diam saja. Toh, mereka yang bertanya tidak benar-benar tahu bagaimana jungkir-baliknya saya menghadapi jerawat.

Saya belajar menjadi orang yang sabar dan sekarang saya mencoba untuk berbagi pengalaman saya ke teman-teman yang mengalami masalah serupa.


5. Mengalami masalah jerawat membuat saya lebih berhati-hati mengomentari fisik orang lain

photo credit: under30ceo.com/

Perisakan bukan hanya berbentuk kekerasan, tapi juga dalam bentuk komentar miring terhadap fisik ataupun penampilan. Hal ini yang saya dapatkan ketika jerawat parah waktu itu. Saya tahu dan menjadi paham bahwa setiap orang berjuang terhadap persoalannya masing-masing termasuk soal fisik dan penampilan. Sekarang ini saya menjadi lebih hati-hati ketika mengeluarkan kata-kata yang mungkin dapat menyinggung siapa pun yang mendengarnya.

Kadang, diam itu jauh lebih baik daripada mengeluarkan sepatah kata yang menyakiti. Kita tidak benar-benar tahu apakah kata-kata yang kita lontarkan terhadapnya malah membuat bertambah buruk dan membuatnya sakit hati.


6. Dukungan orang terdekat pun sangat berharga karena mereka mencintai apa-adanya

photo credit: msecnd.net

Saya sangat bersyukur karena dikelilingi orang-orang yang bisa menerima saya apa-adanya, termasuk ketika kondisi jerawat di wajah yang begitu serius. Mereka tidak melontarkan kata-kata yang kurang mengenakan dan menemani saya ketika dalam kondisi buruk sekalipun. Mereka pun menjadi tempat saya berkeluh-kesah ketika saya mendapatkan omongan yang kurang mengenakkan. Mungkin inilah yang membuat saya tidak patah semangat dan terus konsisten untuk mendapatkan kulit sehat.


7. Pada akhirnya, saya belajar mencintai diri sendiri

ohoto credit: tinybuddha.com

Tidak ada hal yang lebih penting dalam kehidupan daripada mencintai diri sendiri. Begitulah yang saya pelajari dalam proses ini. Setelah merasa begitu jelek di depan cermin selama berbulan-bulan, toh saya sadar bahwa saya harus menerima diri saya begini, dengan atau tanpa jerawat sekalipun. Cepat atau lambat, jerawat yang menghiasi wajah saya pun akan hilang jika saya melakukan perawatan dan tindakan yang tepat.

Sugesti positif sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan terhadap jerawat. Lagipula kalau saya terus merenungi nasib kulit saya, yang ada saya tidak akan pernah selesai untuk melakukan hal lainnya.

BACA JUGA


Tips Hadapi Jerawat Versi Bella Trone. Minder Karena Jerawat? Yuk, Simak Tips Ampuh Berikut!

Tips Hadapi Jerawat Versi Bella Trone. Minder Karena Jerawat? Yuk, Simak Tips Ampuh Berikut!

Punya wajah berjerawat ? It's normally guys! Usir rasa minder kamu seperti Bella Trone

Read more..

Buat teman-teman yang memiliki masalah yang sama, tetap semangat, ya! Semoga pengalaman saya dapat membantu untuk mengatasi jerawat yang dialami!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jerawat Parah Pernah Membuat Saya Minder, Namun Saya Mendapatkan 7 Pelajaran Berharga Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bella Zoditama | @bellazoditama

Saya hidup dengan kata-kata yang tertuang lewat tulisan. Sesekali memotret, membaca, dan menonton untuk menyeimbangkan hidup.

Silahkan login untuk memberi komentar