Kamu Pernah Menjadi Korban Bullying? Bersyukulah, Karena Banyak Pelajaran yang Akan Kamu Dapat

photo credit : Tumblr

Kamu Pernah Menjadi Korban Bullying? Bersyukulah, Karena Banyak Pelajaran yang Akan Kamu Dapat

726
Kepada kamu yang pernah menjadi korban bullying dan pernah berperan sebagai sosok yang tersakiti. Pada akhirnya sesuatu yang tidak menyenangkan hati, cukup dimaafkan dengan hati yang hati-hati.

Setiap manusia berhak untuk bahagia. Namun akan ada saja manusia lain yang tidak pernah memberi izin bagi kehidupan manusia lainnya untuk bisa hidup bahagia. Terdengar sadis ya? Tapi memang benar adanya. Sama seperti dalam sinetron, akan selalu ada peran-peran penting dalam setiap scene-nya. Baik itu peran sebagai sosok yang tersakiti, peran sebagai sosok yang berkuasa, peran sebagai pemarah, peran sebagai orang lugu atau pun peran sebagai sosok yang tegar seperti karang.

Kepada kamu yang pernah menjadi korban bullying dan pernah berperan sebagai sosok yang tersakiti, bagaimana kabar hatimu sekarang? Masih marahkah? Semoga tidak ya. Karena dengan kamu marah, masa lalumu tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik sesuai apa yang kamu mau. Kamu tahu kenapa? Karena jarum jam tidak akan pernah bisa berjalan mundur. Kamu cukup memaafkan. Tanpa kamu sadari, sebenarnya kamulah orang yang dipercaya Tuhan untuk melewati fase-fase itu. Terdapat banyak pelajaran yang dapat kamu ambil untuk kamu terapkan dalam hidupmu saat ini.


Mengajarkanmu untuk tidak sembarangan menyakiti hati orang lain

photo credit: wolipop

Pada awalnya, ketika kamu mengalami fase sulit itu, ada keinginan untuk memberontak namun kamu tidak bisa. Bahkan kalau bisa, kamu ingin bisa seperti mereka (pelaku bullying). Efek samping setelah terkena bully adalah kamu menjadi keras. Kamu berusaha untuk menjadi orang yang ditakuti. Bukan karena kamu jahat, melainkan itu adalah senjata perlindungan untuk dirimu sendiri agar tidak ada lagi yang mempermainkanmu. Tetapi itu tidak lama, seiring berjalannya waktu dan berputarnya roda kehidupan, kamu akan menyadari bahwa dihormati lebih baik daripada ditakuti. Dari situlah kamu akan mulai terbiasa untuk tidak menyakiti hati orang lain. Karena sebelum melakukan itu, kamu sudah hafal bagaimana sakitnya.


Mengajarkanmu lebih peduli pada sesama

photo credit: Coretan Penghuni Jalanan

Hampir tidak ada pelaku bullying yang benar-benar peduli pada korbannya. Sederhananya, jika mereka peduli, otomatis mereka akan berhenti mem-bully. Sebagai korban bullying kamu sudah hafal benar rasanya kesepian, terasing bahkan ketika kamu butuh bantuan tidak ada satu pun yang bisa membantu. Dari situ sisi melankolismu mulai tersentuh, entah dari mana muasalnya, kamu selalu tidak tega melihat orang yang kesepian, sendiri dan terasing. Namamu terpanggil untuk bisa menemani mereka. Pun ketika mereka butuh bantuan.


Mengajarkanmu melihat segala sesuatu dari sudut pandang lain

photo credit: perspektifofficial.com

Dahulu saat kamu kerap dibully, kamu merasa ingin sekali mereka bisa mengerti bagaimana rasa perih yang kamu rasa. Tetapi tidak, mereka tidak mengerti perasaanmu saat itu. Yang mereka tahu hanya rasa benci dan kesenangan untuk diri mereka sendiri. Pun sama, efek samping dari bullying kamu juga pernah seperti itu, tanpa sadar kamu juga pernah menghakimi orang lain secara sepihak. Tetapi, kamu juga sering merasa bersalah atas sikapmu sendiri. Karena itu, kamu berusaha untuk menghakimi tapi tidak menyakiti. Kamu berusaha menggali informasi dan mulai belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Dengan sendirinya, kamu akan terbiasa tukar posisi keadaanmu dengan keadaan orang lain.


Percayalah kamu adalah salah satu orang yang dipercaya oleh Tuhan untuk melewati ujian-Nya

phpto credit: yanisirius.blogspot.com

Ingat! Tuhan tidak akan memberikan ujian melewati batas kemampuanmu. Maka dari itu, jika ujian itu datang kepadamu, percaya dirilah, sebab Tuhan juga sedang percaya pada kemampuanmu. Banyak merasa yang bahwa hidup ini tidak adil. Mungkin memang seperti itu adanya dan kamu harus terbiasa untuk itu. Tetapi, kamu harus percaya nasihat lama ini.

" Apa yang ditanam, itulah yang dipetik "

Mungkin kamu tidak tahu, bisa jadi orang-orang yang pernah menyakiti hatimu kelak juga akan merasakan hal yang sama. Pun sama halnya denganmu, apa yang kamu lakukan hari ini, di esok nanti kamu akan mendapat balasannya.

BACA JUGA


Pernah Ingin Menyerah Sama Hidup? Saya Pernah! Tapi, Saat Hampir Mati, Saya Justru Ingin Tetap Hidup

Pernah Ingin Menyerah Sama Hidup? Saya Pernah! Tapi, Saat Hampir Mati, Saya Justru Ingin Tetap Hidup

Jika Sahabat Trivia pernah berpikir, kok semudah itu manusia menyerah? Apakah mereka tidak ingat dosa dan kuasa Tuhan? Mungkin kamu belum ...

Read more..

Kepada kamu yang dulu pernah tersakiti, maafkanlah orang-orang yang menyakiti. Maafkanlah dengan hati yang hati-hati. Jika belum siap, tunggulah sampai hatimu siap. Jika masih tidak siap, paksakanlah! Meski sesak yang diterima tidak pernah hati-hati.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kamu Pernah Menjadi Korban Bullying? Bersyukulah, Karena Banyak Pelajaran yang Akan Kamu Dapat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


rina deliyanti | @rinadeliyanti

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week