Ketakutan yang Pernah Membayangi Diriku, Kini Telah Berhasil Kutaklukan. Beginilah Caraku Menghadapinya

photo credit: businessandcafe

Ketakutan yang Pernah Membayangi Diriku, Kini Telah Berhasil Kutaklukan. Beginilah Caraku Menghadapinya

307
Namun bagi saya ketakutan terbesar justru tentang berhadapan dengan orang. Saya paling takut jika harus bertemu atau tampil di hadapan orang lain.

Sahabat Trivia pernah nggak sih memiliki ketakutan akan sesuatu? Bahkan ketakutan yang berlebihan? Tentu, ketakutan ini memang sangat wajar kita alami untuk beberapa hal. Karena setiap jiwa yang hidup pasti memiliki rasa takut. Hal itu sudah seperti bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Ketakutan adalah bentuk kecemasan yang timbul sebagai respon dari perasaan terancam atau tidak nyaman akan suatu hal. Sumber ketakutan itu bisa berupa benda, lingkungan, orang sekitar, atau hal-hal yang tercipta atas sugesti diri sendiri. Setiap orang memiliki tingkat ketakutan yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari respon emosi yang timbul saat kamu mengalaminya.

"Takut adalah jalan menuju kegelapan. Takut mendorong orang menjadi marah. Marah mendorong orang menjadi benci. Dan benci mendorong orang memasuki penderitaan." (Yoda: Star Wars)

Nah, dari kutipan film Star Wars tersebut memberikan saya gambaran, jika ketakutan adalah musuh utama yang hanya akan menggiring kamu pada kesengsaraan. Saya pribadi pernah mengalami rasa takut yang berlebih saat remaja. Kamu pernah punya pengalaman yang seperti ini juga nggak, Sahabat Trivia?


Ketakutan itu muncul pada saat saya masih remaja, saya takut berhadapan dengan orang banyak

photo credit: Favim

Orang bilang masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Sehingga jika mereka ditanya tentang apa yang paling mereka takutkan, dominan jawabannya adalah, takut diabaikan, dilupakan, ditinggalkan, dan tidak diakui. Kamu setuju nggak, Sahabat Trivia? Namun bagi saya ketakutan terbesar justru tentang berhadapan dengan orang. Saya paling takut jika harus bertemu atau tampil di hadapan orang lain. Walau hanya satu orang sekalipun. Bahkan saat ada sanak saudara yang datang ke rumah, saya akan langsung mengunci diri di kamar. Jika di sekolah, urusan maju ke depan kelas adalah momok yang sangat menakutkan. Karenya kadang saya mendapatkan nilai kecil.

Lambat laun saya mulai merasa ada yang aneh dengan sikap ini. Ada apa dengan saya? Mengapa saya harus takut? Apa yang salah? Apa yang kurang? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini mulai sering bergentayangan di pikiran.

Potensi saya menjadi sia-sia kalau saya terus-terusan merasa takut

Saya pun bertekad untuk segera membunuh rasa takut ini. Jujur, saya merasa segala potensi diri menjadi sia-sia karena rasa takut ini. Saya termasuk siswa berprestasi dan berbakat di bidang tertentu. Jika saya terus begini, hidup tidak akan menghasilkan apapun. Terkadang beberapa kesempatan lepas begitu saja hanya karena saya takut berbicara di depan umum. Ketakutan telah banyak menghasilkan keputusan bodoh atas setiap peluang yang menghampiri.

Saya pun memilih untuk melawan ketakutan itu, memberanikan diri untuk menampilkan potensi yang saya miliki di depan orang banyak

photo credit: businessandcafe

Akhirnya saya kuatkan niat dan mental untuk mengusir rasa takut itu. Mulailah saya beranikan diri tampil dan unjuk kebolehan atas berkah pengetahuan yang saya miliki. Dengan modal itu pula, saya coba-coba mengikuti berbagai kompetisi yang mengharuskan saya tampil di depan umum dan terlibat dengan orang banyak. Saya tantang diri ini untuk berani menaklukkan rasa takut di hadapan orang. Awalnya sulit. Namun terus saya mencobanya, hingga akhirnya saya merasa nyaman dan tidak lagi gugup berlebihan.

Apa yang saya takutkan ternyata tak seburuk kenyataannya, ketakutan itu berhasil saya taklukan

photo credit: maryandhercamera

Ternyata berbicara di depan umum tidaklah sulit dan semenakutkan yang saya pikirkan. Apalagi jika kita punya kelebihan dan kemampuan. Apa jadinya jika saya masih takut. Apa mungkin saya bisa menghadapi murid-murid, terutama yang mahasiswa? Tatapan bola-bola mata itu memang terpusat pada kita, namun mereka tidak akan menerkam. Mereka hanya berusaha fokus pada apa yang kita sampaikan. Hal inilah yang terus saya tanamkan dalam diri, sehingga bisa menyingkirkan rasa takut itu perlahan-lahan.

BACA JUGA


Ketakutan Terbesarku Saat di Masa Remaja. Dari 3 Ketakutan Inilah Akhirnya Aku Banyak Belajar

Ketakutan Terbesarku Saat di Masa Remaja. Dari 3 Ketakutan Inilah Akhirnya Aku Banyak Belajar

Sebagai seorang remaja, gejolak rasa ingin tahu pun semakin besar. Namun, dibalik itu semua juga tersimpan rasa ketakutan dalam berbagai hal ...

Read more..
"Musuh paling utama di dunia adalah ketakutan dan kebimbangan. Teman paling setia hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh." (Benjamin Franklin)

#30DaysWritingChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ketakutan yang Pernah Membayangi Diriku, Kini Telah Berhasil Kutaklukan. Beginilah Caraku Menghadapinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rika Altair | @rikawidiastutialtair

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week