Kisah Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang yang Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura

Photo credit: TODAYonline

Kisah Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang yang Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura

607
Jika ingin meraup kesuksesan, ternyata tidak bisa hanya bermodalkan doa saja, namun usaha yang keras dan sungguh-sungguh juga menjadi salah satu alasannya. Seperti kisah presiden Singapura sekarang ini, Halimah Yacob.

Tidak ada yang menyangka bahwa sejak kecil Halimah Yacob justru hidup dengan pas-pasan. Bahkan mungkin hampir kesulitan dalam melakukan apa saja. Lahir pada 23 Agustus 1954, Halimah Yacob sejak berusia 8 tahun sudah ditinggal oleh sang ayah tercinta. Ia bahkan tinggal di sebuah rumah susun yang hanya memiliki 1 kamar bersama saudara-saudaranya. Beberapa tahun silam, ia bahkan harus berjualan nasi padang dengan menggunakan gerobak seadaanya untuk menghidupi kelima anaknya. Dengan tekat yang kuat dan usaha yang gigih, ia pun berhasil melewati masa sulit tersebut dan berhasil pula diterima di Fakultas Hukum Universitas Singapura yang kini sudah berganti nama menjadi National University of Singapore. Dengan kecerdasan yang ia miliki, ia pun dianugerahi beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore.

Nah, kini ia pun mendapatkan anugerah teristimewa kembali, yaitu menjadi presiden ke-8 Singapura. Kamu yang penasaran dengan profil dari Halimah Yacob yang kini menjabat sebagai Presiden Singapura, kepoin fakta-faktanya berikut ini yuk!


Masa kecilnya jauh dari kata mewah

Photo credit: TODAYonline

Kenyataan mengatakan kalau masa kecil Halimah ternyata jauh dari kata kemewahan. Dirinya bahkan harus membantu orang tuanya untuk berdagang nasi Padang. Ia juga kehilangan ayahnya saat usianya masih 8 tahun. Halimah dan saudara-saudaranya pun tinggal dalam rumah susun hanya memiliki 1 kamar tidur.


Halimah dikenal sebagai anak yang berprestasi

Photo credit: Kabar Makassar

Meski masa muda yang harus dilewati oleh Halimah tidaklah mudah, namun secara luar biasa dirinya berhasil diterima oleh sekolah bergengsi saat tingkat SMP dan SMA. Padahal untuk masuk ke dalam sekola bergengsi tersebut tidaklah gampang, terlebih dirinya adalah segelintir suku Melayu yang berhasil masuk SMP Chinese Girls’ Schooldia yang mayoritasnya adalah diisi oleh pelajar wanita beretnis China. Saat SMA, Halimah juga diterima di salah satu sekolah bergengsi, Tanjong Katong Girls’ School. Namun, ia pernah hampir di keluarkan oleh sekolah karena sering membolos. Alasan ia membolos sendiri bukan karena bermain atau tidak ingin belajar, melainkan ia rela membolos demi membantu ibunya berjualan saat itu. Hampir di keluarkan dari sekolah merupakan momen yang sangat memilukan bagi Halimah, namun dirinya membuktikan bahwa ia layak dipertahankan. Masa sulit itu terus berlalu hingga pada puncaknya ia kembali membuktikan bahwa meski dengan segala kekurangan dalam segi ekonomi, ia berhasil diterima di Fakultas Hukum Universitas Singapura yang kini sudah berganti nama menjadi National University of Singapore. Dengan kecerdasan yang ia miliki, ia pun dianugerahi beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore.


Memulai kariernya di divisi hukum NTUC (National Trades Union Congress)

Photo credit: The New Paper

Halimah Yacob memulai kariernya di NTUC, organisasi perburuhan Singapura. Dalam NTUC, ia bergabung di divisi hukum NTUC memperjuangkan hak-hak pekerja. Di sanalah Halimah mulai merintis kariernya hingga akhirnya ia dipilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal, posisi kedua terkuat di NTUC. Di kalangan buruh, nama Halimah memang tidak asing didengar. Hal itu kerena hampir 30 tahun dirinya membela hak-hak para buruh. Pada tahun 2001, ia diminta oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong untuk terjun ke dunia politik. Dengan kemampuannya, ia berhasil terpilih sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu di konstituensi Jurong. Kemudian karier barunya berjalan dengan baik. Ia ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian.


Terpilih sebagai presiden perempuan Singapura pertama

Photo credit: Poskota news

Lagi-lagi Halimah mengukir sejarah panjang dunia politik Singapura karena ia terpilih menjadi ketua DPR wanita pertama pada tahun 2013. Ternyata tidak cukup sampai di sana, Halimah terus mengukir sejarah untuk menjadi seorang perempuan yang paling berpengaruh di Singapura karena dirinya kini bahkan terpilih sebagai presiden perempuan pertama di Singapura.


Sosok yang santun dan sederhana

Photo credit: Tribunstyle

Kisah masa kecilnya ternyata mengajarkan Halimah banyak hal tentang dunia. Kehidupannya yang pernuh perjuangan hingga kini ia menggapai kesuksesan ternyata tidak serta merta membuatnya sombong. Justru sejak dulu dirinya dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana dalam kesehariannya. Bahkan, saat dirinya kini terpilih sebagai presiden Singapura, kabarnya ia ingin tetap tinggal di rumah susun.

BACA JUGA


Pesan Barrack Obama di Kongres Diaspora Indonesia. Mantan Presiden Amerika Serikat Ini Kasih Pesan-Pesan Inspiratif Berikut Kepada Generasi Muda Indonesia

Pesan Barrack Obama di Kongres Diaspora Indonesia. Mantan Presiden Amerika Serikat Ini Kasih Pesan-Pesan Inspiratif Berikut Kepada Generasi Muda Indonesia

Beberapa hari yang lalu, di Indonesia sedang berlangsung Kongres Diaspora Indonesia, tepatnya di Jakarta dengan Barrack Obama sebagai ...

Read more..

Kisah ini sungguh menginspirasi wanita-wanita di Singapura dan tentu saja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perjuangan yang dilakukan Halimah tidaklah mudah, bahkan sering kali harus melewati masa tersulit yang belum tentu bisa kita lalui. Namun, kegigihannya ia berhasil menjadi sosok yang paling berpengaruh di Singapura kini.


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kisah Halimah Yacob, Penjual Nasi Padang yang Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rezita Rani | @rezitarani

Silahkan login untuk memberi komentar