Kutu Laut dan Makhluk Laut Lainnya yang Perlu Kamu Waspadai Saat Berlibur Ke Tempat Wisata Bahari

Photo credit: The Age

Kutu Laut dan Makhluk Laut Lainnya yang Perlu Kamu Waspadai Saat Berlibur Ke Tempat Wisata Bahari

2.1K
Jarrod memasang jaring dengan umpan daging mentah. Akhirnya ia mendapati ada banyak hewan kecil berukuran 1-2 cm mengerubungi daging tersebut.

Sam Kanizay, pemuda di Melbourne, Australia kabarnya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat gigitan kutu laut. Kejadian bermula saat Sam mencuci kakinya yang penuh pasir di air laut setelah bermain bola. Tak lama kemudian kakinya mendadak berdarah-darah dan ia pun dibawa ke rumah sakit. Namun, pihak rumah sakit mengaku kebingungan apa penyebabnya. Jarrod Kanizay, sang ayah pun penasaran dan kembali ke pantai untuk mencari tahu makhluk apa yang menimbulkan luka di kaki anaknya tersebut. Jarrod memasang jaring dengan umpan daging mentah. Akhirnya ia mendapati ada banyak hewan kecil berukuran 1-2 cm mengerubungi daging tersebut. Menurut seorang profesor di sana, Michael Keough, makhluk kecil tersebut kemungkinan adalah kutu laut.


Photo credit: The Age

Mengutip National Geographic, nama kutu laut secara luas digunakan untuk menggambarkan krustasea—kelompok binatang air berkulit keras dan beruas-ruas—parasit kecil yang memakan kulit dan darah atau larva ubur-ubur. Krustasea lebih sering ditemukan menempel pada ikan. Lebih lanjut, seorang pakar biologi kelautan, Genefor Walker-Smith, menyebut si 'kutu laut' ini sebagai amphipoda. Mereka biasanya memakan bangkai ikan, sehingga diduga Sam Kanizay saat itu berada di dekat ikan mangsa mereka.

Photo credit: ABC Online

Setelah mengetahui tentang kutu laut dan amphipoda, kini kamu juga perlu waspada dengan hewan-hewan laut yang berbahaya ini, Sahabat Trivia, supaya acara santai berliburmu di pantai maupun di kedalaman laut tidak berakhir nahas. Untuk hiu dan keluarganya serta ikan piranha, kita semua sudah tahu betapa bahayanya mereka. Jadi kita skip mereka, dan cek hewan-hewan berikut ini.


1. Ubur-ubur kotak (chironex/box jellyfish)

Photo credit: National Geographic/David Doubilet

Ubur-ubur kotak yang tinggal di perairan dangkal pinggir pantai Utara Australia dan Indo-Pasifik ini memang tidak memiliki gigitan berbisa maupun deretan gigi tajam, bahkan tak jelas di mana letak mulutnya berada. Namun, binatang laut yang juga dikenal sebagai tawon laut ini memiliki racun mematikan di tentakelnya. Saat tersengat ubur-ubur kotak, korban akan merasakan rasa nyeri yang luar biasa, sulit bernapas, kulit merah, dan terasa terbakar.


2. Gurita cincin biru (blue-ringed octopus)

Photo credit: WallsDesk

Gurita cincin biru ini terlihat cantik sekaligus mengerikan dengan totol-totol birunya. Ukurannya sekitar 20 cm dan memakan kepiting serta udang kecil. Racun yang ia miliki dinyatakan 10.000 kali lebih kuat daripada sianida. Racun gurita ini menimbulkan kelumpuhan otot hingga merusak organ tubuh vital seperti paru-paru.


3. Fire coral (karang api)

Photo credit: Florida Keys Marine Life

Ada alasan bagus mengapa penyelam menggunakan sarung tangan, sebab hiduplah fire coral, si karang berapi ini. Kamu perlu berhati-hati saat snorkeling atau diving, siapa tahu karang yang ada di dekatmu adalah fire coral. Efek yang terjadi ketika kamu menyentuhnya adalah gatal, iritasi ringan sampai nyeri parah, dan terkadang disertai mual dan muntah. Semua efek ini baru akan terasa beberapa saat setelah memegangnya.


4. Ikan lepu batu (stonefish)

Photo credit: NetNews

Setelah mengetahui bahwa terumbu karang tak hanya berisi yang indah-indah, kini kamu juga perlu waspada terhadap ikan yang mungkin bersembunyi di sekitarnya. Salah satunya adalah ikan lepu batu ini, alias stonefish. Sebenarnya ikan ini cukup besar untuk dilihat dengan ukurannya yang rata-rata 30 cm, namun ia pandai menyamar sebab tubuhnya mirip bebatuan di laut. Hal yang perlu kamu khawatirkan darinya adalah sirip punggungnya, konon cukup tajam untuk menembus sepatu. Meski demikian, ikan ini tetap banyak dicari para nelayan. Misalnya di Jepang, ikan ini dimakan sebagai sashimi berharga tinggi dengan nama okoze.


5. Lionfish (ikan singa)

Photo credit: Chiles Restaurant Group

Lionfish ditemukan di perairan Karibia dan Atlantik Timur. Ikan yang merupakan bagian dari keluarga scorpionfish ini makhluk laut yang cukup indah tetapi mereka memiliki sirip belakang, panggul, dan anus yang berbisa, yang mampu mengantarkan bisa melalui luka tusukan pada korban.


6. Ular laut (sea snake)

Photo credit: Tail and Fur

Pada dasarnya semua keluarga ular memang berbahaya. Ular laut dapat ditemukan di samudra Hindia dan Pasifik. Mereka bisa mencapai panjang maksimum tiga meter. Meskipun tidak agresif, tetapi kamu harus tetap waspada dengan racunnya.


7. Ikan pari (stingray)

Photo credit: BBC

Makhluk laut yang ini juga pasif bahkan hampir tidak pernah menyerang. Insiden tidak mengenakkan biasanya terjadi ketika perenang tidak sengaja menginjaknya, menyebabkan ikan pari mempertahankan diri dengan menggunakan sengatannya. Jadi pastikan kamu tidak menginjaknya saat berada di kedalaman laut, ya.

BACA JUGA


Hari Laut Sedunia, Sudah Kenal dengan 5 Taman Nasional Laut Terindah di Indonesia?

Hari Laut Sedunia, Sudah Kenal dengan 5 Taman Nasional Laut Terindah di Indonesia?

Ternyata, Indonesia memiliki banyak taman nasional dan beberapa di antaranya meliputi wilayah perairan laut yang memiliki keanekaragaman ...

Read more..

Nah, adakah binatang laut yang telah disebutkan di atas pernah kamu temui, Sahabat Trivia?





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kutu Laut dan Makhluk Laut Lainnya yang Perlu Kamu Waspadai Saat Berlibur Ke Tempat Wisata Bahari". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

Writer and Knitter

Silahkan login untuk memberi komentar