Malam 1 Suro Disebut Sebagai Malam Paling Angker. Mitos atau Fakta? Berikut Kepercayaan Masyarakat Jawa Lainnya tentang Malam 1 Suro yang Harus Kamu Tahu

Photo credit: tempo

Malam 1 Suro Disebut Sebagai Malam Paling Angker. Mitos atau Fakta? Berikut Kepercayaan Masyarakat Jawa Lainnya tentang Malam 1 Suro yang Harus Kamu Tahu

634
Tidak jarang tradisi-tradisi masyarakat Jawa di malam 1 Suro disertai dengan ritual khusus yang memunculkan aroma mistis yang kuat, sehingga malam ini kerap dianggap sebagai malam sakral.

Masyarakat Jawa memiliki sistem kalender yang sama dengan kalender Hijriyah, sehingga pada 21 September 2017 masyarakat Jawa akan merayakan tahun baru Suro. Di beberapa daerah di Jawa, berbagai tradisi malam 1 Suro diperingati sebagai bagian dari budaya yang terus dilestarikan. Tradisi peringatan malam 1 Suro tersebut antara lain kirab kebo bule di Surakarta, mempersiapkan sesaji, memandikan keris dan pusaka, kirab pusaka, bersih desa, mandi di sungai atau tempat keramat, serta membaca doa akhir tahun. Tidak jarang tradisi-tradisi tersebut disertai dengan ritual khusus yang memunculkan aroma mistis yang kuat, sehingga malam 1 Suro kerap dianggap sebagai malam sakral bagi masyarakat Jawa. Berbagai kepercayaan pun bermunculan di kalangan masyarakat Jawa mengenai malam 1 Suro. Apa saja kepercayaan masyarakat Jawa mengenai malam 1 Suro tersebut? Simak ulasannya berikut!


Pestanya makhluk gaib

Malam 1 Suro kerap dianggap sebagai malam yang angker. Hal ini dikarenakan masyarakat Jawa percaya bahwa malam 1 Suro adalah pestanya makhluk gaib. Makhluk-makhluk tak kasat mata tersebut keluar dari persinggahannya sehingga pada malam ini sering terjadi penampakan dan gangguan dari makhluk halus. Tidak ada yang tahu bagaimana mitos ini bermula, namun hingga sekarang masyarakat Jawa masih banyak yang mempercayainya.

photo credit: tempo

Kunjungan dari arwah leluhur

Karena makhluk gaib keluar dari persinggahannya, masyarakat Jawa percaya bahwa arwah leluhur akan kembali ke rumah mereka. Tidak jarang jika mereka melakukan ritual khusus, menyiapkan sesaji, serta mengirim doa untuk arwah leluhur yang telah mendahului mereka.

Photo credit: tribunnews

Penuh kesialan

Tidak hanya dikenal sebagai malam yang angker, malam 1 Suro juga dianggap sebagai malam penuh kesialan dan musibah. Masyarakat Jawa sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas di malam 1 Suro. Mereka juga pantang melakukan hajatan atau pesta pernikahan di malam ini. Sebagai gantinya, masyarakat Jawa melakukan berbagai ruwatan atau upacara pembersihan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Masyarakat Jawa percaya bahwa ada beberapa orang dengan kriteria tertentu yang disukai Bathara Kala atau simbol kejahatan sehingga harus diruwat untuk mendapatkan keselamatan.

Photo credit: radarbanyumas

Masyarakat Jawa memiliki tradisi lisan atau folklor yang kaya, kepercayaan mengenai malam 1 Suro ini adalah salah satunya. Sebagai salah satu hasil folklor, kita tidak pernah tahu siapa yang memulai kepercayaan tersebut dan kebenarannya. Yang pasti, kita harus tetap menghormati kepercayaan masyarakat Jawa mengenai malam 1 Suro ini sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Kalau Sahabat Trivia sendiri punya kepercayaan khusus atau pengalaman mistis mengenai malam 1 Suro tidak?

BACA JUGA


Tempat Angker di Jakarta Ini Bikin Kamu Tidak Berhenti Merinding. Meski Dikenal Sebagai Kota Metropolitan, Ada 7 Tempat di Jakarta yang Dipercaya Sangat Angker. Mitos Atau Fakta Ya?

Tempat Angker di Jakarta Ini Bikin Kamu Tidak Berhenti Merinding. Meski Dikenal Sebagai Kota Metropolitan, Ada 7 Tempat di Jakarta yang Dipercaya Sangat Angker. Mitos Atau Fakta Ya?

Meski dikenal sebagai ibu kota dan banyak destinasi wisata yang modern, namun 7 tempat di Jakarta ini dipercaya sangat angker. Pernahkah ...

Read more..



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Malam 1 Suro Disebut Sebagai Malam Paling Angker. Mitos atau Fakta? Berikut Kepercayaan Masyarakat Jawa Lainnya tentang Malam 1 Suro yang Harus Kamu Tahu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, Indonesian language teacher, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar