Malory Towers: Bacaan Favorit Masa Kecil, Kisah tentang Serunya Sekolah Asrama. Pernahkah Kalian Membacanya, Sahabat Trivia?

Malory Towers: Bacaan Favorit Masa Kecil, Kisah tentang Serunya Sekolah Asrama. Pernahkah Kalian Membacanya, Sahabat Trivia?

336
Malory Towers adalah sebuah sekolah berasrama untuk anak perempuan berusia 12-18 tahun.

Di akhir masa kecil saat SD, sekitar pertengahan tahun 80-an, bacaan saya didominasi karya-karya Enid Blyton terbitan Gramedia. Mulai dari Lima Sekawan, Sapta Siaga, Gadis Badung, St. Clare, dan Malory Towers. Malory Towers adalah sebuah sekolah berasrama untuk anak perempuan berusia 12-18 tahun. Letaknya di tepi laut dan terdiri dari empat towers. Malory Towers sendiri menjadi buku favorit saya kala itu.


Buku karya Enid Blyton yang membangkitkan imajinasi

photo credit: lowpex

Seperti umumnya penulis Inggris, gaya bahasa Enid Blyton sangat hebat dalam mendeskripsikan sebuah suasana sehingga terasa begitu hidup dalam alam imajinasi kita. Membaca Malory Towers membawa saya mengkhayal mengenai serunya sekolah berasrama di Inggris. Enam Seri Malory Towers yang aslinya terbit tahun 1946 - 1951 adalah cerita yang tetap seru dibaca sepanjang masa. Dimulai dari "Semester Pertama di Malory Towers", "Kelas Dua di Malory Towers", "Kelas Tiga di Malory Towers", "Kelas Empat di Malory Towers", "Kelas Lima di Malory Towers", dan "Semester Terakhir di Malory Towers".


Karakter-karakter di Malory Towers

photo credit: world of blyton

Dari enam buku tersebut, saya belajar banyak dari karakter-karakter yang ada di dalamnya. Ada Darrel yang bijaksana, walau terkadang suka marah. Darrel ini menggambarkan sosok anak yang ideal. Ada juga sahabat Darrel, Sally, yang rajin dan baik. Kemudian Alicia yang sangat pintar walau tidak perlu belajar, sekaligus sangat jail. Si Gwendoline sebagai sosok yang manja dan menyebalkan. Pokoknya semua yang jelek-jelek ada di Gwendoline. Ada Irene yang jago musik, Belinda si jago gambar, Bill dan Clarissa yang pecinta kuda. Benar-benar karakter-karakter unik dengan setting yang tidak biasa bagi kita orang Indonesia yang hanya tahu sekolah negeri di jaman itu.


Nilai yang bisa diambil dari Malory Towers

photo credit: world of blyton

Sebagai pembaca, saya jadi belajar cara bersosialisasi dalam sebuah kelompok. Orang seperti apa yang disukai banyak orang atau orang mana yang tidak disukai. Buat anak-anak, plot cerita Malory Towers itu membuka mata tentang mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Anak-anak juga belajar bahwa hidup ini perlu seimbang. Anak-anak Malory Towers punya hobi yang seru-seru. Ada yang suka olahraga, menyanyi, main musik, menggambar. Selain belajar dan mengerjakan hobi, anak-anak ini juga ada saja jailnya setiap tahun. Biasanya ini menjadi proyek Alicia. Selain itu, acara pesta tengah malam diadakan setiap tahun dengan sejumlah makanan lezat.

Dari Malory Towers lah saya jadi suka belajar. Di Malory Towers suasana belajar terasa begitu seru. Entah karena cara gurunya mengajar atau memang ada semangat berkompetisi. Pokoknya asyik saja. Belajar itu seperti menjadi kebutuhan yang menyenangkan. Memang Enid Blyton bisa membuat belajar terasa begitu seru dan keren.

BACA JUGA


Serial Lima Sekawan yang Mengajarkan Keberanian dan Cinta Kasih Keluarga. Yuk, Nostalgiaan Lagi Sama Buku yang Satu Ini!

Serial Lima Sekawan yang Mengajarkan Keberanian dan Cinta Kasih Keluarga. Yuk, Nostalgiaan Lagi Sama Buku yang Satu Ini!

Sejak SD, aku mulai suka membaca buku. Bahkan, saking senangnya, pas istirahat siang aku lebih memilih menghabiskan jajanan secepatnya, lalu ...

Read more..

Itulah buku masa kecil favorit saya. Hingga kini, saya tetap menyukai ceritanya. Apa buku favoritmu kala masih kecil, Sahabat Trivia?

#30DayWritingChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Malory Towers: Bacaan Favorit Masa Kecil, Kisah tentang Serunya Sekolah Asrama. Pernahkah Kalian Membacanya, Sahabat Trivia?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Shanty Arifin | @shantydewiarifin

Penulis yang suka berbagi Pengalaman dan Oleh-oleh dalam rangka belajar menjadi perempuan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya. Bergabung dengan komunitas: Blogger - Institut Ibu Profesional Bandung - Arsitektur ITB 93 - IATSS Fo

Silahkan login untuk memberi komentar