Novel Indonesia Pilihan Ini Dapat Membuat Kamu Memaknai Hidup dengan Cara yang Berbeda

photo credit: Daihatsu

Novel Indonesia Pilihan Ini Dapat Membuat Kamu Memaknai Hidup dengan Cara yang Berbeda

5.2K
Buku-buku ini memang ada yang baru terbit, tetapi ada pula yang sudah terbit beberapa tahun silam, ingat, jangan lihat siapa yang menulis, tetapi tengoklah nilai apa yang terkandung di dalamnya.

Buku, benda ini mungkin menjadi penanda bahwa kearifan itu masih ada. Melawan kehedonisan dunia. Beranikah kita berandai-andai jika suatu kali orang-orang sudah tidak tertarik dengan buku dan lebih mementingkan persektif yang sudah membudaya tetapi keliru? Jangan sampai teknologi yang semakin maju malah memperbudak waktu kita, we are the maneger of our time, use it wisely. Kira-kira bagaimana masa depan tanpa buku? Kamu akan tersedak ketika mendapati anak-cucumu kelak lupa di mana berpijak, bumi. Mereka asyik sendiri dengan gaya hedonis yang serba mengenal hal-hal instan untuk meraih segala keinginan.

Tidakkah kita lupa pada sejarah? Sebagian mereka memaknai hiruk-pikuk pada kalimat yang dibukukan alih-alih melakukan perdebatan yang tidak kunjung selesai. Dari buku ada kearifan yang ingin diceritakan dari masa lalu. Bentuknya bisa berupa kisah memoar yang difiksikan, kisah percintaan yang difiksikan, atau tulisan ilmiah seperti buku diktat untuk pendidikan formal.

Buku-buku ini memang ada yang baru terbit, tetapi ada pula yang sudah terbit beberapa tahun silam, ingat, jangan lihat siapa yang menulis, tetapi tengoklah nilai apa yang terkandung di dalamnya. Seperti buku, jangan dihakimi dari kovernya, sebab isinya akan sangat sarat makna yang jauh dari huru-hara artifisial –sangat bermakna.


1. Ibuk


Novel Ibuk ini ditulis oleh Iwan Setyawan, diterbitkan oleh Gramedia. Tidak diragukan isinya yang inspiratif tentang perjuangan di tengah keterbatasan membuat kita yang belum membaca, sebaiknya segera membaca buku ini. Buku yang sebenarnya terinspirasi sendiri oleh perjalanan hidup penulisnya. Pengorbanan, dan cinta kasih yang tulus mampu menembus batas ketiadaan yang sebenarnya menjanjikan keberhasilan.


2. Surat untuk Ruth

photo credit: Bernard Batubara

Bernard Batubara. Dengan sapaan hangat Bara adalah penulis di balik kisah cinta yang menyentuh hati. Pada umumnya lelaki lebih mementingkan logika daripada perasaan, sebenarnya ini sudah persepsi lama yang sampai sekarang kita tidak tahu siapa yang memulai. Pun sebaliknya, tentang perempuan yang sering menggunakan hati dalam melakukan sesuatu. Padahal, manusia itu sama, memiliki hati dan pikiran. So why? Tokoh utama dari buku ini adalah lelaki yang mencintai gadis yang pada awalnya meragu, menginginkan kembali kepada mantan kekasihnya.

Tunggu apa lagi bagi yang ingin mengetahui perpektif lain tentang cinta, kenapa tidak mulai membaca buku ini?


3. A Copy of My Mind

photo credit: Bukalapak

Penulis di balik novel ini adalah Dewi Kharisma Michellia, alumni sastra bahasa Inggris UGM. Dari judulnya sudah menarik bukan? Novel yang ditulis berdasarkan film dengan judul yang sama garapan Joko Anwar ini berkisah tentang dunia politik, sosial yang dikemas dalam plot romance sangat recommended untuk dibaca! Untuk mengingat napak tilas penjara yang malah dijadikan sarang pembuatan obat-obatan terlarang, dan para petinggi yang ikut campur tangan di baliknya.


4. Hari tak Selamanya Malam

Ada malam lantas ada siang, lalu? Yak, novel perdana Suryawan WP ini mengangkat topik skizofrenia, dengan tokoh utama seorang perempuan yang menyukai langit malam berbintang, dikemas dengan alur romance. Konflik di dalamnya meletup-letup. Menggetarkan yang masih memiliki naluri. Apakah kita masih menginginkan timbal-balik hubungan sebab-akibat saat melakukan kebaikan? Coba kalau yang meminta tolong adalah orang gila, alih-alih orang cantik yang kaya raya, kita memilih yang mana?

Buku yang sangat bagus dibaca ketika ingin mengetahui perpektif berbeda tentang hak asasi manusia.


5. 86

photo credit: Scoop

Okky Madasari adalah dalang di balik novel 86. Siapa yang tahu kalau sebenarnya 86 adalah kode untuk kepolisian yang artinya tahu sama tahu. Di mana setiap masalah terdapat intrik tersendiri di dalamnya. Menceriminkan realita masyarakat pinggiran yang dikomandoi oleh petinggi. Sayang sekali kalau tidak dibaca, riset penulisnya sangat kuat. Menghadirkan feminis, tetapi juga kritik sosial yang membuat jiwa tergunjang melihat Indonesia sejak dulu hingga sekarang.


6. Lelaki Harimau

photo credit: Daihatsu

Dari judulnya mungkin kita mengira bahwa novel tersebut berkisah tentang fabel. Jangan judge dari judulnya, penulis dari buku ini adalah Eka Kurniawan. Beberapa karyanya ada yang bergaya surealis, dan feminis. Tidak jauh-jauh dari genre lain, buku yang ini tentang sosial. Di mana harimau menjadi alat yang seolah-olah hidup pada manusia yang sering khalaf. Bagi yang penasaran bagaimana surealis melebur dengan sosial buku ini sangat bagus untuk dibaca.


7. De Winst

photo credit: De Winst

Novel dengan judul berbahasa Netherland ini besutan Afifah Afra Amatullah yang berarti laba. Di dunia sekarang banyak orang-orang mengejar laba dengan melupakan kearifan hidup. Kisah ini begitu menggambarkan kehidupan pada masa penjajahan Belanda hingga berdampak hingga sekarang. Great!


8. Entrok

photo credit: Something Me

Okky Madasari kembali dengan kritik sosialnya. Tidak menghakimi. Jika di dunia ini ada praktik kolusi dan nepotisme di kalangan petinggi, bagaimana dengan nasib orang-orang kecil yang benar-benar membutuhkan bantuan tetapi tidak berhasil mendapatkan perlindungan?


9. Tanah Tabu

photo credit: Bukalapak

Buku ini, tahun lalu diikutsertakan pada Frankfrut Book Fair yang dialih bahasakan oleh Stefani Irawan dengan judul Daughters of Papua. Penulis novel ini adalah Anindita S. Thayf. Menggambarkan keadaan Papua dengan kekayaan alam yang melimpah tetapi dieksplorasi oleh orang asing. Bagaimana nasib penduduk asli? halo Indonesia, di sinilah sebenarnya Indonesia sedang diuji.


10. Pulang

photo credit: Goodreads

Pulang, sebuah kata yang identik dengan rumah. Leila S. Chudori menguliti sejarah Indonesia pada tahun 1965 setelah rezim Soeharto berkuasa. Mengeluarkan bagian sejarah yang dibungkam dan tidak boleh disebar luaskan bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi. Beberapa tokoh dalam novel ini takut pulang ke Indonesia karena dianggap sebagai pembangkang, tetapi atas dasar apa?

Novel ini sangat bagus untuk dijadikan napak tilas kebenaran yang sebenarnya.


Itulah 10 buku yang semoga bermanfaat untuk teman-teman sebagai referensi bacaan. Buku-buku ini dapat membuat pembacanya memaknai hidup dan sekitarnya dengan cara yang berbeda. saya berharap dua puluh tahun lagi budaya membaca semakin mengakar, dan tidak terkikis. Save books for future!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Novel Indonesia Pilihan Ini Dapat Membuat Kamu Memaknai Hidup dengan Cara yang Berbeda". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bare Kingkin Kinamu | @barekingkinkinamu

Penikmat hujan di musim kemarau panjang ini hobi sekali menghabiskan weekendnya dengan menikmati alam, buku, dan pena. Sesekali boleh mengintip kesehariannya lewat kingkinkinamu.wordpress.com

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week