Novel-Novel Indonesia Wajib Baca yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia

Novel-Novel Indonesia Wajib Baca yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia

1.8K
Okky Madasari melalui Maryam, mengolah cinta dari sudut berbeda yang akan membuat kamu menelaah. Apa sebenarnya yang dicari manusia dalam kehidupan?

Sebagai penikmat buku, baik sastra, novel populer, autobiografi, biografi, dan esai, membuat saya memiliki ketertarikan lebih dengan dunia kepenulisan, dan penerbitan. Terutama novel-novel yang menjadi nominasi lima besar dari Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta, karena isinya membawa pesan kuat dalam kehidupan yang diangkat dari kegelisahan masyarakat yang ada pada waktu itu. Bahkan tulisan-tulisan dari sastrawan yang menjadi ‘guru’ dalam kepenulisan millennia saat ini juga mendapatkan apresiasi baik pada masanya. Seperti, Ahmad Tohari, Pramoedya Ananta Toer pernah menjadi pemenang dalam sayembara tersebut.

Juara satu dari Sayembara DKJ 2016 adalah Semua Ikan di Langit, karya Ziggy. Penulis membawa pesan positif untuk perubahan, dan mengajak masyarakat untuk berpikir positif adalah pesan dibalik semua novel-novel di DKJ.

Berikut ini Novel-novel yang pernahmenjadi nominasi di ajang Sayembara Dewan Kesenian Jakarta, dan Khatulistiwa Literay Award.


1. Tanah Surga Merah

photo credit: Truly Rudiono

Politik dan kerakusan menjadi hal-hal yang tidak pernah terlepas. Novel ini menceritakan politik yang ada setelah GAM redup setelah bencana besar Tsunami. Kemudian, tokoh Murad hadir untuk merubah segalanya. Di sini intrik politik dan sosial dikupas hingga kulitnya. Buku yang sangat bagus untuk dibaca. Karta Arafat Nur yang satu ini pun menjadi pemenang unggulan DKJ 2016.


2. Maryam

Di balik kekokohan karakter Maryam, kamu akan menemukan kegetiran. Novel tulisan penulis asal Magetan ini, Okky Madasari, berhasil menerima anugrah Khatulistiwa Literary Award 2012.

Novel ini menceritakan satu golongan agama yang pada waktu itu dikucilkan karena dianggap sesat. Setelah membaca buku ini, kamu akan mengetahui, apa sebenarnya kesesatan itu sebenarnya? Padahal, dalam agama kita disebutkan bahwa kita wajib menghargai agama dan kepercayaan orang lain. Namun, terdapat ormas yang pada waktu itu semena-mena menendang Ibu hamil, dan anak-anak yang mengaku membela Tuhan, dan agama.

Okky Madasari melalui Maryam, mengolah cinta dari sudut berbeda yang akan membuat kamu menelaah. Apa sebenarnya yang dicari manusia dalam kehidupan? Apa rasa saling membunuh yang ada ketika bertemu dengan yang tidak seprinsip dalam kehidupan?


3. Tanah Tabu

photo credit: bukalapak

Indonesia luas, iya. Semua di antara kita tahu hal tersebut, Indonesia tidak hanya terdiri dari Jawa. Namun, banyak sekali daerah terluar Indonesia yang terlupakan seperti kehidupan saudara-saudara kita Papua. Di sini, Anindita S. Thayf menulis kehidupan sosial politik yang terjadi di Papua saat itu. Emas yang menggunung, mencekung kedalam. Dan siapa yang menerima kekayaan alam itu, apakah masyarakat Papua?

Selain menjadi pemenang Sayembara Novel DKJ tahun 2008, novel ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul Daughters of Papua yang dialih terjemahkan oleh Stefani Irawan. Tahun 2015 lalu novel ini ikut ke dalam Frankfrut Book Fair. Ketika Indonesia menjadi tamu kehormatan.


4. Pulang

photo credit: tersapa

Tulisan dari Leila S. Chudori ini berangkat dari jurnalis beliau yang menulis untuk menyuarakan ketidakadilan. Di novel yang masuk dalam Anugrah Khatulistiwa Literary Award 2013 ini menceritakan orang-orang yang dicap sebagai komunis karena melawan pemerintah. Ada beberapa di antara mereka yang aktif menyuarakan suara rakyat yang kemudian dianggap berbahaya dan dikirim ke Belanda dengan alasan untuk belajar.

Well, novel ini cocok untuk dijadikan acuan untuk melihat Indonesia sekarang? Masihkah Indonesia seperti era dulu, ketika kebebasan berpikir untuk kepentingan rakyat dibungkam?


5. Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi

photo credit: Tokopedia

Meskipun novel ini diterbitkan dengan indie, para dewan juri Khatulistiwa Literay Award menganugrahi karya Yusi Avianto Pareanom ini sebagai pemenang Khatulistiwa Literary Award 2016. Pesan yang segar tentang sosial, budaya, dan politik kehidupan, menjadikan novel ini sangat bagus untuk dibaca, sebagai acuan berpikir mau dibawa ke mana kehidupan yang berkeadilan itu?


6. Napas Mayat

Ditulis oleh Bagus Dwi Hananto, Napas Mayat mendapat juara ke-3 di ajang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014, selain karena alur dan gaya bahasa yang mudah dicerna membuat novel ini sangat bagus untuk dibaca. Tunggu apalagi?


7. 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif

Novel yang ditulis oleh Sabda Arman Dio, yang juga penulis novel Kamu: Cerita yang tak perlu dipercaya ini mendapat hadiah unggulan, karena 24 Jam Bersama Gaspar masuk dalam lima besar Sayembara Novel DKJ 2016. Tentu, kisah yang ditulis Sabda ini, secara pribadi membuat saya penasaran, seperti apa kesan yang coba ditinggalkan kali ini?

BACA JUGA


Penggila Buku Fiksi? Berikut 7 Buku Keren Wajib Baca yang Terbit di Tahun 2017!

Penggila Buku Fiksi? Berikut 7 Buku Keren Wajib Baca yang Terbit di Tahun 2017!

Buku mengisi jam-jam kita yang kosong dengan percakapan yang mungkin tak akan pernah selesai, tapi membuat kita tahu: kita hanyalah penafsir ...

Read more..

Itulah novel-novel yang masuk dalam nominasi sayembara kepenulisan, novel mana saja yang sudah sempat kamu baca?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Novel-Novel Indonesia Wajib Baca yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bare Kingkin Kinamu | @barekingkinkinamu

Penikmat hujan di musim kemarau panjang ini hobi sekali menghabiskan weekendnya dengan menikmati alam, buku, dan pena. Sesekali boleh mengintip kesehariannya lewat kingkinkinamu.wordpress.com

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week