Passion di Musik dan Menulis Membuatku Menemukan Pekerjaan Impianku. Sampai Sekarang Aku Tak Berhenti Berusaha untuk Menggapainya

Passion di Musik dan Menulis Membuatku Menemukan Pekerjaan Impianku. Sampai Sekarang Aku Tak Berhenti Berusaha untuk Menggapainya

302
Menyukai dunia tulis menulis dan konser musik membuat aku harus berpikir bagaimana sih biar kedua hobi aku itu seimbang bahkan bisa berjalan seirama. Simak kisahku ya!

Cita-cita dan passionku adalah kisah menarik yang paling aku suka ketika disuruh berbagi sama teman-teman di luar sana. Menyukai dunia tulis menulis dan konser musik membuat aku harus berpikir bagaimana sih biar kedua hobi aku itu balance bahkan bisa berjalan seirama. Bingung mengaplikasikannya, aku sempat bertanya sama teman-teman terdekatku bagaimana sebenarnya bisa sadar dengan potensi dan apa yang kita inginkan? Simak kisahku ya!


Hobi bercerita sejak kecil

Sewaktu SD aku tuh bawel banget dan nggak bisa lepas dari bercerita tentang apapun, entah itu penting atau nggak. Dari hobi bercerita ini, aku salurkan dengan berbicara. Setelah aku tekuni baru deh merasa dapat feel dari cerewet yang aku punya. Sampai suatu ketika suster di tempatku bersekolah bilang ke mama, “Bu, anaknya kalau besar diarahkan jadi pemimpin yang baik ya. Anaknya cocok banget.” Kalimat itu sering banget mama obrolkan kalau di rumah. Suster juga jadi motivasi aku karena sebelum pindah tugas, dia pernah bilang, “Sella, kalau besar jadi presenter aja bagus loh kamu.”


Mencoba mencari passion sejak SMP dan SMA

Dulu aku punya banyak sekali cita-cita, mulai dari pelatih cheerleader, jadi sarjana teknik, atau punya bisnis sendiri. Untuk mewujudkan itu, aku sudah mencoba beberapa hal yang bisa menunjang untuk mencapainya. Sewaktu SMP dan SMA, aku ikut jadi cheerleader di sekolah. Awalnya tertarik karena kegiatannya seru, sekalian bisa menurunkan berat badan juga. Tapi, setelah dijalani dalam kurun waktu yang cukup lama, rasanya kok kurang nyaman dan bosan ya. Aku pun berpikir untuk mencari cita-cita lain yang memang relevan sama passionku. Aku pun masuk jurusan IPA untuk agar bisa jadi sarjana teknik, lagi-lagi zonk. Bukannya untung, tapi malah buntung. Aku justru nggak bisa ngikutin cara belajar di IPA dan mengharuskanku pindah ke IPS. Sempat pesimis mencari jati diri sendiri, aku ahkirnya coba jualan kecil-kecilan untuk menambah uang jajan. Nggak tahu emang belum rezeki atau bukan jalannya, hasil dari yang kujual itu nggak begitu menguntungkan dan justru bikin kapok. Padahal, aku tidak mengalami masalah dalam prosesnya.


Menemukan jalan pada menulis

udemy

Nggak berhenti sampai di situ, aku merasa bahwa ada hal yang benar-benar harus didalami. Sampai akhirnya aku mencoba bercerita, tapi sarananya aku ubah dengan menulis. Aku pun menulis artikel. Saat aku jalani, feelnya jauh lebih ada dibandingkan ngomong ngalur ngidul. Aku merasa ini adalah jalan Tuhan untuk aku meneruskan apa yang sudah aku punya. Awalnya cuma satu majalah, sampai ahkirnya bisa terjun ke tiga majalah dan menulis apa yang aku suka. Musik adalah tulisan yang paling aku suka karena bagiku bisa mengapresiasikan karya musisi favorit dan berbagi cerita tentang apa yang kita lihat saat nonton konser adalah hal paling seru dan patut dibagi sama semua orang.


Musik dan menulis jadi pilihanku

shutterstock

Ahkirnya aku menyadari menjadi seorang jurnalis adalah cita-cita yang sebenarnya. Aku terinspirasi banget sama mas Erix Soekamti. Tatonya yang bertuliskan "unstoppable" jadi motivasi terbesarku untuk terus mewujudkan berkeliling nonton konser musik sambil meliput acara tersebut hingga dibaca orang-orang. Sedikit demi sedikit, festival musik favorit sudah aku jalani dan sudah aku tulis juga. Aku sempat pesimis karena bisa atau nggak ke arah yang lebih serius? Apalagi saat aku nulis di majalah, teman-temanku jauh punya potensi yang lebih besar dibandingkan aku yang mungkin “ya gitu-gitu aja”.


Kini, aku tengah berjuang demi mimpi menjadi seorang jurnalis

Mas Adib Hidayat, editor in chief majalah Rolling Stone Indonesia, menjadi inspirasi nomor satu kalau ditanya siapa sih yang membuatku betekad menulis tentang musik. Keahlian beliau dalam menulis dan bisa punya lingkup pertemanan dengan musisi idola yang bikin aku juga ingin seperti beliau. Semua itu sedang aku rintis. Aku mencoba dengan jadi freelancer website musik dan masuk jurusan yang bisa menunjangku mewujudkan cita-cita. Sejauh ini aku sudah memutuskan untuk bisa berkarier dengan hobiku. Aku yakin dengan potensi diri yang ada aku bisa mewujudkan itu. Seru banget kan ketika kita bisa bekerja dengan hobi bukan bekarja dijadikan hobi. Aku yakin kali ini Tuhan sudah memberikan jalannya. Tinggal bagaimana aku mencoba menggapainya. Semoga aku bisa membuktikannya lima tahun lagi. Tulisan ini jadi saksi salah satu caraku mengejar cita-cita menjadi seorang jurnalis!

BACA JUGA


Bekerja Sesuai Passion, Inilah Hal Menyenangkan yang Akan Kamu Dapatkan, Sahabat Trivia. Seru Banget Lho!

Bekerja Sesuai Passion, Inilah Hal Menyenangkan yang Akan Kamu Dapatkan, Sahabat Trivia. Seru Banget Lho!

Saat kamu bekerja sesuai passionmu, setiap tugas yang datang, terasa seperti tantangan baru yang sangat menyenangkan bila diselesaikan

Read more..

Sahabat Trivia, apakah kamu memiliki passion seperti aku? Jangan pernah menyerah dengan passionmu ya! Percayalah kelak kamu bisa meraih impianmu kok asal tetap berusaha dan berdoa.


#IniCeritaGue




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Passion di Musik dan Menulis Membuatku Menemukan Pekerjaan Impianku. Sampai Sekarang Aku Tak Berhenti Berusaha untuk Menggapainya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


RetnoNovitasari SellaL | @ksellalorenza

Silahkan login untuk memberi komentar