Peringati Hari Buku Nasional dengan Baca Lima Novel Sastra Pilihan yang Baru Saja Cetak Ulang Ini

photo credit: picdino

Peringati Hari Buku Nasional dengan Baca Lima Novel Sastra Pilihan yang Baru Saja Cetak Ulang Ini

1.7K
Buku-buku yang dicetak ulang berikut memang selalu diserbu oleh penggemar sastra, tak heran jika Sahabat Trivia harus segera membelinya jika tidak ingin kehabisan cetakan terbarunya.

Dunia penerbitan Indonesia semakin semarak dengan kehadiran buku-buku dari penulis muda berbakat yang menarik perhatian pembaca. Selain itu, buku-buku lama seakan tidak mau ketinggalan memanjakan para book lovers dengan kembali mengemas dan mencetak ulang karya-karya terbaik penulis Indonesia. Penerbit seakan memahami kebutuhan pembaca akan buku-buku sastra terbitan lama yang sudah jarang ditemui di toko buku. Buku-buku yang dicetak ulang berikut memang selalu diserbu oleh penggemar sastra, tak heran jika Sahabat Trivia harus segera membelinya jika tidak ingin kehabisan cetakan terbarunya. Simak 5 buku sastra yang baru cetak ulang dan cocok dibaca di hari buku nasional 17 Mei 2017 besok!


1. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi – Seno Gumira Ajidarma

Setelah sukses meluncurkan novel Drupadi, Seno Gumira Ajidarma (SGA) kembali memuaskan penggemarnya dengan mencetak ulang kumpulan cerpennya yang berjudul ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’. Kumpulan cerpen yang memuat 12 cerpen karya SGA ini pertama terbit tahun 1995. Bulan April 2017, Penerbit Galangpress kembali menerbitkan kumpulan cerpen yang pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Asia Tenggara (South East Asia Write Award) dan mengantarkan SGA menerima penghargaan dari Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Maha Vajiralongkorn, pada 26 September 1997.


Photo Credit : igcol


2. Kuda Terbang Maria Pinto – Linda Christanty

Kumpulan Cerpen yang ditulis oleh Linda Christanty ini pertama kali terbit pada tahun 2004 oleh penerbit KataKita. Dalam kedua belas cerpennya, penulis menggambarkan penindasan, kehampaan, kehilangan, politik, perang, dan perlawanan tanpa menyebutkan lokasi. Meski terkesan kelam, kumpulan cerpen ini mendapat banyak apresiasi dari tokoh sastra tanah air. Kumpulan cerpen yang mendapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori fiksi tahun 2004 ini dicetak ulang oleh penerbit EA Books pada Februari 2017.


Photo Credit : pictaram


3. Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie

Nama Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie banyak dibicarakan setelah menjadi pemenang tunggal dalam sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016 lalu melalui novelnya “Semua Ikan di Langit”. Jakarta Sebelum Pagi merupakan salah satu novel Ziggy yang banyak mendapat pujian karena pengarang begitu lihai memainkan karakter tokoh serta konflik yang rumit namun kemudian dapat diuraikan di bab-bab akhir. Selain itu, penulis membawa pembaca menyusuri kenangan-kenangan mengenai beberapa bangunan tua di Jakarta yang sangat memperkaya wawasan pembaca muda mengenai sejarah. Tak heran, novel yang pertama kali terbit pada Mei 2016 ini kembali dicetak ulang pada Februari 2017.


Photo Credit : instarix


4. 6 Buku Puisi Sapardi Djoko Damono

Pada 20 Maret 2017 lalu Sapardi Djoko Damono (SDD) merayakan ulang tahunnya yang ke-77 sekaligus meluncurkan 7 bukunya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Di antara 7 buku tersebut, terdapat 6 buku puisi yang dicetak ulang, yaitu 'Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?', 'Ayat-Ayat Api', 'Duka-Mu Abadi', 'Kolam', 'Namaku Sita', dan 'Sutradara itu Menghapus Dialog Kita'. Pada 27 April 2017, penerbit mengumumkan bahwa keenam buku kumpulan puisi SDD yang baru dicetak sebulan sebelumnya itu akan kembali dicetak ulang karena antusiasme pembaca. Penggemar puisi-puisi SDD tentu tidak akan melewatkan buku-buku yang telah mengantarkan SDD menjadi salah satu penyair ternama di Indonesia ini.

Photo Credit : picdino


5. Sihir Perempuan – Intan Paramaditha

Intan Paramaditha menyajikan genre horor, mitos, dan dongeng dalam perspektif feminis dalam 11 cerpennya yang terangkum di kumpulan cerpen “Sihir Perempuan”. Jangan harap akan menemukan kuntilanak atau pocong yang melompat-lompat dalam buku ini, karena cerpen-cerpen horor yang ditulis oleh Intan sungguh berbeda dengan cerita-cerita horor yang biasa kita temukan di film, sinetron, maupun novel-novel lainnya. Sihir Perempuan pertama kali terbit tahun 2005 oleh Penerbit KataKita. Pada April 2017 Penerbit Gramedia Pustaka Utama kembali menerbitkan kumpulan cerita yang meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award tahun 2005 ini dengan cover baru dan ilustrasi di setiap ceritanya.


Photo Credit : twitter/Chris_Felix

BACA JUGA


Novel-Novel Indonesia Wajib Baca yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia

Novel-Novel Indonesia Wajib Baca yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia

Okky Madasari melalui Maryam, mengolah cinta dari sudut berbeda yang akan membuat kamu menelaah. Apa sebenarnya yang dicari manusia dalam ...

Read more..

Kelima buku sastra di atas dicetak dengan tampilan cover baru lho, Sahabat Trivia! Pastinya sangat cocok untuk kamu koleksi dan baca di hari buku nasional besok. Jadi tunggu apa lagi, segera meluncur ke toko buku sebelum kehabisan!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Peringati Hari Buku Nasional dengan Baca Lima Novel Sastra Pilihan yang Baru Saja Cetak Ulang Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar

Puput Palipuring Tyas | @poetsoenarjo

you forget 1, dear... 3 buku oka rusmini cetak ulang dan langsung sold out

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week