Perjuangan Perempuan yang Menjadi Anak Pertama dan Terus Berjuang Meski Jauh dari Keluarga

Perjuangan Perempuan yang Menjadi Anak Pertama dan Terus Berjuang Meski Jauh dari Keluarga

247.2K
Menjadi anak pertama dari sebuah keluarga memang merupakan hal yang cukup berat mengingat tanggung jawab dan peran yang ada dipundaknya. Kesan anak pertama sangat erat dengan sosok yang tegar dan mandiri. Lantas bagaimana kalau kesan anak pertama itu ada dalam sosok perempuan. Seringkali kesan tegar dan mandirinya itu terbungkus dalam balutan feminim khas perempuan.

Menjadi anak pertama dari sebuah keluarga memang merupakan hal yang cukup berat mengingat tanggung jawab dan peran yang ada dipundaknya. Kesan anak pertama sangat erat dengan sosok yang tegar dan mandiri. Lantas bagaimana jika kesan anak pertama itu ada dalam sosok perempuan. Seringkali kesan tegar dan mandirinya itu terbungkus dalam balutan feminim khas perempuan.

Seperti kata orang tua, anak pertama itu harus bisa jadi panutan untuk adik-adiknya. Lebih lagi jika bisa bermanfaat luas untuk masyarakat. Anak pertama adalah pembuka jalan bagi adik-adiknya karena dari seorang kakaklah adik akan belajar lebih banyak. Kehidupan akan menuntun untuk terus belajar. Maka biasanya anak pertama akan melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi dan berharap bisa memenuhi harapannya untuk membahagiakan kedua orangtuanya dan keluarganya kelak.


Berikut ini 7 hal yang biasanya dialami oleh kamu yang menjadi anak pertama dan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuatmu makin kuat dan baik-baik saja ketika berada jauh dari keluarga untuk mengejar mimpi.

Kejar mimpi meskipun sendirian




Banyak cerita anak pertama yang mengejar mimpinya seorang diri dan harus berada jauh dari keluarganya. Banyak dari mereka yang belajar di luar kota atau bahkan di luar negeri. Jarak dan tanggung jawab ini memaksa mereka untuk tinggal jauh dari orang tua. Bahkan, tak jarang mereka pun harus kuliah sambil bekerja. Ada alasan kebutuhan finansial yang membuat mereka bekerja, tetapi ada juga yang kuliah sambil bekerja karena keingan untuk mandiri dan belajar tak merepotkan orang tua. Namun, dari keadaan inilah mereka akhirnya belajar banyak.


Jika kamu mengalami hal yang sama, kamu seharusnya bangga karena bisa belajar lebih tentang apa artinya sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab mengurus diri sendiri, mengurus kebutuhan sehari-hari, dan juga tanggung jawab untuk menyelesaikan studi dan meraih mimpimu. Bagimu, tanggung jawab untuk menjadi contoh yang baik dan juga mewujudkan mimpi adalah hal utama dan sangat diharapkan oleh orang tua. Harapannya, adik-adikmu pun akan mengikuti jejakmu dan juga mendapatkan kehidupan yang lebih baik.



Belajar tentang apapun yang disukai



Setelah kelulusan SMA, banyak anak pertama yang mengurangi intensitas meminta bantuan dari keluarga. Mereka berusaha mandiri. Misalnya, melakukan persiapan pendaftaran pemilihan jurusan dan ujian perguruan tinggi yang dilakukan seorang diri. Mereka lebih merasa senang ketika tidak menyusahkan orang lain. Berbekal doa orang tua dan belajar keras, mereka berusaha menyemangati diri sendiri untuk terus berusaha dan tidak menyerah pada apapun yang akan terjadi nanti. Mereka percaya pada pilihan jurusan yang disukai akan membawa ke kehidupan yang lebih baik. Karena ada beberapa orang yang memilih jurusan dengan mengikuti pilihan teman-temannya, mereka merasa passion dalam pendidikan itu penting untuk kehidupan. Anak pertama biasanya menyadari ini karena anak pertama paham apa yang diinginkannya dan selalu memiliki perhitungan tersendiri untuk meraihnya.



Menyayangi keluarga meski jauh darinya



Photo credit: unsplash.com


Jarak tempat dengan keluarga boleh diukur dengan satuan baku Matematika, tetapi jarak hubungan dengan keluarga siapa yang bisa mengukurnya? Sesibuk apapun kehidupan yang dijalani tetap harus menyempatkan bersapa ke keluarga yang meskipun terpisah kota atau negara yang berbeda. Sebagai anak pertama, ingin rasanya selalu kumpul dengan saudara. Misalnya sesekali membuat kejutan dengan keluar dari rutinitas bermain ke pantai bersama, makan bersama, atau pergi ke tempat hiburan bersama. Lakukanlah ketika kamu bisa dan pulang ke rumah. Berbahagialah dengan keluargamu selagi kamu memiliki kesempatan itu.



Hidupkan kebahagiaan melalui hobi



Photo credit: foter.com


Salah satu cara membunuh waktu yang membosankan adalah dengan melakukan hobi. Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang mampu membuat bahagia, misalnya membaca buku, menulis, melukis, bernyanyi, dan lain-lain. Misalnya, bagi yang memiliki hobi menulis, bisa membuat catatan-catatan kecil tentang apa yang ada dipikiran dan perasaan ke dalam tulisan. Selain bisa mengurangi penat dan menyalurkan perasaan serta pemikiran, menulis membuatmu lebih memahami tentang apapun yang telah dilalui. Karena dengan menulis, kamu bisa mencoba memahami kembali apa yang harus dituliskan. Hasil tulisan merupakan self note untuk suatu masa saat kamu membacanya ulang.


Jika kamu memiliki hobi yang lain, lakukanlan. Lakukan hobimu untuk menghibur dirimu dan juga memperkaya pengalamanmu. Lakukan hal-hal positif yang bisa membawamu ke kehidupan yang lebih baik.



Berkunjung ke tempat-tempat yang kamu inginkan




Photo credit: fanthefiremagazine.com


Menjadi seorang perempuan bukanlah halangan untuk pergi ke suatu tempat yang diinginkan. Bisa jadi tempat itu akan membawamu pada kebahagiaan yang kamu cari pada masa penatmu. Ketika kamu berada jauh dari orang tua, kamu akan belajar kehidupan dan kebudayaan baru. Inilah kesempatan emasmu untuk belajar banyak bagaimana beradaptasi di lingkungan dengan orang-orang baru. Kunjungilah berbagai tempat baru yang ada. Nikmatilah dan kamu akan belajar banyak di sana. Milikilah banyak pengalaman baru untuk lebih mewarnai hidupmu.


Belajar untuk tetap tegar





Menjadi anak pertama bisa membuatmu belajar tentang arti kedewasaan. Meski jauh dari orang-orang yang disayangi, kamu bisa belajar bagaimana menjaga diri dan melakukkan hal-hal yang dibutuhkkannya secara mandiri. Berbagai masalah sering dihadapi seorang diri, namun kamu tak boleh mengeluh. Karena menghadapi dan menyelesaikan masalah adalah cara terbaik dibanding mengeluh atau mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya belum terjadi. Sebaiknya kamu syukuri pengalaman tersebut. Tidak semua anak perempuan mampu memiliki kesempatan untuk mandiri lebih awal dari pada dirimu.



Semangat! Kamulah jawaban dari semua doa keluargamu




Kamu sebenarnya hidup atas harapan-harapan. Di mana harapan-harapan itu terwujud salah satunya karena doa orang-orang yang menyayangimu. Menjalani kehidupan yang dapat dibilang nomaden serta jauh dari keluarga, kamu tidak boleh patah semangat. Kamu menjalani fase-fase kehidupan untuk mencari ilmu dengan tak kenal lelah. Pahamilah bahwa kamu bisa sampai pada tahap ini karena doa dari orang-orang terdekat. Kamu harus meyakini bahwa mimpi-mimpi selama ini adalah tentang bagaimana cara membahagiakan kedua orang tua. Bukan untuk sekedar membalas jasa mereka, tetapi mencoba menghadirkan cahaya-cahaya kebahagiaan di tengah-tengah keluarga yang kamu miliki. Karena setelah kamu mampu berpijak, kamu akan sadari bahwa pijakkan itu untuk mengokohkan satu sama lainnya, orang-orang yang berada dekat denganmu.



Semangat! Kamu hebat dan pasti bisa melaluinya!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perjuangan Perempuan yang Menjadi Anak Pertama dan Terus Berjuang Meski Jauh dari Keluarga". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Sandy Pandawa | @sandypandawa

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week