Pertanyaan

Photo Credit: Soompi

Pertanyaan "Kapan Nikah?" Jangan Sampai Rusak Lebaranmu. Balas Saja dengan 5 Jawaban Berikut Ini!

1.2K
Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya mengenai pertanyaan 'kapan nikah?', inilah jawaban yang saya siapkan agar tidak kehilangan mood saat berkumpul bersama keluarga besar di hari lebaran nanti.

Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu oleh umat muslim untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga. Begitu pula dengan saya, siapa pula yang tidak ingin menghabiskan waktu bersama sanak saudara yang bertempat tinggal di luar kota dan jarang kita temui. Sayangnya, beberapa tahun ini saya merasa momen berkumpul bersama keluarga besar di hari lebaran menjadi saat-saat yang ingin saya hindari. Pasalnya pertanyaan mengenai calon pasangan sampai desakan mengenai pernikahan seakan tidak ada habisnya mencecar saya.

Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya mengenai pertanyaan dan desakan serupa, inilah jawaban yang saya siapkan agar tidak kehilangan mood saat berkumpul bersama keluarga besar di hari lebaran nanti.


1. Setiap orang punya zona waktu masing-masing

Wilayah Papua yang berada di timur Indonesia lebih cepat dua jam daripada Jakarta. Ketika masyarakat Jakarta sedang disibukan dengan aktivitas bekerja dan kegiatan lainnya di siang hari, masyarakat New York sedang terlelap di malam hari. Tidak ada yang salah, semua berjalan dengan zona waktunya masing-masing. Begitu pula dengan hidup manusia, semua telah diatur oleh Tuhan sesuai dengan porsinya, tidak ada yang terlalu cepat atau terlalu lambat. Semua telah berjalan sesuai rencana-Nya.


Photo Credit : shutterstock


2. Masih ingin mengembangkan diri

Saya sangat menikmati setiap detik yang terjadi dalam hidup saya. Saya juga sangat menghargai apa yang telah saya raih hingga saat ini. Sebelum memikirkan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, saya ingin mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri saya semaksimal mungkin. Bukan berarti jika setelah menikah nanti, saya tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang saya senangi, namun akan ada tanggung jawab dan komitmen yang harus saya pegang. Maka, biarkan saya menulis satu sampai dua judul buku lagi, berwisata ke tempat-tempat indah seorang diri, menikmati udara bersih dengan menaiki gunung-gunung tinggi, atau meraih posisi yang saya inginkan untuk karir saya sebelum saya memutuskan untuk melakukannya berdua dengan seorang lelaki yang akan selalu mengiringi.

photo credit: Crazy Videos


3. Membenahi diri dan mempersiapkan finansial

Ada banyak hal yang harus saya persiapkan sebelum mengenakan cincin di jari manis. Pernikahan bukanlah hal sepele yang bisa dipersiapkan dalam hitungan jam. Komitmen, tanggung jawab, kedewasaan, hingga finansial adalah hal yang harus matang sebelum memutuskan untuk mengikat janji. Selain itu, sebagai seorang perempuan, saya ingin mempelajari berbagai keterampilan yang saya butuhkan untuk mengurus rumah tangga. Maka, sambil memperbaiki diri, saya ingin menabung untuk mempersiapkan keuangan jangka panjang setelah pernikahan.

Photo Credit : Fotolia


4. Tidak asal memilih, tapi bukan pemilih

Dalam hal pasangan hidup, saya tidak ingin asal pilih karena tuntutan lingkungan sekitar mengenai kebiasaan dan usia yang ideal dalam pernikahan. Pasangan hidup adalah orang yang akan mendampingi kita sampai akhir hayat. Maka, belajar dari pengalaman hidup orang lain dan buku-buku yang pernah saya baca mengenai kegagalan dalam rumah tangga, saya tidak ingin mengalami hal serupa. Saya tidak ingin asal memilih, tapi saya juga bukan tipe pemilih. Hanya saja, pasangan yang saya inginkan mungkin belum hadir di hidup saya saat ini.

photo credit: DramaFever

5. Meminta doa restu

Tidak dipungkiri bahwa semua orang yang menanyakan perihal jodoh dan pernikahan pada kita bukan semata-mata usil. Bisa jadi mereka peduli dengan kita, maka tidak ada salahnya jika jawaban satu sampai empat di atas belum berhasil meredam desakan, minta saja doa restu darinya. Setelah mengeluarkan ‘jurus’ terakhir ini, biasanya ia akan berhenti membicarakan topik tersebut dan beralih ke topik lain karena merasa kita mulai tidak nyaman dengan percakapan tersebut.

Photo Credit : timeout

BACA JUGA


Nggak Mudik Saat Libur Lebaran? Jangan Bete Dulu, 5 Kegiatan Ini akan Buat Libur Lebaranmu Tetap Berkesan!

Nggak Mudik Saat Libur Lebaran? Jangan Bete Dulu, 5 Kegiatan Ini akan Buat Libur Lebaranmu Tetap Berkesan!

Nah, buat Sahabat Trivia yang menikmati libur lebaran tapi tidak mudik, tidak perlu bingung mau melakukan apa. Simak yuk tips seru berikut

Read more..

Meski sebal dengan pertanyaan dan desakan untuk segera menikah, Sahabat Trivia harus tetap sabar dan memberi pengertian pada mereka bahwa zaman telah berubah, seiring berkembangnya zaman dan pemikiran generasi muda, pernikahan zaman sekarang tidak segampang pernikahan yang dilakukan pada masa lalu. Semua yang kita lakukan saat masih lajang seperti saat ini adalah usaha untuk menuju kehidupan rumah tangga dengan kualitas yang lebih baik.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pertanyaan "Kapan Nikah?" Jangan Sampai Rusak Lebaranmu. Balas Saja dengan 5 Jawaban Berikut Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, Indonesian language teacher, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar