Saatnya Merdeka, Inilah Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan dan Dilakukan Millennials Mulai Saat Ini Agar Jadi Anak Muda yang Sukses

Saatnya Merdeka, Inilah Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan dan Dilakukan Millennials Mulai Saat Ini Agar Jadi Anak Muda yang Sukses

701
Bukankah dengan menjadi pribadi yang lebih baik, kamu makin punya potensi yang lebih besar untuk majukan bangsa ini? Mari kita lakukan sama-sama! Yuk, kita buang jerat-jerat pengaruh negatif ini dan berubah jadi pribadi yang lebih baik dan merdeka!

Hai Sahabat Trivia! Indonesia baru saja merayakan Hari Kemerdekaan ke-72. Sudah banyak hal yang terjaadi di negeri tercinta kita ini. Indonesia yang kini sudah lepas dari jajahan bangsa asing, melangkah maju menjadi negara yang makin baik. Nah, bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu melakukan sesuatu untuk memajukan dirimu juga?

Indonesia pun mengikuti arus dunia. Di masa saat ini, teknologi makin hari makin maju. Banyak hal yang tadinya dilakukan secara manual, kini pun bisa terbantu dengan teknologi ciptaan manusia. Misalnya saja, belajar, belanja, mengobrol, dan lain-lain yang semuanya bisa dilakukan secara online. Teknologi ini pun disadari betul telah menggeser banyak nilai yang sudah tertanam di diri dan budaya warga Indonesia. Teknologi ini pun mengubah perilaku manusia saat ini. Mungkin sebelum ada teknologi, orang senang melakukan interaksi langsung. Namun, setelah teknologi maju, orang jadi cenderung lebih cuek, individualis, dan kurang melakukan interaksi langsung dengan sekitar. Terbukti, di mana saja dan kapan saja, kamu bisa dengan mudah melihat orang asyik dengan gadgetnya sendiri daripada mengobrol dengan teman atau keluarga di sampingnya. Ini hanya satu contoh. Masih banyak contoh lain yang kamu bisa temukan sendiri di sekitarmu.

Tentunya ada pengaruh baik dan kurang baik dari teknologi ini. Jika kamu bisa menggunakannya dengan baik, teknologi akan membantumu. Namun, jika tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, kamu pun hanya mendapatkan hal-hal yang bisa merugikanmu saja. Jadi, jangan sampai nih dengan adanya teknologi yang makin baik, kamu pun jadi tersesat atau berubah jadi pribadi yang kurang baik.

Berikut ini Trivia akan mengajakmu untuk melakukan refleksi pada dirimu sendiri dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Bukankah dengan menjadi pribadi yang lebih baik, kamu makin punya potensi yang lebih besar untuk majukan bangsa ini? Mari kita lakukan sama-sama! Yuk, kita buang jerat-jerat pengaruh negatif ini dan berubah jadi pribadi yang lebih baik dan merdeka!

Berapa banyak buku yang sudah kamu baca di tahun 2017 ini? Tahukah kamu jika para orang sukses dunia menjadikan membaca bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebiasaan hariannya. Orang sukses dan sudah punya nama besar saja masih banyak baca dan belajar.

Kamu bisa membaca apa saja. Perluas wawasanmu. Kamu bisa sisihkan sedikit waktumu dalam sehari untuk membaca, misalnya saat pagi, di perjalanan menuju sekolah atau kampus, jam makan siang, waktu bersantaimu, atau sebelum tidur. Dengan banyak membaca, pengetahuanmu jadi lebih luas. Kamu bisa belajar bagaimana memahami sesuatu dari berbagai macam perspektif. Jadi, kalau ngobrol sama orang lain asyik deh. Temanya beragam dan juga selalu ada bahan baru untuk diobrolkan.

Pernahkah kamu mendengar istilah "Makin banyak belajar, makin banyak yang tidak kita tahu." Ya, istilah ini digunakan untuk mengibaratkan orang pintar yang mau banyak dan terus belajar itu tak pernah akan merasa puas. Jika mereka belajar sesuatu dengan lebih mendalam, makin banyak pertanyaan yang datang di kepala yang ingin mereka tahu lebih. Kamu mungkin pernah merasakannya juga. Begitulah salah satu proses belajar.

Menjalani hidup itu adalah proses belajar. Jadi, belajar itu tak ada hentinya. Belajar itu tidak berhenti saat kamu lulus sekolah atau lulus kuliah. Belajar pun tak hanya sebatas di sekolah maupun di kampus. Tidak hanya belajar pada guru atau buku yang disediakan sekolah atau kampus. Kamu bisa belajar di mana saja, berguru pada siapa saja, dan dari berbagai sumber mana saja. Jangan pernah berpuas diri pada proses belajar. Jika kamu sudah merasa tahu, dalami lagi dan lagi. Atau mungkin kamu bisa bagikan ilmumu pada orang lain.

Tapi, jangan sampai kamu terjerat pada rasa merasa paling tahu atau serba tahu. Hal ini adalah hal yang paling menyesatkanmu lho, Sahabat Trivia. Jika kamu sudah merasa paling tahu atau serba tahu, berarti kamu mengakhiri proses belajarmu itu sendiri. Ingatlah, akan selalu ada orang yang jauh lebih pintar darimu.


Nah, ini mungkin lanjutan dari penjelasan di atas ya. Mungkin kamu sering menemui teman yang sebenarnya tidak tahu akan satu hal, tapi jadi sok tahu. Atau mungkin kamu sendiri mengalaminya? Kamu takut bilang 'tidak tahu' ketika kamu memang benar-benar tidak tahu karena takut dianggap kurang gaul, ketinggalan zaman, atau kurang pintar. Lingkungan seperti ini nih yang harus diubah! Mulailah dari dirimu sendiri dulu. Ketika ada teman yang tidak tahu akan sesuatu, jangan bersikap memojokkan dia dan menganggap dirinya aneh karena tidak mengetahui hal tersebut. Kamu bisa bantu jelaskan padanya baik-baik. Dia pasti akan senang dan tak akan merasa takut untuk bilang 'tidak tahu'.

Lalu, kamu juga jangan sungkan-sungkan untuk bilang 'tidak tahu' jika memang tidak tahu. Tapi, jangan lantas kamu tidak mau tahu. Tapi, lanjutkan dengan bilang "Tapi, aku juga mau berusaha untuk tahu." Wajar saja jika seseorang tidak tahu hal yang kamu tahu betul.

Mungkin hal tersebut juga berlaku pada temanmu, ada hal-hal yang tidak kamu tahu tentang sesuatu yang dia tahu betul. Bukankah tiap orang punya ketertarikan tersendiri akan suatu hal? Sangat normal jika dia akan lebih mengetahui sesuatu yang dia sangat suka dan tidak begitu memahami sesuatu hal yang dia tidak begitu minati.


Saat ini, makin banyak godaan buat kamu untuk menghabiskan uangmu untuk makan dan nongkrong di tempat kekinian demi bisa mengisi feeds instagrammu, membeli baju yang sedang hits, menonton film yang sedang dibicarakan banyak orang, dan mengikuti gaya hidup yang sedang dianggap keren di komunitasmu. Ini wajar sekali. Setiap orang pasti ingin diakui di komunitasnya dan selalu ingin tampak keren di depan orang lain. Namun, kamu pun harus kembali refleksi pada dirimu. Apakah ini sesuai denganmu? Apakah ini sesuatu yang betul-betul kamu suka dan inginkan? Apakah ini membuatmu nyaman? Dan yang terpenting adalah apakah gaya hidup ini sesuai dengan kemampuanmu?

Jika ini memang sesuai dengan kemampuanmu, mungkin tidak apa-apa. Yang jadi masalah adalah ketika kamu hanya ikut-ikutan demi bisa tampil eksis dan memaksakan dirimu. Ini sudah bentuk gaya hidup yang tidak sehat namanya. Lebih baik, kamu pergunakan untuk sesuatu yang bisa menunjang produktivitasmu.

Misalnya, kamu bisa berpenampilan lebih baik dengan alasan dapat bergaul dengan orang-orang di lingkunganmu, enak dipandang, atau bisa meningkatkan kepercayaan dirimu. Kamu pun bisa menyisihkan uangmu untuk membeli buku, mengikuti kursus sesuai bidang yang kamu suka, ikut diskusi atau workshop untuk meningkatkan kemampuanmu, datang ke acara-acara yang bisa membuatmu bertambah ilmu dan pengetahuan, traveling dengan tujuan melatih kemandirian dan belajar bertahan hidup sendiri, dan lain-lain. Sudahkah kamu coba lakukan ini, Sahabat Trivia? Pastinya, jangan lupa sisihkan uangmu untuk menabung ya. Ini penting sekali untuk masa depanmu.

“Personality begins where comparison leaves off. Be unique. Be memorable. Be confident. Be proud.” ~Shannon L. Alder

Pernahkah tanpa sengaja kamu membandingkan dirimu dengan orang lain? Walau sebenarnya kamu pun menyadari apa yang kamu lakukan itu bukan hal yang tepat. Mulai dari pekerjaan, penampilan fisik, hingga kehidupan bisa jadi isu perbandingan yang tak ada habisnya. Tahukah Sahabat Trivia, membandingkan dirimu dengan orang lain adalah jalur cepat untuk menghilangkan kebahagiaanmu. Saat kamu membandingkan diri dengan orang lain, kamu akan lebih fokus pada apa yang tidak kamu miliki atau pada orang yang kamu jadikan perbandingan. Padahal, ada dirimu dengan sejumlah kualitas yang kamu punya yang lebih penting untuk kamu perhatikan dan kembangkan. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain adalah bukti bahwa kamu belum sepenuhnya merdeka.

Salah satu kunci menjadi pribadi yang merdeka adalah berani menjadi dirimu sendiri. Saat kamu memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk menjadi diri sendiri, saat itulah kamu tidak terikat pada apa yang orang lakukan atau orang miliki dan tidak merasa terbebani untuk melakukan hal yang serupa.

Sebagai generasi millennials, kamu tak perlu melakukan apa yang menurutmu tak sesuai dengan nilai dan prinsip yang kamu yakini, hanya karena banyak orang yang melakukannya. Tunjukkan keunikan yang kamu miliki dan jadilah dirimu sendiri. Jadilah merdeka!

Generasi millennials dikenal sebagai generasi dengan karakter yang kreatif, inovatif, dan sangat supel. Sayangnya, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, tak sedikit para millennials yang menganggap kebebasannya bersuara sebagai izin mengabaikan kesopanan.

Bersikap supel dan ramah terhadap siapa saja tentu menjadi nilai plus yang kamu punya, tapi hati-hati, tetap ada norma kesopanan yang harus dipatuhi.

Akrab dengan atasan atau orang yang lebih tua bukan berarti kamu jadi bisa bercanda seenaknya dengannya. Yuk, jadi generasi millennials yang gaul, tapi tetap sopan dong.

Jangan ngaku jadi anak kekinian kalau kamu belum berkarya. Anak-anak milennials dikenal dengan daya pikirnya yang kreatif dan maju. Tidak heran, kalau sekarang banyak anak-anak muda yang sukses dengan bidang dan passionnya masing-masing. Nah, kamu jangan mau kalah dong!

Sebagai generasi millennials yang hidup di zaman yang serba mudah, seharusnya itu menjadi keuntungan yang bisa kamu manfaatkan dengan baik. Bagaimana kamu bisa terlihat dengan membanggakan adalah dengan membuat karya dan itu bisa bermanfaat, tidak hanya untuk dirimu tapi juga orang di sekitarmu.

Misalnya, kamu yang punya passion di bidang crafting, kenapa tidak kamu mulai menjual barang-barang unik yang dibuat sendiri. Setelah itu, kamu pun bisa berbagi dengan membua workshop kecil-kecilan untuk orang-orang yang juga tertarik dengan dunia crafting. Nah, dengan begitu selain kamu pun bisa berkarya, kamu juga bisa sedikit demi sedikit berbagi ilmu yang kamu punya. Kalau sudah begini, itu yang dinamakan anak kekinian, generasi yang selau berkarya dan juga bisa berguna untuk orang banyak. Jadilah merdeka dengan berkarya sepenuh hatimu!

Wah, sepertinya anak-anak muda Indonesia masih sedikit yang menyadari hal ini. Budaya copy-paste yang mungkin sudah begitu melekat, membuat kamu tidak bisa membedakan mana yang dikatakan plagiat dan mana yang tidak. Seperti misalnya, kamu menulis untuk tugas kuliah atau skripsi kamu, jangan sampai mengutip atau hanya copy-paste karya orang lain saja. Selain itu, jangan pernah mengaku karya yang bukan milikmu!

Jika kamu mengambil sumber informasi atau gambar dari orang lain, sebisa mungkin kamu cantumkan sumbernya dari mana. Kamu pun bisa belajar lagi bagaimana tata cara mengutip tulisan orang lain dengan benar.


Menjadi seseorang yang menginspirasi dan sukses, tentulah impian semua orang. Jika di kemudian hari kamu berhasil meraihnya, tetaplah menjadi seseorang yang humble. Jadilah seseorang yang selalu rendah hati, tetap sederhana, dan menjadi dirimu sendiri.

Banyak contoh sukses di luar sana yang menerapkan sifat seperti ini. Dengan kesuksesan yang telah mereka dapatkan, mereka tetap hadir dalam kesederhanaan. Seperti misalnya, Mark Zuckerberg. Siapa yang tidak kenal dengan sosoknya? Salah satu orang terkaya ini memang dikenal dengan pribadinya yang rendah hati dan sederhana. Dia tidak pernah membedakan dirinya dengan para karyawan di kantornya, gaya hidupnya pun tidak neko-neko, dan tidak pernah lupa untuk berbagi. Nah, kamu juga harus menjadi pribadi yang seperti itu ya, Sahabat Trivia!

Manusia adalah makhluk sosial. Jadi, sudah sepatutnya setiap manusia saling peduli dan peka terhadap keadaan sekitar. Peduli terhadap sekitar rasanya bukan lagi hal yang dianggap penting bagi generasi masa kini. Millennial cenderung peduli terhadap dirinya sendiri, penampilannya sendiri, dan kehidupan pribadinya sendiri. Padahal akan lebih baik jika kamu bisa peka terhadap kehidupan di sekitarmu. Menjadi seseorang yang bisa bermanfaat untuk orang lain pasti akan sangat menyenangkan dan melegakan loh, Sahabat Trivia.

Jika kamu bingung ingin memulai kepedulian kamu terhadap sekitar dari mana, kamu bisa memulainya dari lingkungan terdekat kamu, misalnya keluarga.

Berikanlah waktu kamu, meski sedikit untuk santai bersama keluarga, berbincang-bincang, dan berbagi cerita tentang apa saja yang menurut kamu akan sangat menyenangkan jika dibahas. Atau, mulai dari peduli terhadap lingkungan untuk membuang sampah pada tempatnya, ramah terhadap orang-orang, tidak memetik bunga yang masih segar hanya karena bunga tersebut tampak bagus, dan lain sebagainya. Yuk, mulai peduli terhadap sekitar dan sesama, Sahabat Trivia!

Berapa dana yang harus kamu keluarkan untuk mengisi kuota internet kamu selama 1 bulan, Sahabat Trivia? Biasanya apa saja sih kegiatan yang membutuhkan internet? Kadang-kadang dengan adanya internet yang sinyalnya cepat, membuat kita terbuai untuk membuka semua media sosial kita atau mencari tahu sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan. Bahkan mendownload aplikasi-apliasi yang hanya memenuhi storage ponsel kamu. Padahal nantinya akan hapus lagi. Duh, itu namanya pemborosan!

Apalagi kalau kamu menggunakan internet untuk melihat sesuatu yang tidak layak dilihat, mengomentari kehidupan orang lain dengan kata-kata yang kasar, bahkan membuka media sosial hanya untuk ikutan membully teman atau orang yang notabene tidak kamu kenal sama sekali. Sayang banget!

Nah, mulai sekarang belajar untuk bijak yuk menggunakan internet! Agar kehidupan kamu juga jauh lebih berkualitas dan waktu kamu juga tidak terbuang percuma. Rasanya sikap dan perilaku bijak menggunakan internet adalah hal yang wajib juga dimiliki oleh kamu yang mengaku millennial nih, Sahabat Trivia!

"Don't judge a book by its cover."

Kutipan di atas ternyata memang benar banget ya, Sahabat Trivia. Memang terkadang secara tidak sadar, kamu sering kali menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Misalnya, jika seseorang menggunakan kacamata, dengan cepat kamu langsung berpikiran kalau orang tersebut sangat keren dan cerdas. Padahal mungkin saja dia sedang meminjam kacamata temannya atau malah sedang sakit mata. Ketika kamu melihat perempuan dengan pakaian yang cukup terbuka, dengan cepat kamu menuduh bahwa perempuan tersebut adalah perempuan tidak baik. Padahal siapa tahu saja dia justru sosok perempuan yang peduli terhadap orang lain, murah hati, dan ramah.

Nah, mulai sekarang, kita belajar yuk untuk tidak menilai seseorang dari 'kulitnya' saja, Sahabat Trivia. Kamu tidak hanya wajib membuka mata lebar-lebar, tapi kamu juga wajib membuka hati dan pikiranmu dalam menilai orang lain. Kamu tidak akan pernah tahu sebaik atau sejahat apa orang tersebut jika kamu tidak mengenalnya lebih dalam, bukan?

BACA JUGA


Deretan Anak Muda Indonesia yang Berprestasi dan Inspiratif. Berikut Perjuangan Mereka yang Bisa Kamu Tiru, Sahabat Trivia!

Deretan Anak Muda Indonesia yang Berprestasi dan Inspiratif. Berikut Perjuangan Mereka yang Bisa Kamu Tiru, Sahabat Trivia!

Kali ini, Trivia menghadirkan beberapa anak muda inspiratif dan mampu membanggakan Indonesia. Mereka berprestasi karena karyanya yang mampu ...

Read more..

Jadi, sudah siap jadi millennials yang lebih keren, merdeka, dan membanggakan, Sahabat Trivia?


Penulis:Rezita Rani, Qiqi Nur Indah Sari, Ulfa Sekar Langit, Resty Amalia

Editor:Resty Amalia




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saatnya Merdeka, Inilah Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan dan Dilakukan Millennials Mulai Saat Ini Agar Jadi Anak Muda yang Sukses". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Trivia | @triviaid

Real stories of real life people

Silahkan login untuk memberi komentar