Saya Mencintainya Diam-Diam Selama Ini. Mungkin dengan Cara-Cara Berikut Ini Saya Akhirnya Bisa Mengungkapkan Rasa Padanya

Saya Mencintainya Diam-Diam Selama Ini. Mungkin dengan Cara-Cara Berikut Ini Saya Akhirnya Bisa Mengungkapkan Rasa Padanya

2.9K
Lebih dari seorang teman yang aku kenal sebagai temanku. Apa kamu pernah merasakan jatuh cinta diam-diam dengan temanmu sendiri?

Sebuah cerita cinta klasik, rasanya setiap orang mungkin pernah mengalaminya. Sosok itu membawaku dalam sebuah perasaan yang teramat dalam, hingga aku lupa dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan ini kepadanya. Aku hanya tahu bagaimana untuk terus bisa berada di dekatnya. Adalah seseorang yang sering aku temui setiap hari, kami saling bertemu, berbicara, menatap dan berbagi cerita. Awalnya aku pikir ini karena sosoknya yang begitu baik dan ramah kepada siapa saja, namun ternyata aku melihatnya lebih dari itu. Lebih dari seorang teman yang aku kenal sebagai temanku. Apa kamu pernah merasakan jatuh cinta diam-diam dengan temanmu sendiri?

Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta - Tere Liye


photo credit: oooly

Terkadang apa yang menarik adalah bukan karena topik perbincangan yang sedang kami bahas, terlebih karena pada saat itu aku bisa merasakan, betapa aku bisa menjadi pendengar yang baik bagi dirinya. Perhatian-perhatian kecil pernah aku berikan untuknya, sekedar ucapan semangat untuk menjalani hari. Ya, itu memang lumrah sebagai bentuk perhatian seorang teman. Namun, sebenarnya aku benar-benar ingin selalu melihatmu menjalani hari dengan baik-baik saja. Kalau bisa terungkapkan, perhatianku ini sebenarnya wujud perasaanku terhadapmu. Aku tidak pernah berani memberikan sinyal-sinyal lebih yang bisa membuatmu mengerti kalau aku menyukaimu lebih dari seorang teman.

Memendam cinta sendirian dan patah hati pun sendirian

Pernah suatu hari aku merasakan kecewa yang sangat teramat dalam, saat aku tahu ternyata dia memiliki sosok perempuan yang telah mengisi hatinya. Kenapa kecewa? tanyaku. Bukankah memang itu yang seharusnya terjadi. Perasaanku bukanlah penghalang bagi dirinya untuk menjalin hubungan dengan orang lain, karena memang aku tidak pernah membiarkan dirinya untuk tahu. Seperti ini memang saat kau merasakan jatuh cinta sendirian, ketika kamu menemukannya berbahagia dengan orang lain, hanya dirimu yang merasa sedih.

Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta - Tere Liye

Aku sering berpikir, bagaimana diriku di matanya? Segala kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja juga dia rasakan. Bagaimana kalau ternyata dia juga menyukai diriku. Sama halnya seperti aku, dia mungkin tidak berani mengatakannya kepadaku. Entahlah, itu hanya harapanku saja. Kenyataannya, perempuan itu sudah mengisi hari-harinya. Ada rasa marah yang menghinggapi saat aku melihat dia bersamanya. Terlebih pernah suatu ketika, saat kami sedang berbicara santai berdua dia memintaku untuk mencari pacar saja agar hariku lebih berwarna. Rasanya ingin aku teriak di telinganya, dialah orang yang selama ini aku tunggu.

Sampai pada akhirnya, semua perasaan ini tidak bisa aku bendung lagi. Seperti bom waktu yang tinggal menunggu waktunya untuk meledak. Menyimpan sesuatu berlarut-larut agar semuanya masih terlihat baik-baik saja memang tidak pernah semudah itu. Pikiranku di penuhi dengan segala ketakutan dan keresahan yang aku buat sendiri.


Jika aku mengungkapkannya, apa yang akan dia pikirkan?

Itulah pertanyaan terbesar yang selalu aku pertanyakan. Namun, sayangnya tidak pernah juga aku mendapatkan jawabannya, mengucapkannya saja tidak pernah. Apakah dia masih akan menganggapku sebagai temannya? Apakah sikapnya akan berbeda? Apakah dia akan menjauhiku? Apakah, apakah yang lainnya terus saja menjadi pertanyaan yang tidak pernah aku temukan jawabnya.

Perasaan adalah perasaan. Cinta adalah cinta. Meski tidak kita bilang, tetap saja cinta. Bahkan kalaupun cinta itu ditolak, dihina, dibanting, dia sungguh tetap cinta. Paling disebut dengan cinta tak sampai, cinta terpendam - Tere Liye

Untukmu yang juga pernah merasakan cinta diam-diam, bukankah mengungkapkannya bukanlah dosa besar yang harus kamu takuti. Cinta tidak bisa memilih dengan siapa kau akan jatuh cinta. Jika memang dia yang adalah temanmu orang yang kamu cintai selama ini, ungkapkanlah padanya.


Pertama yang harus kau tahu, diam tidak selalu emas

photo credit: secretadmirerexchange

Untuk beberapa hal mungkin benar, diam adalah emas. Namun, dalam hal ini jika kau diam terlalu lama maka rasa yang kau simpan sendiri itu pun akan terasa semakin sesak. Kau hanya akan terus menyalahi dirimu sendiri. Ingat, perempuan tidak hanya bisa menunggu dia juga harus bisa mengucapkan. Jangan kaku dengan anggapan kalau perempuan tidak boleh berbicara cinta terlebih dahulu, karena sebenarnya cinta itu tercipta untuk dia perempuan dan laki-laki.


Kamu boleh mencintainya, namun ingat saat dia sedang bersama perempuan itu jangan pernah mengganggunya

photo credit: hiburan

Bukan berarti, orang yang paling merasa mencintai lantas merasa paling berhak untuk menjadi milik dari seseorang itu. Kalau ternyata dirinya sudah memiliki seseorang dalam hidupnya, tahanlah dirimu untuk jangan pernah mengganggunya.


Tunggu waktu yang tepat

Saat keberanianmu sudah terkumpul dan tekadmu sudah bulat untuk mengatakan cinta, carilah waktu yang tepat. Bicaralah dari hati ke hati.


Ingat, mengungkapkan bukan berarti kamu inginkan dia untuk menjadikanmu pacar saat itu juga

Saat mungkin kata "Aku mencintaimu" telah kau utarakan. Lalu, terdengar sebuah pernyataan "Maaf aku tidak bisa bersamamu", tegaslah berkata jika ini bukanlah permintaan agar ia menjadikanmu kekasih saat itu juga. Apa yang kau ucapkan hanyalah sebuah perasaan yang perlu disampaikan.


Setelah ini, berbahagialah

photo credit: Tumblr

Orang yang mengungkapkan cinta lebih dulu bukan berarti dia menjadi orang paling terpuruk. Bahkan, setelah ini dirinya akan menjadi lebih kuat untuk menjalani lembar baru di kehidupannya. Setidaknya tidak ada rasa menyesal di kemudian hari yang membuatmu menyesal. Tidak ada yang lebih sakit dari rasa menyesal karena kamu belum pernah sama sekali mencobanya. Dari kisah ini pun kamu bisa belajar, menghargai sebuah perasaan orang yang lain itu sangat perlu. Kamu tidak pernah tahu ada berapa banyak hari yang telah ia lewati untuk membuatnya berani mengucapkan cinta kepadamu.

BACA JUGA


Untuk Sepenggal Kisah Masa Laluku, Terima Kasih Karena Kau Telah Mengubahku Menjadi Perempuan yang Jauh Lebih Baik dan Kuat Saat Ini

Untuk Sepenggal Kisah Masa Laluku, Terima Kasih Karena Kau Telah Mengubahku Menjadi Perempuan yang Jauh Lebih Baik dan Kuat Saat Ini

Mempertahankan memang tidak pernah mudah, terlebih lagi bila harus melepaskan. Terkadang yang sulit bukan melepaskan seseorang, tetapi ...

Read more..


Kisah ini ditulis berdasarkan kisah pilihan di #CurhatCinta #CurhatCintaTrivia




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saya Mencintainya Diam-Diam Selama Ini. Mungkin dengan Cara-Cara Berikut Ini Saya Akhirnya Bisa Mengungkapkan Rasa Padanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Trivia | @triviaid

Real stories of real life people

Silahkan login untuk memberi komentar