Sebagai Pencinta Sastra, Saya Sangat Pelit Menyangkut Buku Saya. Pada Akhirnya, Saya Sadar Berbagi Itu Indah

Sebagai Pencinta Sastra, Saya Sangat Pelit Menyangkut Buku Saya. Pada Akhirnya, Saya Sadar Berbagi Itu Indah

962
Jika kamu seorang pecinta buku sama seperti saya, kamu pasti akan merawat bukumu mati-matian. Tak jarang, kamu terlalu pelit pada temanmu yang ingin meminjam bukumu. Itu lah yang saya alami.

Mungkin hanya penggemar buku saja yang bisa memahami perasaan kefanatikan akan koleksi buku-buku. Jika kamu seorang pecinta buku sama seperti saya, kamu pasti akan merawat bukumu mati-matian. Tak jarang, kamu terlalu pelit pada temanmu yang ingin meminjam bukumu. Itu lah yang saya alami. Pengalaman tentang koleksi buku ini ingin saya bagikan kepada kalian.

I do believe something very magical can happen when you read a good book - J.K. Rowling


Rasa sayang saya pada buku membuat saya enggan membaginya dengan orang lain


Dengan bangga, saya mengatakan bahwa saya adalah seorang pecinta sastra. Saya sangat menyayangi buku-buku. Hampir semua jenis buku pernah saya baca, dari mulai komik hingga buku marketing. Bisa dikatakan saya sangat pelit bila menyangkut koleksi buku saya. Bila seorang teman ingin meminjam, saya akan mewanti-wantinya untuk menjaga buku saya. Kalau saya tidak yakin bahwa dia bisa menjaga buku saya, saya akan menolak meminjamkan. Teman-teman saya sudah terbiasa dengan perilaku saya ini dan terkadang mereka menjuluki saya ‘pelit’.


Musibah banjir menjadi malapetaka buat koleksi buku saya


Buku saya ada ratusan jumlahnya, dan saya menyadari buku-buku saya ini mulai memakan tempat di dalam rumah. Orangtua saya mengatakan untuk menyumbangkan atau menjual saja buku-buku tersebut. Saya dengan tegas menolak usulan mereka. Bagi saya, buku-buku ini harus berada di tangan yang tepat dan itu adalah tangan saya. Hingga suatu hari, rumah saya terendam banjir. Itu adalah banjir pertama yang melanda daerah saya. Banjir itu tidak bertahan lebih dari sehari, tetapi sudah bisa merusak koleksi buku-buku saya. Saya membersihkan sisa-sisa banjir sambil berusaha sekuat tenaga mengeringkan buku-buku saya. Akan tetapi, banyak sekali buku yang rusak dan sudah tidak bisa dibaca lagi.


Perlahan-lahan pemikiran saya tentang koleksi buku pun berubah

Setelah membuang beberapa buku yang tidak layak baca, saya tersadar bahwa apa yang menimpa saya mungkin sebuah peringatan, bahwa saya harus mengurangi koleksi saya. Saya menyortir buku yang masih bagus dan layak, tetapi sudah lama sekali tidak saya baca ulang. Terkumpul puluhan buku yang dengan enggan, akan saya jual. Kemudian saya membuat sebuah akun di sebuah situs jual beli dan mengunggah buku-buku saya. Saya tidak benar-benar berharap akan ada yang membeli buku-buku tersebut. Saya memasang harga murah karena saya juga tidak mengharapkan keuntungan dari buku-buku tersebut. Seminggu berlalu dan seorang pembeli menyukai buku saya, hari itu juga pembeli tersebut mengirim uang dan baru esok hari saya membungkus buku tersebut untuk dikirim. Ketika membungkus pun masih ada perasaan enggan berpisah dengan buku tersebut.


Pada akhirnya, tidak ada yang lebih indah selain berbagi buku pada orang lain


Tiga hari berlalu dan terdapat sebuah pesan di akun situs jual beli saya, bahwa buku tersebut telah diterima. Pembeli tersebut mengatakan terima kasih banyak karena dia telah mencari buku yang saya jual tersebut ke segala tempat dan akhirnya menemukannya. Saya sempat tersentuh. Saya berpikir bahwa masih banyak orang yang membutuhkan buku-buku saya di luar sana. Akhirnya, saya semakin giat mengunggah foto-foto buku yang akan saya jual. Sebulan kemudian, seorang pembeli kembali menyukai buku saya dan uniknya, pembeli ini sering sekali menanyakan pada saya apakah buku tersebut telah dikirim. Karena kesibukan saya saat itu, saya mengirim buku tersebut selang beberapa hari. Melihat kesungguhan pembeli ini, saya bahkan memberinya sebuah buku sebagai bonus. Ketika barang telah sampai padanya, dia mengatakan terima kasih yang banyak atas bukunya dan bonus yang diberikan.

Pengalaman ini mengajarkan saya, bahwa barang-barang yang tak lagi terpakai bisa menjadi berkah bagi orang lain.

Beberapa buku anak-anak juga saya sumbangkan ke pelbagai panti asuhan maupun perpustakaan umum. Rasanya lega saat saya mengatarkan buku-buku ini ke pembeli atau pun ke perpustakaan. Ada perasaan senang saat mengetahui buku-buku saya akan dibaca oleh orang-orang yang lebih membutuhkan.

BACA JUGA


Booktuber Ini Bisa Kamu Jadikan Inspirasi. Ingin Menyebarkan Virus Cinta Membaca Lewat YouTube? Bisa Banget!

Booktuber Ini Bisa Kamu Jadikan Inspirasi. Ingin Menyebarkan Virus Cinta Membaca Lewat YouTube? Bisa Banget!

Saluran Youtube merupakan alat yang ampuh untuk menyebarkan kecintaan terhadap aktivitas membaca

Read more..

Buku adalah jendela dunia. Ketika kamu sudah memiliki banyak ilmu dan cerita yang kamu serap dari buku, tak ada salahnya kamu membaginya pada orang lain. Yuk, berbagi keseruan sebuah cerita ke orang-orang!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sebagai Pencinta Sastra, Saya Sangat Pelit Menyangkut Buku Saya. Pada Akhirnya, Saya Sadar Berbagi Itu Indah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Nabilah | @nabilahputri

nabilahbelerang.blogspot.com

Silahkan login untuk memberi komentar