Peringati Hari Pahlawan, Yuk! 8 Pahlawan Ini Namanya Paling Banyak Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Kota-Kota Besar di Indonesia. Kamu Tahu Siapa Mereka?

photo credit: Kompasiana

Peringati Hari Pahlawan, Yuk! 8 Pahlawan Ini Namanya Paling Banyak Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Kota-Kota Besar di Indonesia. Kamu Tahu Siapa Mereka?

1.1K
Menjadikan nama pahlawan sebagai nama jalan adalah salah satu bentuk kecil yang dapat dilakukan untuk mengapresiasi perjuangan mereka.

Memasuki bulan November artinya Hari Pahlawan Nasional akan segera tiba. Terdapat banyak sekali bentuk dan cara mengapresiasi para pahlawan, mulai dari mengunjungi makam dan mendoakan, membuat karya yang menceritakan atau terinspirasi dari kisah-kisah mereka, hingga menggunakan nama-nama mereka sebagai nama tempat atau jalan. Dari sekian banyak pahlawan yang ada di Indonesia, 8 pahlawan ini adalah yang namanya paling banyak digunakan sebagai nama jalan di kota-kota di Indonesia. Apa kamu sudah tahu siapa saja dan penting peran apa yang para pahlawan ini berikan bagi Indonesia di masa lalu? Kalau belum, ketahui lebih dalam tentang tokoh-tokoh hebat ini, yuk!


1. Jenderal Sudirman

photo credit: Profilpedia, Lyra's Craft

Jenderal Sudirman adalah seorang perwira tinggi pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Ia merupakan panglima pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang sekarang dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Saat dipilih menjadi panglima, Jenderal Sudirman baru berusia 29 tahun. Pahlawan yang lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916 dan wafat di Magelang pada 29 Januari 1950 ini sangat dihormati oleh rakyat Indonesia dari masa ke masa. Namanya merupakan salah satu yang paling banyak diabadikan di kota-kota besar di Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Balikpapan, dan Makassar.


2. Gatot Subroto

photo credit: Wikipedia, Marceline Press

Gatot Subroto lahir di Sumpiuh, Banyumas, 10 Oktober 1907 dan wafat di Jakarta, 11 Juni 1962 di usia 54 tahun. Ia merupakan salah satu pejuang militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Meski bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang, Gatot Subroto dikenal solider terhadap rakyat kecil, lho. Ia adalah penggagas akademi militer gabungan (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut) yang kemudian diwujudkan dengan pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) 3 tahun setelah kematiannya. Jakarta, Bandung, Medan, Solo, Denpasar, dan Semarang adalah beberapa kota yang memiliki jalan yang diambil dari nama pahlawan ini.


3. Otto Iskandar Dinata

photo credit: Pahlawan Indonesia, kaostokoh

Otto Iskandar Dinata atau yag biasa disingkat Otista adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir di Bojongsoang, Bandung, 31 Maret 1897. Ia aktif di orginasisasi Budi Utomo sebagai wakil ketua cabang Bandung periode 1921-1924 serta menjadi bagian dari BPUPKI dan PPKI. Otista dijuluki si Jalak Harupat karena keberaniannya melawan penjajah, lho, Sahabat Trivia. Wajah pahlawan ini diabadikan di uang kertas pecahan 20 ribu lama dan namanya digunakan sebagai nama jalan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Garut.


4. Raden Ajeng Kartini

photo credit: Biografi, Cinta Negeri

Siapa sih yang nggak tahu pahlawan yang satu ini? Raden Ajeng Kartini adalah tokoh pelopor kebangkitan perempuan pribumi dan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. R. A. Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879 dan wafat di Rembang, 17 September 1904 pada usia 25 tahun. Surat-surat yang ditulis Kartini diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Nama Kartini diabadikan menjadi nama-nama jalan di kota Depok, Bandung, Surabaya, Bandar Lampung, dan Samarinda.


5. Tuanku Imam Bonjol

photo credit: suaraindonesia, biografipedia

Kita pasti sudah tidak asing dengan wajah di atas. Yup, Tuanku Imam Bonjol adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang berada di uang kertas pecahan 5 ribu lama. Ia adalah seorang ulama yang lahir di Bonjol, Sumatera Barat pada 1 Januari 1772. Ia dikenal sebagai pejuang yang melawan Belanda dalam Perang Padri pada tahun 1803-1838. Tuanku Imam Bonjol wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Minahasa pada 6 November 1864. Nama pahlawan ini diabadikan sebagai nama jalan di kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Salatiga, Padang, Bandar Lampung, dan sejumlah kota lainnya.


6. Wolter Monginsidi

photo credit: profilmerdeka, pahlawancenter

Mungkin beberapa dari kita agak asing dengan nama yang satu ini. Wolter Monginsidi adalah satu dari sekian banyak pahlawan yang wafat di usia muda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tokoh yang bernama lengkap Robert Wolter Monginsidi ini lahir di Malalayang, Manado, Sulawesi Utara pada 14 Februari 1925. Pada tahun 1946, ia dan beberapa tokoh lainnya membentuk Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) untuk menyerang Belanda, yang kemudian membuatnya ditangkap oleh pihak Belanda. Monginsidi sempat kabur namun kembali tertangkap dan akhirnya dijatuhkan hukuman mati. Ia dieksekusi di Makassar pada 5 September 1949 di usia 24 tahun. Beberapa kota seperti Jakarta, Ambon, Manado, Yogyakarta, Semarang, dan Pontianak mengabadikan namanya sebagai sebuah nama jalan.


7. Pangeran Diponegoro

photo credit: biografiku, WIkipedia

Sahabat Trivia masih ingat Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang terjadi tahun 1825-1830? Pangeran Diponegoro ini terkenal karena memimpin perang melawan Belanda yang tercatat sebagai perang dengan jumlah korban paling banyak di Indonesia tersebut. Pangeran Diponegoro lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 dan wafat di Makassar, 8 Januari 1855 setelah ditahan selama 25 tahun oleh Belanda karena ia menyerahkan diri demi membebaskan laskarnya. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Bandung, Yogyakarta, Salatiga, Palembang, dan beberapa kota besar lainnya.


8. Jenderal Ahmad Yani

photo credit: biografiku, Islamumin

Pahlawan yang satu ini adalah komandan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang dibunuh oleh anggota Gerakan 30 S PKI. Pada Agustus 1958, ia memerintahkan Operasi 17 Agustus terhadap Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia pemberontak di Sumatera Barat yang berhasil merebut kembali Kota Padang dan Bukittinggi. Keberhasilan inilah yang akhirnya membuat Jenderal Ahmad Yani diangkat sebagai Kepala Angkatan Darat pada 13 November 1963. Jenderal Ahmad Yani tewas ditembak anggota G 30 S PKI pada 1 Oktober 1965 ketika mencoba menolak untuk dibawa ke hadapan presiden. Tubuhnya kemudian dibawa ke Lubang Buaya dan disembunyikan di sebuah sumur bekas bersama dengan jasad-jasad jenderal lainnya. Jalan-jalan yang menggunakan nama Ahmad Yani berada di kota-kota seperti Sukabumi, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, dan Denpasar. Namanya juga diabadikan untuk nama bandar udara di Semarang.

BACA JUGA


Pahlawan-Pahlawan dalam Uang Baru NKRI. Hayo, Kamu Kenal Mereka Semua Nggak?

Pahlawan-Pahlawan dalam Uang Baru NKRI. Hayo, Kamu Kenal Mereka Semua Nggak?

Selain duo plokamator kita, Sukarno-Hatta, yang tetap tampil dalam pecahan Rp 100.000, uang pecahan lain menampilkan sepuluh gambar pahlawan ...

Read more..

Nah, itu dia kisah perjuangan dari 8 Pahlawan nasional Indonesia yang namanya sering kita lihat dan dengar di jalan-jalan kota di Indonesia. Melihat perjuangan mereka yang sangat besar, memang sudah sepantasnya ya nama mereka diabadikan sebagai bentuk apresiasi. Kalau di kotamu, pahlawan mana saja yang dijadikan nama jalan?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Peringati Hari Pahlawan, Yuk! 8 Pahlawan Ini Namanya Paling Banyak Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Kota-Kota Besar di Indonesia. Kamu Tahu Siapa Mereka?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tasha Pribadi | @tashapribadi

Silahkan login untuk memberi komentar