Selamat Ulang Tahun Eyang Sapardi! Indahnya Musikalisasi 5 Puisi Sapardi Djoko Damono yang Dibawakan AriReda Ini Pasti Bikin Kamu Terhanyut. Sudah Dengar Belum?

Photo Credit : youtube

Selamat Ulang Tahun Eyang Sapardi! Indahnya Musikalisasi 5 Puisi Sapardi Djoko Damono yang Dibawakan AriReda Ini Pasti Bikin Kamu Terhanyut. Sudah Dengar Belum?

2.6K
Suara Reda yang merdu dan suara Ari yang bening berpadu dengan petikan gitar Ari membuat musikalisasi puisi ‘Nocturno’ karya Sapardi, menjadi salah satu karya favorit anak muda.

20 Maret tujuh puluh enam tahun lalu, sastrawan Sapardi Djoko Damono (SDD) terlahir di Surakarta. Meski sering disebut sebagai pujangga, sastrawan yang pernah mendapat penghargaan SEA Write Award tahun 1986 ini tidak hanya menulis puisi, namun juga cerita pendek, novel, dan esai.

Karya-karyanya sangat populer di kalangan masyarakat, terlebih ketika dua mahasiswanya yang kini tergabung dalam grup AriReda membuat musikalisasi puisi dari beberapa puisi beliau. Duo Ari Malibu dan Reda Guadiamo sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 1982 yang pada awalnya banyak membawakan lagu-lagu asing. Baru pada tahun 1987 atas inisiatif SDD dan AGS Arya Dipayana yang saat itu sedang menggarap program dari Pusat Bahasa, duo ini fokus pada musikalisasi puisi, khususnya dari puisi karya SDD.

Hingga saat ini, musikalisasi puisi duo AriReda telah menarik perhatian khalayak, mulai dari siswa sekolah hingga masyarakat umum. Di antara sekian banyak musikalisasi puisi dari karya SDD yang telah mereka hasilkan, berikut 5 musikalisasi puisi AriReda yang tidak boleh dilewatkan begitu saja!


1. Aku Ingin

Agaknya musikalisasi puisi ini yang paling dikenal oleh masyarakat. Musikalisasi puisi karya Ags. Arya Dipayana ini merupakan salah satu karya paling awal yang dibawakan AriReda. Tahun 1991 karya ini diaransemen ulang oleh Dwiki Dharmawan dan menjadi bagian dari soundtrack ‘Cinta dalam Sepotong Roti’ dan dinyanyikan oleh Ratna Octaviani. Selain lirik yang puitis, keharmonisan musik yang dibawakan oleh AriReda membuat musikalisasi puisi ini seakan menjadi lagu wajib yang ditunggu-tunggu di setiap penampilan mereka.


Courtesy : youtube/Ruang Tengah


2. Hujan Bulan Juni

Musikalisasi puisi yang selalu laris manis dinikmati saat hujan turun atau mungkin sebagai soundtrack bagi pecinta puisi setiap memasuki bulan Juni ini dibuat oleh M. Umar Muslim. Kepopuleran puisi dan musikalisasi puisi ‘Hujan Bulan Juni’ juga berimbas pada novel karya SDD dengan judul serupa yang diterbitkan tahun 2015 lalu. Rencananya, puisi ‘Hujan Bulan Juni’ ini juga akan diangkat ke layar lebar. Tidak heran, musikalisasi puisi ‘Hujan Bulan Juni’ merupakan salah satu favorit pecinta sastra untuk menikmati hujan dengan cara yang puitis.


Courtesy : youtube / Han Lahandoe


3. Sajak Kecil Tentang Cinta

Bagi yang sudah nonton film ‘Minggu Pagi di Victoria Park’ pasti tidak asing dengan musikalisasi puisi yang dibuat oleh Umar Muslim ini. Sajak Kecil tentang Cinta pertama kali dibawakan di album Bulan Apresiasi Sastra (1988) yang bertujuan untuk mengenalkan puisi penyair Indonesia kepada siswa SMP dan SMA.

Courtesy : youtube/Agri Prad


4. Nocturno

Kubiarkan cahaya bintang memilikimu

kubiarkan angin yang pucat

dan tak habis-habisnya gelisah

tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu

entah kapan kau bisa kutangkap...

Suara Reda yang merdu dan suara Ari yang bening berpadu dengan petikan gitar Ari membuat musikalisasi puisi ‘Nocturno’ menjadi salah satu karya favorit anak muda. Apalagi lirik mengenai kehilangan yang puitis seakan menjadi lagu pengantar sepi bagi mereka yang sedang gelisah.


Courtesy : youtube/Ruang Tengah


5. Lima Sajak Empat Seuntai

Awalnya Ari Malibu menggarap sendiri musikalisasi puisi ‘Lima Sajak Empat Seuntai’ ini dengan irama rock. Kawan-kawan Ari cukup senang dengan hasil karyanya, namun tidak dengan SDD. Hanya satu kata yang keluar dari mulut SDD waktu itu, “Nggilani (menjijikkan)!”. Musikalisasi puisi ini kemudian dibuat ulang oleh AGS Arya Dipayana.


Courtesy : youtube/Wish Listening

BACA JUGA


Selain Aktivis, Soe Hok Gie juga Seorang Penyair. Siap-Siap Jatuh Cinta Melalui Puisi-Puisinya Berikut Ini

Selain Aktivis, Soe Hok Gie juga Seorang Penyair. Siap-Siap Jatuh Cinta Melalui Puisi-Puisinya Berikut Ini

Dibalik sosoknya sebagai demonstran dan aktivis, Gie juga memiliki sisi romantis

Read more..

Selain kelima musikalisasi puisi di atas, mereka juga membawakan beberapa puisi SDD lainnya yang sayang untuk dilewatkan, seperti ‘Akulah Si Telaga’, ‘Hatiku Selembar Daun’, ‘Sebermula Kata’, dan masih banyak lagi. Dengan musikalisasi puisi, AriReda ingin mengenalkan puisi kepada khalayak. Meski musikalisasi puisi sering dipandang remeh, AriReda telah membuktikan bahwa karya mereka telah diterima oleh masyarakat luas yang akhirnya juga berdampak pada kepopuleran puisi yang mereka bawakan.

Jadi, yang mana musikalisasi puisi SDD karya AriReda yang jadi favoritmu, Sahabat Trivia?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Selamat Ulang Tahun Eyang Sapardi! Indahnya Musikalisasi 5 Puisi Sapardi Djoko Damono yang Dibawakan AriReda Ini Pasti Bikin Kamu Terhanyut. Sudah Dengar Belum?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, Indonesian language teacher, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar