Sudah 8 Tahun Kepergian W.S. Rendra. Kenang Karya-Karya Sastrawan Indonesia yang Dijuluki Burung Merak Ini Yuk!

Photo credit : youtube

Sudah 8 Tahun Kepergian W.S. Rendra. Kenang Karya-Karya Sastrawan Indonesia yang Dijuluki Burung Merak Ini Yuk!

239
W.S. Rendra pernah dilarang tampil selama tujuh tahun saat pemerintahan Orde Baru karena karya-karya puisi dan pementasan drama yang dengan lantang mengkritisi kebijakan pemerintah.

Pada 6 Agustus 2009, penikmat sastra Indonesia dikejutkan oleh kabar meninggalnya salah satu sastrawan tanah air, Willibrordus Surendra Broto Rendra atau yang lebih dikenal dengan W.S. Rendra. Sastrawan kelahiran Solo tersebut meninggal dalam usia 73 tahun di Depok, Jawa Barat. Semasa hidupnya, W.S. Rendra sangat produktif menulis puisi, cerpen, drama, serta membentuk sebuah kelompok drama bernama Bengkel Teater.

W.S. Rendra pernah dilarang tampil selama tujuh tahun saat pemerintahan Orde Baru karena karya-karya puisi dan pementasan drama yang dengan lantang mengkritisi kebijakan pemerintah. Ia kemudian kembali tampil di hadapan publik di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, tahun 1985 dengan membaca sajak-sajaknya yang terkenal, seperti Blues untuk Bonnie, Rick dari Corona, serta Nyanyian Angsa.

Ia bahkan pernah mengalami frustasi selama enam bulan pertama setelah dilarang tampil sebelum akhirnya mulai terbiasa dengan pencekalan dirinya.

Untuk mengenang WS Rendra, simak karya-karya WS Rendra berikut yuk!


1. Puisi

Photo credit : instagram/klasikabookstore

Sejak bangku SMP, W.S. Rendra telah menunjukan kemampuannya menulis puisi, cerpen, dan drama. Puisinya pertama kali dipublikasikan tahun 1952 di majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisi W.S. Rendra semakin sering menghiasi banyak majalah yang terbit sekitar tahun ’60 hingga ’70-an. Ia mengaku bahwa dirinya menulis puisi kapan saja dan di mana saja. Selain itu, beberapa puisinya juga tidak langsung diselesaikannya dalam satu waktu. Ia sering menyimpan puisinya terlebih dulu selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelum akhirnya menuliskannya kembali.

Semasa hidupnya ia telah menghasilkan 14 buku kumpulan puisi. Kumpulan puisi pertamanya yang berjudul Balada Orang-Orang Tercinta terbit tahun 1957, sedangkan kumpulan puisi terakhirnya, Doa Untuk Anak Cucu, terbit setelah kematiannya, yaitu tahun 2013.

Lantang menyuarakan protes dan kondisi sosial masyarakat Indonesia menjadikan puisi-puisi W.S. Rendra sering digunakan dalam berbagai aksi mahasiswa dan pementasan dengan tujuan kritik kepada pemerintah hingga sekarang.


2. Drama

Photo credit : iwanjkurniawan

W.S. Rendra mementaskan drama pertamanya yang berjudul Kaki Palsu ketika masih duduk di bangku SMP. Sedangkan naskah dramanya yang berjudul Orang-Orang di Tingkungan Jalan mendapat penghargaan dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta ketika dirinya masih SMA.

Tahun 1967, Si Burung Merak mendirikan Bengkel Teater yang menghadirkan warna baru dalam pementasan drama di tanah air dengan menampilkan gaya di luar tata cara drama konvensional. Drama-dramanya seperti Kisah Perjuangan Suku Naga, Sekda, serta Mastodon dan Burung Kondor sangat kental dengan protes terhadap ketidakadilan dan penindasan. Akibatnya, Rendra dan Bengkel Teater dilarang mementaskan karyanya oleh pemerintah Orde Baru sejak tahun 1977. Ia juga pernah ditahan selama lima bulan pada tahun 1978 setelah membacakan sajaknya di Taman Ismail Marzuki karena dituduh menghasut rakyat.

Ia kemudian berpindah ke Depok dan mendirikan Bengkel Teater Rendra pada tahun 1985 yang menjadi pusat kesenian bersama teman-temannya. Setidaknya ada 17 drama karya W.S. Rendra yang hingga sekarang masih terus dipentaskan oleh kelompok-kelompok teater di Indonesia.


3. Cerpen

Photo credit : instagram/literasiku

Tidak banyak yang tahu bahwa semasa muda, W.S. Rendra pernah menulis cerpen. Ia sebetulnya tidak seberapa senang menulis cerpen karena merasa bahwa bakatnya tersebut tidak seperti ketika dirinya menulis puisi. Dua kumpulan cerpen W.S. Rendra yang berjudul Pacar Seorang Seniman dan Kenang-Kenangan Seorang Wanita Pemalu baru saja diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2016 dan 2017. Cerpen-cerpen dalam kedua buku ini ditulis pada rentang tahun ’50 hingga ’60-an. Cerpennya yang berjudul Ia Punya Leher yang Indah pernah dimuat di majalah Kisah dan mendapat hadiah tahunan sebagai cerpen terbaik dari majalah yang sama.

BACA JUGA


Daftar Buku Puisi Pilihan yang Kamu Wajib Baca. Pecinta Karya Sastra Puisi, Siap-Siap Terhanyut Yah!

Daftar Buku Puisi Pilihan yang Kamu Wajib Baca. Pecinta Karya Sastra Puisi, Siap-Siap Terhanyut Yah!

Puisi nampaknya sudah sangat lekat dengan kita sejak masih SD. Jika saat ini kamu masih mencintai jenis karya sastra puisi, wajib banget ...

Read more..

Sastrawan besar W.S. Rendra memang telah berpulang, namun karya dan pemikirannya akan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang. Apakah kamu termasuk penikmat karya-karyanya? Karya W.S. Rendra mana yang menjadi favoritmu, Sahabat Trivia?


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sudah 8 Tahun Kepergian W.S. Rendra. Kenang Karya-Karya Sastrawan Indonesia yang Dijuluki Burung Merak Ini Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week