Tahu Bahwa Sahabat atau Kerabat Terdekatmu Seorang LGBT? Ini 7 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan

Photo credit: forcechange

Tahu Bahwa Sahabat atau Kerabat Terdekatmu Seorang LGBT? Ini 7 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan

7.8K
Saya mengenalnya bertahun-tahun, tapi baru kali itu ia terlihat aneh. Dalam sebuah pembicaraan serius, akhirnya ia mengakui bahwa ia adalah seorang gay.

Isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) barangkali merupakan topik yang tak pernah selesai dibahas hingga hari ini. Berbagai pro dan kontra terus mengalir dari berbagai pihak dan di Indonesia sendiri khususnya. Terlepas dari segala polemik yang kerap mewarnai media massa, dari orang yang paling ahli hingga komentar-komentar sok tahu, bagaimanapun kita tahu bahwa setiap orang di negara yang berlandaskan hukum pasti memiliki secuil hak setidaknya untuk merasa aman.

Tidak ada orang yang senang hidup dalam ketakutan dan hujatan. Sepanjang sejarah negeri ini, sering kali kaum minoritas masih takut untuk speak up, sebab jumlah mereka yang sedikit, dan orientasi atau prinsip hidup yang berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka seringnya berkelompok dengan kaumnya sendiri, dan bersikap biasa di hadapan banyak orang seolah mereka adalah bagian yang sama dengan mereka semua.

Tapi, bagaimana jika seandainya sahabat atau kerabat dekatmu mengakui bahwa mereka adalah seorang lesbian, gay, biseksual, ataupun transgender? Mungkin kamu akan kaget pada mulanya, serta merasa tidak percaya. Namun, sebenarnya satu-satunya hal penting yang harus kamu ingat adalah jangan panik dan jangan langsung menghakimi mereka saat itu juga.


Inilah 7 hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi pengakuan mereka!

1. Don’t Judge

Photo credit: pexels

Inilah hal yang sering kali dilakukan orang terhadap kaum minoritas, yaitu menghakimi. Hal ini sebenarnya bukan solusi cerdas. Menghakimi seseorang tidak akan menyelesaikan masalah, malah hanya akan menambah rumit masalah hidup mereka. Jadi, sebagai kawan yang baik, usahakan untuk tidak menghakimi pengakuan sahabatmu.


2. Jadilah Pendengar yang Baik


Photo credit: www.supportinasplit

Dengan memberanikan diri untuk bercerita padamu, berarti mereka telah menaruh kepercayaan besar. Mereka percaya bahwa kamu adalah salah satu (mungkin dari sedikit) teman yang bisa diajak berbagi mengenai orientasi hidup yang mereka pilih. Dengarkan cerita mereka hingga selesai, jangan memotong apa pun kisah yang mereka tuturkan. Jadilah pendengar yang baik setidaknya untuk sedikit mengurangi kegundahan hati mereka.


3. Tetap Bersikap Tenang

Photo credit: youqueen

Usahakan agar kamu tetap bersikap tenang. Sama seperti masalah pada umumnya, perdebatan pro kontra LGBT ini juga takkan selesai jika dihadapi dengan amarah, kepanikan, dan hal-hal negatif lainnya. Jangan pula terlihat gelisah sehingga membuat temanmu merasa tidak nyaman. Berikan mereka kesempatan untuk bicara dan menjelaskan, tanpa terbawa emosi dan tanpa paksaan. Jika mereka tidak ingin menceritakan satu dua bagian kecil yang masih ingin mereka rahasiakan, jangan memaksa. Hormati apa yang sudah mereka bagikan padamu.


4. Ingat Seberapa Pentingnya Mereka dalam Hidupmu

Photo credit: lifeteen

Ketika kamu merasa marah, bahkan sangat marah, sehingga tidak tahu harus bersikap bagaimana dalam menghadapi mereka, coba ingat-ingat lagi seberapa penting posisi mereka dalam hidupmu. Barangkali selama ini mereka adalah sahabat yang baik dan selalu mengerti kamu, barangkali pula selama ini merekalah yang selalu ada ketika kamu berada dalam kondisi yang sulit. Lalu, pertimbangkan lagi, apakah kamu akan marah, lari, atau menghakimi, ketika kini mereka datang hanya untuk mencoba jujur padamu?


5. Mencoba Berhenti Memandang LGBT sebagai Suatu Penyakit dan Cobalah Lihat dari Sudut Pandang Lain

Mengutip kata dr. Teddy Hidayat, SpKJ (K) –seorang psikiater dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, ia juga menanggapi pro kontra mengenai cap penyakit yang diserukan orang banyak terhadap kaum LGBT.

"Sebelum bicara sakit atau bukan, kita jawab apakah LGBT ini normal atau tidak normal. Tapi, sebelum lebih lanjut, pendapat ini tidak boleh dibenturkan dengan norma atau kepercayaan. Kita harus mencoba menjernihkan pikiran kita, melihat, baru mendudukannya," tutur beliau.
Photo credit: findmotivationtoday

Dari hal ini bisa kita simpulkan bahwa dalam memandang LGBT, kita tidak selalu bisa berlandaskan norma atau kepercayaan semata, cobalah pahami juga sisi psikologis mereka juga. Dengan menjadi minoritas dan berpotensi dijauhi banyak orang saja, sudah merupakan beban bagi kehidupan mereka. Sebagai teman, ada baiknya kamu tidak memandang mereka dengan cara mayoritas. Bagaimana pun, mereka adalah sahabat baikmu, bukan?


6. Beri Mereka Semangat dan Jangan Menjauhi

Photo credit: projectinspired

Beri semangat bukan berarti mendukung mereka untuk terus menjadi LGBT, lho! Kamu bisa memberi mereka semangat untuk lebih tegar menghadapi hidup dan orientasi mereka. Tidak ada orang yang meminta untuk dilahirkan seperti apa, dan dalam perjalanan hidup mereka selama ini, mungkin saja mereka sudah memikirkan banyak hal hingga akhirnya memilih menerima kondisi tersebut. Jangan juga menjauhi mereka, sebab LGBT bukan penyakit dan tidak menular lewat udara dan kontak fisik, bukan? Intinya, jangan bersikap berlebihan sebab itu hanya akan mengecilkan hati sahabatmu. Buktikanlah bahwa kamu memang sahabat baik mereka, yang selalu menerima juga mendukung bagaimanapun keadaan mereka saat ini. Dengan begitu, sahabatmu takkan merasa sendirian, dan bisa lebih tenang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.


7. Jangan Memaksa Mereka untuk Berubah

Photo credit: hercampus

Mungkin banyak dari LGBT yang akhirnya berubah dan mengembalikan orientasi mereka kepada kodratnya, tapi kamu tidak bisa memaksakan hal ini terjadi. Karena sejatinya ini adalah kehidupan mereka, maka sahabatmu yang bisa memutuskan apa yang akan mereka lakukan ke depannya. Jika kamu memaksakan mereka harus berubah dan ‘normal’ menurut versimu, sama saja kamu memaksa mereka menjadi orang lain –tidak menjadi diri mereka sendiri, dan hidup dalam bayang-bayang harapan orang lain juga akan terasa lebih berat untuk dijalani.


Pada akhirnya, yang bisa kamu lakukan adalah menerima mereka sebagaimana adanya dengan besar hati. Ketika kamu sudah bisa melewati fase ini dengan lapang dada, berarti kamu sudah berhasil menjadi kawan yang baik bagi mereka. Sebab memojokkan, menghakimi, dan memaksa mereka berubah sama sekali takkan menyelesaikan apa-apa.

Baca juga: Persahabatan Antara Dua Laki-Laki Ternyata Bisa Sangat Erat. Artis-Artis Berikut Membuktikannya!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tahu Bahwa Sahabat atau Kerabat Terdekatmu Seorang LGBT? Ini 7 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mput | @petronelaputri

a weird woman who love an adventure more than the flowers bouquet // sometime blogging // enjoy her random life

Silahkan login untuk memberi komentar