Ternyata Bukan Tuna Rungu, Tapi Tuli. Begini Seharusnya Sikap Kamu Saat Bersosialisasi dengan Para Difabel

photo credit: dimas-am

Ternyata Bukan Tuna Rungu, Tapi Tuli. Begini Seharusnya Sikap Kamu Saat Bersosialisasi dengan Para Difabel

166
Pemerintah di Indonesia nampaknya sudah dan akan terus berusaha agar Indonesia menjadi negara yang ramah terhadap penyandang difabilitas.

Pada 3 Desember 2017 lalu, kita baru saja memperingati Hari Disabilitas. Di media sosial pun ramai dengan tagar #HariDisabilitas dan dari presiden hingga para YouTuber pun tidak kalah membicarakan Hari Disabilitas. Pemerintah di Indonesia nampaknya sudah dan akan terus berusaha agar Indonesia menjadi negara yang ramah terhadap penyandang difabilitas. Sosialisasi pun diadakan, media massa juga berusaha menyebarkan informasi tentang difabilitas.

Namun, sayangnya ada hal yang masih luput dan tidak banyak diperhatikan oleh banyak orang tentang penggunaan kata tunarungu dan tuli. Kata mana yang sebenarnya jauh lebih layak dan nyaman digunakan?

Saat melihat dan bertemu seseorang yang tidak bisa mendengar, biasanya kamu akan menyebut mereka dengan sebutan tunarungu atau tuli, Sahabat Trivia? Mungkin selama ini kamu merasa bahwa kata tunarungu menjadi kata paling sopan yang bisa kamu ucapkan untuk menggambarkan seseorang yang tidak bisa mendengar.

Namun, tahukah kamu, kalau orang-orang yang tidak bisa mendengar justru lebih suka dan lebih nyaman disebut tuli daripada tunarungu loh! Padahal mungkin selama ini kita berasumsi bahwa kata tuli itu terdengar kasar dan kurang pantas untuk diucapkan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tuli terkait dengan istilah yang kasar dan kurang sopan apabila diucapkan dan bisa juga membuat orang tersinggung, sehingga tidak heran jika orang biasanya lebih sering menggunakan istilah tunarungu daripada tuli.

Sebagian orang yang tuli menganggap hidup mereka normal, tanpa hambatan, dan kesulitan yang berarti. Mereka menjalankan aktivitas, seperti bekerja, sekolah, belajar, dan lain sebagainya secara normal. Hanya saja budaya antara tuli dan rang yang mendengar memang berbeda. Mereka yang tidak tuli menggunakan bahasa visual, sementara mereka yang tuli menggunakan bahasa isyarat ketika mereka berkomunikasi.

Mengapa tuli, bukan tunarungu?

Tuli diadopsi dari istilah deaf di Amerika. Deaf berarti kehilangan pendengaran total atau signifikan. Berbeda dengan istilah tunarungu yang lebih mengacu pada pendengaran yang rusak, tidak bisa bicara, dan tidak normal. Padahal seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, para tuli menjalani kehidupannya secara normal. Hanya saja budaya mereka yang berbeda.

Lalu, bagaiamana sih seseorang harus bersikap dan berteman dengan para difabilitas? Berikut ini hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk bersikap dan bersosialisasi dengan mereka yang spesial.


Mereka sama seperti kita dan berharap kita memperlakukan mereka seperti orang lain pada umumnya

specialbooksbyspecialkids

Tidak bisa dipungkiri, terkadang saat melihat seseorang yang 'spesial' matamu tidak berhenti melihatnya dan memasang wajah belas kasihan. Padahal sebenarnya, mereka tidak butuh belas kasihan, mereka hanya butuh keramahan dan sikap normal seperti kamu kepada orang lain pada umumnya.


Sebagai sesama manusia, sebaiknya kita peka terhadap apa yang mereka butuhkan

Loop

Para penyandang difabilitas memang menginginkan orang-orang di sekitar mereka memperlakukan mereka secara biasa. Namun, ada baiknya juga sebagai sesama manusia, kita peka terhadap apa yang mereka butuhkan. Seperti pengalaman Resty yang memiliki teman kos bernama Diana. Diana merupakan tunanetra, namun sejak kedatangannya di kos, ia memang menjalani kehidupannya sama saja seperti penyandang difabilitas lainnya.

"Awal kedatangan Diana di kos, semua penghuni kos lain merasa kasihan. Terlebih dia tinggal di lantai 2 kosan, khawatir Diana kesulitan naik dan turun tangga. Tapi ternyata, menurut pemilik kos, Diana sendiri yang memilih untuk tinggal di lantai 2. Pemilik kos juga bilang kalau cara jalan Diana seperti orang normal. Terus pas kita lihat, oh iya dia jalannya cepet kok."

Pada awal kedatangan Diana, memang saat berjalan sempat meraba benda sekitar, namun setelah beberapa lama, Diana menjadi hapal letak benda yang biasa digunakan para penghuni kos. Namun, ada beberapa hal yang membuat Diana butuh bantuan dari orang sekitarnya.

"Memang kita memperlakukan Diana sama seperti teman yang lain. Tapi, ada tindakan yang berbeda juga, misalnya kalau ada barang-barang atau fasilitas di kos yang digunakan bersama letaknya berubah karena kita pindahkan atau rapikan, kita pasti kasih tahu dia." Tambah Resty.


Berikan hak yang sama kepada mereka di mana saja kamu berada

Health Liputan6

Para penyandang difabilitas memiliki hak yang sama seperti orang kebanyakan. Misalnya dalam hal pendidikan, penggunaan fasilitas umum, dan lain sebagainya. Mereka memiliki hak agar pendapat mereka bisa didengar, berperan aktif dalam melestarikan lingkungan, berperan aktif dalam membangun Indonesia menjadi negara yang semakin berkembang sehinga menjadi negara yang maju. Karena kemampuan seseorang tidaklah dilihat dari keterbatasan fisik mereka, namun dari karya yang mereka hasilkan.

Tidak sedikit para penyandang difabilitas yang justru menjadi orang-orang yang begitu dihormati oleh orang lain karena karya dan semangatnya yang luar biasa. Misalnya, Josh Sundquist, seorang penulis buku, motivator, dan pemain ski yang difabel. Meski miliki keterbatasan namun hingga kini dirinya berhasil menginspirasi banyak orang dengan kehidupannya yang luar biasa. Kini bukunya yang berjudul Just Don't Fall adalah best seller nasional.


Jangan ambil hak mereka, baik di jalan atau di tempat umum lainnya

HalteBus

Terkadang secara tidak sadar, mungkin kamu pernah mengambil hak para penyandang difabel. Misalnya, saat di trotoar, kamu pasti pernah melihat ubin berwarna kuning dan bertekstur. Ubin tersebut memang khusus dibuat untuk para penyandang tunanetra. Nah, mulai sekarang, jika kamu melihat ada seseorang yang tidak bisa melihat, berikan hak mereka untuk berjalan di trotoar dengan ubin kuning bertekstur tersebut ya, Sahabat Trivia. Atau misalnya fasilitas difabel yang ada di transportasi umum seperti kereta dan transJakarta yang mungkin secara tidak sengaja sudah kamu gunakan.

Mungkin pada lain kesempatan jika kamu sedang berada di tempat umum, yuk ingatkan diri sendiri untuk tidak mengambil hak para difabel yang juga menggunakan fasilitas umum yang ada.


Menyediakan fasilitas penunjang menjadi kewajiban bagi pemerintah agar Indonesia bisa jadi negara yang ramah bagi para difabel

Apaja

Menyediakan fasilitas penunjang merupakan peran penting dari pemerintah agar Indonesia bisa menjadi negara yang ramah untuk para difabel. Seperti yang kita ketahui, bahwa aksesibilitas baik fisik maupun non fisik juga masih dirasakan sangat kurang bagi penyandang difabilitas.

Maka, peran penting pemerintah dalam hal mengatasi keluhan demi kesejahteraan para difabel rasanya perlu untuk lebih ditingkatkan. Di Singapura misalnya, peraturan hingga rambu lalu lintas di jalan raya, halte, stasiun, transportasi umum, dan lain sebagainya sangat ramah dengan para difabel. Semoga Indonesia juga bisa mencontoh negara-negara yang sudah lebih dulu memiliki regulasi dan ketentuan yang jelas untuk para difabel ya, Sahabat Trivia.

Tentu untuk menjaga fasilitas yang sudah ada saat ini, peran masyarakat pun sangat penting untuk bisa saling menjaganya

BACA JUGA


Konsep Mobil Khusus Penyandang Disabilitas. Tengok Inovasi Baru yang Mensejahterakan Para Penyandang Disabilitas Ini Yuk!

Konsep Mobil Khusus Penyandang Disabilitas. Tengok Inovasi Baru yang Mensejahterakan Para Penyandang Disabilitas Ini Yuk!

Mobil bertenaga listrik terbaru ini khusus dirancang untuk membantu aktivitas penyandang disabilitas

Read more..

Manusia diciptakan setara, hanya budaya yang dilakukan saja yang berbeda. Para difabilitas merupakan orang-orang spesial yang mampu membuat kita banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari mereka. Misalnya, dari perjuangan mereka, semangat, dan kemampuan-kemampuan mereka yang bahkan belum tentu bisa kita lakukan.


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ternyata Bukan Tuna Rungu, Tapi Tuli. Begini Seharusnya Sikap Kamu Saat Bersosialisasi dengan Para Difabel". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rezita Rani | @rezitarani

Silahkan login untuk memberi komentar