Tulisan Tetap Viral Namun Tidak Menjadi Sampah yang Diabaikan Google. Perhatikan Hal Ini!

photo credit: Newegg

Tulisan Tetap Viral Namun Tidak Menjadi Sampah yang Diabaikan Google. Perhatikan Hal Ini!

335
Supaya tulisan kamu tetap viral, namun tidak terabaikan oleh Google, berikut ini adalah cara-caranya. Yuk, praktikan!

Menjadi sampah dan diabaikan. Tentunya tidak ada (karya) seseorang yang mau diperlakukan demikian. Namun kadangkala, justru karena dirinya sendiri yang berbuat sehingga di cap demikian. Begitu pun dengan menulis. Sekarang ini trennya adalah menulis dan kemudian menjadi viral. Tidak ada yang salah dengan hal ini, namun banyak orang yang kemudian mengambil langkah pintas untuk bisa ikut bagian dalam tren ini. Alih alih menjadi tren, justru akhirnya berakhir di 'tempat sampah' dunia maya.

Just because you are 'Unique', Does not mean you are useful ~9gag


Nah, supaya tulisan kamu tetap viral, namun tidak terabaikan oleh Google, berikut ini adalah cara-caranya. Yuk coba simak satu-persatu, Sahabat Triva.


1. Jangan hanya membuat judul yang unik

photo credit: ujung semesta

Rata-rata artikel yang menjadi virus memiliki judul yang panjang, deskriptif, dan menggelitik, sehingga pembaca langsung klik. Namun secepat membuka artikel, secepat itu pula pembaca berpaling ke artikel lain atau mungkin menutup artikel tersebut. Hal ini mengakibatkan bounce rate blog akan tinggi.

Bounce rate adalah rasio pentalan dari sebuah alamat web. Semakin tinggi nilai ini, artinya user tidak nyaman membaca tulisan kamu, salah satunya adalah saat mereka menemukan antara judul dan isi tidak sesuai. Judul boleh menarik, tetapi isinya pun tetap harus diperhatikan dan sesuai ya, Sahabat Trivia.


2. Slug yang kepanjangan

photo credit: WordPress

Slug atau url biasanya telah diatur default untuk sama dengan judul. Namun, kamu juga bisa mengatur agar slug artikel pendek, rapih, singkat dan jelas. Hal ini berguna nantinya untuk returning visitor. Tulisan yang bagus biasanya akan membuat visitor kembali ke halaman yang sama. Bila anda menggunakan judul yang panjang dan slug yang juga panjang, tentunya membuat visitor kebingungan saat ia ingin berkunjung kembali. Sebagai contoh berikut ini,

www.contoh-aja.com/berikut-langkah-langkah-membuat-telur-mata-sapi-ala-ibu-warteg-namun-tetap-enak

Bandingkan dengan slug berikut,

www.contoh-aja.com/membuat-telur-dadar

Kalau kamu menyasar keyword yang sama 'membuat telur dadar', maka lebih baik menggunakan penulisan pendek seperti contoh kedua. Maka dari itu, returning visitor akan mudah mengingat dan bisa langsung mengetikan url di peramban mereka.


3. Density of Keyword

photo credit: PreApps

Banyak penulis, terutama orang-orang yang berpedoman pada kitab SEO (Search Engine Optimization) yang berpikir bahwa dengan memperbanyak kata kunci di tulisan, mesin pencari akan menganggap blog atau web tersebut identik dengan kata kunci tersebut dan akan menampilkannya di halaman pertama pencarian.

Ternyata ini keliru lho, Sahabat Trivia! Bahkan Google sendiri mempublikasikan bahwa "Seo itu tidak butuh SEO". Maksudnya adalah, mesin pencari hanyalah tools sedangkan tulisan kamu itu harus berguna bagi pembaca. Buatlah tulisan yang useful, buatlah pembaca kamu nyaman berlama lama membacanya. Jangan buat pembaca sakit mata karena tulisan kamu yang terlalu memaksa dan tidak relevan.


4. Perhatikan Rasio Reach dan Engagement

photo credit: The Next Web

Reach adalah jumlah artikel yang muncul di timeline media sosial, sedangkan engagement adalah jumlah aktivitas pada artikel, baik itu berasal dari jumlah yang dibaca, disukai dan dikomentari. Saat tulisanmu viral dan bisa reach ratusan ribu orang, jangan senang dulu! Coba deh cek berapa rasio engagement.

Seringkali kamu juga menemukan artikel dengan judul "Terungkap, presiden negara alfa ternyata kaki tangan negara beta, mohon sebarkan agar tidak banyak orang yang dibohongi". Tulisan itu biasanya langsung viral dan bisa mencapai jutaan likes. Namun, yang harus ditanyakan, apakah ada orang yang membacanya? Biasanya yang membaca lebih sedikit, mayoritas orang-orang akan langsung share begitu saja. Jadi, untuk apa tulisanmu mendapat share jutaan sedangkan sama sekali tidak dibaca. Selain itu, konten yang viral dengan jumlah engagement minim, seringkali dicurigai sebagai SPAM atau sampah.


5. Menulislah dengan natural

photo credit: setiawanchogah

Banyak orang yang disiplin menulis sesuai standar SEO, share dengan spam di media sosial, masuk di grup sana- sini, namun hasilnya otoritas website tersebut biasa-biasa saja. Ada juga penulis yang menulis mengalir saja tanpa aturan SEO sama sekali, kemudian menjadi viral. Maka dari itu jangan heran, kalau blog perempuan yang lebih banyak berisi tentang curhatan, entah itu cerita saat jalan-jalan, memasak atau membuat handycraft, bisa menjadi viral dan diberi Authority lebih bagus oleh Google. Hal ini karena mereka menulis dengan natural, sehingga user merasa friendly saat berlama-lama di blog tersebut. Tulisan yang mengalir dan apa adanya dianggap lebih berkualitas, dibandingkan dengan tulisan yang memaksa dan tidak relevan.

BACA JUGA


Fitur Google Ini Ternyata Belum Banyak Diketahui Orang. Coba deh, Banyak Banget Manfaatnya!

Fitur Google Ini Ternyata Belum Banyak Diketahui Orang. Coba deh, Banyak Banget Manfaatnya!

Pasti kamu takjub deh dengan fitur-fitur yang ternyata ada di Google ini

Read more..

Yuk, menulis dengan hati agar tanpa trik SEO pun tulisanmu bisa mendapatkan tempat di hati para pembacamu, Sahabat Trivia.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tulisan Tetap Viral Namun Tidak Menjadi Sampah yang Diabaikan Google. Perhatikan Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


hamda firdaus | @hamdafirdaus

Blogger & CMS Developer Owner & Author di www.caricaralain.com author di kolom budaya www.wonderfulminangkabau.com

Silahkan login untuk memberi komentar

CREATE ARTICLE

Hey awesome, Join our TRIVIA community
"create articles and get the fans "

Most Views of This Week