Ubah Keterpurukan Menjadi Kekuatan. Kisah Masa Remaja Saya Membuat Saya Bisa Bersyukur Pernah Melaluinya

photo credit: zastavki

Ubah Keterpurukan Menjadi Kekuatan. Kisah Masa Remaja Saya Membuat Saya Bisa Bersyukur Pernah Melaluinya

498
Saya sangat bersyukur karena pengalaman itu mengajarkan saya untuk tidak mudah berputus asa dan menyerah. Sepahit apapun perjalanan itu, pasti akan selalu manis pada akhirnya.

Pukulan berat yang menimpa keluarga saya tak membuat saya langsung berputus asa. Memang tidak mudah menjalani sulitnya kehidupan. Namun, kini saya bisa sangat bersyukur ketika mengenang masa lalu saya. Saya bisa melewati proses kehidupan yang ada meski dengan cara yang menyakitkan. Semoga kisah saya berikut ini bisa menjadi inspirasi bagi Sahabat Trivia.


Bapak terkena PHK

photo credit: weekly choice

Sebelas tahun lalu, bapak sebagai kepala rumah tangga harus kehilangan pekerjaannya karena di-PHK. Saat itu ada lima orang anak dengan dua orang anak masih bersekolah dan tiga orang anak yang masih mencari pekerjaan. Apa yang bisa terbayang akan kehidupan kami? Jangankan bisa menyicipi makanan di luar, bisa makan sehari tiga kali saja merupakan hal termewah yang bisa kami rasakan. Bahkan, saya yang baru masuk ke sekolah menengah atas pun harus rela tidak terbiasa diberi uang saku dan lebih memilih berjalan kaki 2 kilometer jauhnya hanya demi mengirit ongkos transportasi ke sekolah.


Saya memutuskan untuk tidak menyerah

photo credit: wishkey riff

Selepas di-PHK bapak memang tidak mencoba mencari pekerjaan di perusahaan lain. Lagipula siapa yang akan menerima seorang lulusan SMA yang bahkan usianya sudah tak lagi muda. Bapak memutuskan untuk berwirausaha dengan keahlian membuat mebel yang ia miliki. Namanya juga wirausaha, pemasukan kadang ada kadang tidak.

Apa hal itu mematahkan perjuangan kami dan melunturkan semangat saya untuk tetap bersekolah? Tidak! Di saat-saat sulit itu bapak dan ibu tidak berhenti berupaya apapun. Ketika mereka saja memilih untuk tidak menyerah, mengapa saya harus pasrah dengan keadaan? Kala itu usiak saya masih belasan, saya tahu belum bisa berbuat banyak. Yang bisa saya lakukan hanya tidak membuat masalah sekecil apapun yang bisa menghambat sekolah dan mencoba menerima sekecil apapun tiap keputusan-keputusan yang dibuat oleh bapak dan ibu seperti menunda pembayaran SPP berbulan-bulan lamanya hanya agar uang nya bisa digunakan dulu untuk keperluan yang lebih mendesak.


Tetap berjuang demi pendidikan

photo credit: quotes

Saya memilih berprestasi di sekolah. Beruntung lingkungan sekolah dan teman-teman saya sangat kondusif untuk melakukan kegiatan positif. Hari-hari di luar jam pelajaran sekolah diisi dengan berorganisasi dibeberapa kegiatan ekstrakulikuler. Setelah lulus, saya bisa berkuliah di salah satu universitas swasta yang terkenal dengan biayanya yang sangat murah. Terlebih saya berhasil mendaatkan beasiswa prestasi yang membebaskanku untuk membayar uang semester hingga di tahun ketiga. Semasa kuliah pun saya juga kerap mencari pekerjaan sampingan dengan menjadi asisten dosen hingga penjaga stand pameran untuk mendapatkan sedikit uang saku untuk operasional kuliah.


Berjuang demi ibu dan adik

photo credit: zastavki

Selepas kuliah, saya agak sedikit lama mendapatkan pekerjaan pertama. Tak lama setelahnya bapak malah berpulang lebih dulu. Kematian tanpa disertai sakit di usianya yang baru menginjak 55 tahun. Saat itu ketiga kakak saya sudah menikah semua dan memutuskan untuk meninggalkan rumah meninggalkan saya, si bungsu, dan ibu di rumah. Sepeninggal bapak, saya harus menjadi kepala rumah tangga menggantikan posisi bapak. Saya berusaha tidak mengeluh meski awalnya tidak mudah. Rasanya seperti kembali lagi di titik itu. Saya harus bisa mengelola keuangan agar kami sekeluarga bisa makan dan agar si bungsu juga bisa berkuliah sama sepertiku.

BACA JUGA


Dari Kesulitan yang Aku Alami di Masa Kecil, Membuatku Belajar Tentang Hal-Hal Ini

Dari Kesulitan yang Aku Alami di Masa Kecil, Membuatku Belajar Tentang Hal-Hal Ini

Orang-orang disekitar kami kerap mengiba, tapi hal itu tidak menjadikan kami mudah menengadahkan tangan dengan meminta-minta pertolongan ...

Read more..

Kini, perlahan jerih payah itu terbayar. Si bungsu sudah lulus kuliah dan sudah bekerja. Tidak ada hutang-hutang yang pernah melilit kami dahulu. Kami bisa secara rutin memiliki agenda berpergian bersama menikmati hidup yang dulu sangat sulit untuk dibayangkan. Saya sangat bersyukur karena pengalaman itu mengajarkan saya untuk tidak mudah berputus asa dan menyerah. Sepahit apapun perjalanan itu, pasti akan selalu manis pada akhirnya.

#30DayWritingChallenge




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ubah Keterpurukan Menjadi Kekuatan. Kisah Masa Remaja Saya Membuat Saya Bisa Bersyukur Pernah Melaluinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Hamdatun Nupus | @hamdatunnupus

Silahkan login untuk memberi komentar