Untukmu yang Masih Mengejar Cintaku, Aku Tetap Setia Menunggunya. Pernahkah Kau Berpikir Jika Aku Memilihmu, Apakah Kelak Kau Tidak Meragukan Kesetiaanku Padamu?

shutterstock

Untukmu yang Masih Mengejar Cintaku, Aku Tetap Setia Menunggunya. Pernahkah Kau Berpikir Jika Aku Memilihmu, Apakah Kelak Kau Tidak Meragukan Kesetiaanku Padamu?

601
Ketika seseorang menghadapi kebimbangaan saat kesetiaannya diuji oleh seseorang yang membuatnya merasa nyaman hingga dia berpikir bahwa hubungan ini adalah sebuah kesalahan bila tak dihentikan.

Perasaan bimbang ini membuatku merasa muak. Kehadiranmu yang membuatku merasa nyaman dan bahagia membuat pikiranku tak bisa berpikir jernih. Aku telah bertunangan dan dia sedang berjuang agar bisa menghalalkanku, meski ku akui hubungan kami saat ini tidak baik-baik saja. Aku akui ada celah kehampaan dalam hati ini dan kehadiranmu mengisi celah itu dan aku menikmatinya. Tetapi seiring berjalannya waktu, aku merasa ada yang salah dengan semua ini.

Awalnya kau menunjukkan perhatian sewajarnya layaknya seorang teman lama yang baru bertemu, walau sebenarnya aku sudah mulai menyadari kalau kau masih memiliki perasaan yang sama seperti terakhir kali ketika aku menolak perasaan cintamu di sekolah menengah dulu. Aku masih menanggapi sikapmu itu seperti aku membalas kebaikan seorang teman, hingga semuanya mulai terasa berlebihan ketika kau setiap hari mengirimiku pesan basa-basi, membelikanku makanan di akhir bulan, sengaja mengantarku pulang, sering mengajakku minum kopi dan mengobrol, memberikan panggilan sayang “Ibu”, hingga perhatian berlebihan dengan update semua tentang aku di media sosial. Ini tidak hanya membuatku muak tapi juga teman-temanku. Aku merasa mulai kesal dan memintamu untuk berhenti melakukannya karena itu membuatku merasa risih tetapi kau mengatakan bahwa itu wajar saja. Saat itu aku merasa dia benar sehingga ku putuskan untuk menahan diri.


Puncaknya adalah ketika kau menyatakan perasaanmu padaku dan aku menolaknya dengan mengatakan bahwa perasaanku masih sama seperti ketika dulu aku menolakmu. Apalagi saat ini ada seseorang yang aku tunggu dan kau tahu itu. Sekali, dua kali, hingga berkali-kali kita memperdebatkan ini, kau masih tetap pada pendirianmu untuk tetap bersikap seperti itu dan menungguku hingga aku benar-benar menentukan pilihan, sedangkan aku tetap pada pendirianku untuk setia menunggunya.


Kau Tahu? Kini aku bukan bimbang karena pilihan antara kamu dan dia tapi bagaimana aku harus menghentikan cintamu yang menyesakkan hatiku?

shutterstock

Sejujurnya aku tak begitu memahami sepekat apa kadar ketulusan cintamu padaku atau seberapa besar obsesimu kepadaku hingga kau mengaku tak pernah mencintai yang lain selain diriku dan dia juga tak pernah berpacaran dengan siapapun hingga bertemu lagi denganku saat ini. Ketika kau mengatakan itu ingin aku menjawab itu bukan urusanku, aku tak pernah memintanya tapi ku urungkan niatku karena aku tahu itu menyakitkan. Akhirnya, aku bicara memintamu berhenti mencintaiku bahkan jika aku batal menikah dengan tunanganku aku pastikan aku tidak mau menikah denganmu. Kau malah tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan terus berjuang hingga kata-kataku terbukti terjadi. Aku bukan manusia berhati mulia tapi aku merasa sesak dengan rasa bersalah ketika kau mengatakan itu. Aku seperti manusia biadab yang tidak punya nurani karena tak mau membalas cinta dan kebaikanmu.


Kau Tahu? Cintamu yang ingin membahagiakanku malah semakin menyesakkan hati ini. Apa ini yang membuatmu bahagia?

autodo

Bukankah jika kita mencintai seseorang maka kita ingin membuat orang yang kita cintai bahagia? Aku sudah mengatakan aku tidak bahagia dengan sikapmu yang seperti ini. Aku muak karena kau tak mau berhenti juga. Aku masih berusaha meladenimu tapi aku takut ada getaran yang menggoyahkan kesetiaanku ini. Hingga akhirnya aku memilih untuk menghindar dari semua perhatianmu dan berharap kau akan sadar.

Aku memilih setia pada tunanganku hingga dia benar-benar memutuskan aku. Bukankah kau seharusnya bangga mencintai perempuan setia sepertiku? Bukankah seharusnya kau mendukungku bukan malah menjadi penguji kesetiaanku?

BACA JUGA


Apakah Tanpa Disadari Kamu Termasuk Orang yang Suka PHP Sama Orang? Cari Tahu Melalui 6 Ciri Ini Deh!

Apakah Tanpa Disadari Kamu Termasuk Orang yang Suka PHP Sama Orang? Cari Tahu Melalui 6 Ciri Ini Deh!

Perasaan seseorang itu bukan untuk dipermainkan loh, Sahabat Trivia, tapi untuk dihargai. Maka, sebelum tanpa sengaja Sahabat Trivia menjadi ...

Read more..

Aku tidak tahu kemana takdir akan membawa kisah cinta antara aku, kamu, dan dia. Tapi saat ini aku akan tetap pada pendirianku untuk setia menunggunya dan aku yakini bahwa perasaanku padamu saat ini hanya sebatas belas kasih untuk rasamu itu. Aku tak mau mendahului takdir, perasaan manusia bisa saja berubah. Hanya saja untuk saat ini cobalah kamu bersikap sewajarnya karena menghindari teman itu sesuatu yang tidak menyenangkan.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untukmu yang Masih Mengejar Cintaku, Aku Tetap Setia Menunggunya. Pernahkah Kau Berpikir Jika Aku Memilihmu, Apakah Kelak Kau Tidak Meragukan Kesetiaanku Padamu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Reka Rahayu | @rekarhy

Silahkan login untuk memberi komentar