Alasan Kenapa Jurusan  Sosial-Humaniora Patut Dipertimbangkan. Berikut 5 Bukti yang Bikin Kamu Nggak Ragu Lagi Buat Pilih Jurusan Ini!

photo credit: pinterest

Alasan Kenapa Jurusan Sosial-Humaniora Patut Dipertimbangkan. Berikut 5 Bukti yang Bikin Kamu Nggak Ragu Lagi Buat Pilih Jurusan Ini!

499
Kabar miris terdengar dari kalangan akademisi. Disebut bahwa kuota beasiswa dari pemerintah Indonesia, LPDP, untuk mahasiswa yang berminat melanjutkan studi di bidang Sosial-Humaniora (SosHum) akan dikurangi.

Kabar miris terdengar dari kalangan akademisi. Disebut bahwa kuota beasiswa dari pemerintah Indonesia, LPDP, untuk mahasiswa yang berminat melanjutkan studi di bidang Sosial-Humaniora (SosHum) akan dikurangi. Banyak pihak yang mengutarakan kekecewaan dan menyayangkan kabar tersebut. Apalagi hal ini seakan mengamini stereotipe jurusan sosial di Indonesia sebagai jurusan yang 'kurang penting. Padahal, nggak seperti itu lho! Setidaknya ada 5 hal yang menjadi alasan kenapa jurusan SosHum tidak kalah penting dibanding jurusan-jurusan dalam rumpun Sains dan Teknologi (SainTek). Apa saja fakta tersebut? Simak yuk!


1. Ilmu yang nggak praktis? Salah!

photo credit: pinterest

Alasan paling sering terdengar kenapa jurusan SosHum dianggap tidak penting adalah karena bidang keilmuannya kurang jelas aplikasinya. Hal ini jelas berbeda dengan jurusan SainTek yang umumnya jelas tujuan dan pemanfaatannya secara umum. Padahal, bagaimana pun itu bentuknya semua ilmu pasti bermanfaat. Miris melihat banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu akan kontribusi lulusan SosHum dalam perumusan kebijakan negara, fenomena budaya, maupun kajian mengenai hubungan antar-manusia. Parahnya, kadang penelitian ilmu sosial dianggap tidak ilmiah. Padahal, penelitian baik dalam ilmu sosial maupun sains, pastinya mengikuti kaidah dan metode ilmiah tertentu.


2. Pemikiran kritis bermula dari belajar sosial

photo credit: pinterest

Salah satu yang paling membedakan ilmu sosial dan sains adalah bahwa ilmu sosial lebih dinamis alias lebih cepat perubahannya. Untuk itu, kemampuan berpikir kritis jadi hal yang paling penting dalam pengkajian ilmu sosial. Pasalnya, jika tidak kritis, pengkaji ilmu sosial bisa-bisa terbawa arus perubahan yang tidak jelas arahnya. Peneliti ilmu sosial harus rajin pula update atau aktualisasi diri sehingga bisa terus mengikuti arah perkembangan isu dalam ilmu sosial. Jika pengkaji ilmu sosial tidak kritis, bisa-bisa kajiannya nggak sesuai dengan kenyataan lapangan. Namun, bukan berarti di rumpun sains tidak dilatih berpikir kritis, ya! Hanya saja pemikiran kritis jadi tonggak penting yang mendasari semua ilmu sosial sehingga sangat lekat hubungannya dengan ilmu sosial itu sendiri.


3. Belajar tentang manusia, belajar untuk tidak apatis

photo credit: pinterest

Namanya juga ilmu sosial-humaniora, pastinya belajar tentang manusia dan hubungannya dengan manusia lain. Hal ini selain bisa melatih kemampuan berpikir kritis kita, juga bisa melatih empati dan rasa peduli kita terhadap manusia lain. Dengan belajar ilmu SosHum, kamu bisa memahami hubungan antar-manusia dilihat dari berbagai aspek. Bisa dilihat dari bagaimana hukum yang mengaturnya, kehidupan ekonomi yang dijalaninya, psikologisnya, hubungan sosialnya, hubungan antar-negara, komunikasi antar-manusia, atau karya-karya seni seperti sastra yang dihasilkan dari manusia itu sendiri. Karena angle pembahasannya yang luas ini, jika ada masalah yang terjadi di sekitarnya, lulusan rumpun SosHum bisa lebih peduli dan lebih terlibat dalam upaya penyelesaian masalah antar-manusia.


4. Bermanfaat di masyarakat

photo credit: pinterest

Seperti yang sudah disinggung di poin sebelumnya, lulusan rumpun SosHum dan pengetahuan yang dimilikinya akan terlibat secara aktif dalam upaya penyelesaian masalah di masyarakat. Artinya, bermanfaat di tengah masyarakat tidak harus jadi dokter atau insinyur, kan, Sahabat Trivia? Bersama dengan deretan profesi lain, lulusan rumpun SosHum juga berperan penting dalam keberlangsungan masyarakat itu sendiri. Intinya nggak ada profesi yang nggak lebih penting dari profesi yang lain. Setuju?


5. Asal sesuai passion, ilmu apa pun pasti berguna

photo credit: pinterest

Pada akhirnya, dalam proses belajar ilmu apa pun pasti akan mengalami kesulitan dan akan muncul pula rasa ingin menyerah. Tapi, jika kamu memilih untuk belajar ilmu yang berkaitan dengan passion kamu, nggak akan butuh waktu yang lama untuk menangani kesulitan dan kejenuhan dalam belajar. Ilmu sekecil apa pun tentu saja bisa bermanfaat untuk diri kamu dan juga orang lain. Jika kamu memang punya passion di bidang sosial, kamu harus tetap yakin mengejar ilmunya dan abaikan gengsimu! Ilmu kamu pasti akan tetap berguna, kok.

BACA JUGA


Masih Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Berikut Ini Tips-Tips yang Bisa Kamu Ikuti Agar Nggak Salah Langkah Saat Memilih Jurusan Kuliah!

Masih Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Berikut Ini Tips-Tips yang Bisa Kamu Ikuti Agar Nggak Salah Langkah Saat Memilih Jurusan Kuliah!

Ditanya teman sekolah nanti mau masuk jurusan apa, tapi nggak bisa jawab? Masih bingung nanti pilih jurusan apa? Pengin sih masuk jurusan ...

Read more..

Nah, Sahabat Trivia yang passionate di bidang SosHum, yuk perdalam ilmu kamu di bidang ini! Bersama teman-teman dari bidang SainTek dan bidang lainnya, kamu pasti bisa bermanfaat untuk masyarakat dan membuat perubahan dengan ilmu yang dimiliki. Selamat menuntut ilmu, Sahabat Trivia!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Alasan Kenapa Jurusan Sosial-Humaniora Patut Dipertimbangkan. Berikut 5 Bukti yang Bikin Kamu Nggak Ragu Lagi Buat Pilih Jurusan Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Natasha Adelina | @natashey

Silahkan login untuk memberi komentar