Belajar Jadi Musisi Sukses dari Hans Zimmer, Komponis di Balik Music Scoring Film-Film Keren Hollywood

photo credit: Open Spotify

Belajar Jadi Musisi Sukses dari Hans Zimmer, Komponis di Balik Music Scoring Film-Film Keren Hollywood

620
Bagi kamu yang berkeinginan menjadi musisi, ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari sosok di balik komponis film The Lion King, The Dark Knight Trilogy, dan Man of Steel ini.

Dalam film, selain adegan yang bagus, dialog yang menarik, serta sinematografi yang indah, musik adalah hal penting yang dapat membangun cerita. Sadar atau tidak, ketika menonton sebuah film, latar belakang musik menjadi salah satu aspek yang mampu membuat kita terbawa suasana—baik itu musik menegangkan dalam adegan film horor atau nada pilu yang diputar pada adegan menyedihkan. Musik yang menjadi latar belakang adegan film tentunya tidak didapat begitu saja, ada sosok-sosok musisi berbakat yang lewat jiwa dan tangannya menciptakan nada yang memiliki cerita.

Adalah Hans Zimmer, pria asal Jerman yang diakui sebagai salah satu komponis film terbaik oleh pecinta film dunia. Jika kamu penggemar setia film Hollywood, nama ini mungkin tidak asing di telingamu. Hans Florian Zimmer lahir di Frankfurt, Jerman, pada 12 September 60 tahun silam. Sejak tahun 1980an hingga kini, ia telah menggubah musik untuk lebih dari 150 judul film. The Lion King, Gladiator, The Dark Knight Trilogy, Inception, Man of Steel, dan Interstellar adalah beberapa film yang musiknya lahir dari pemikiran dan tangan Zimmer. Lewat karya-karyanya tersebut pula Zimmer menerima penghargaan best original score dan best composer dalam berbagai ajang penganugerahaan film sepert Academy Awards, Golden Globe Awards, dan Satellite Awards.

Perjalanan Zimmer menuju kesuksesannya sekarang tentu tak singkat dan mudah. Sebelum memulai karier di dunia scoring film, ia melalui beberapa tahun sebagai anggota band dan berkontribusi dalam penggubahan musik band-band lainnya. Di beberapa kesempatan, Zimmer pun kerap membagikan pengalamannya selama berkarier di dunia musik. Lewat artikel ini, Trivia akan membahas beberapa kisah dan pesan penting dari sosok Zimmer yang bisa kamu, Sahabat Trivia yang berkeinginan menjadi musisi atau komponis, jadikan pelajaran. Yuk, simak bersama!


Karier Zimmer berawal dari keinginannya sebagai seorang laki-laki untuk bermain musik

photo credit: Medium

Dalam sebuah wawancara dengan hans-zimmer.com, Zimmer menyatakan bahwa dirinya adalah seorang laki-laki dari Jerman yang dengan keras kepala ingin bermain musik. Ia memulai kariernya sebagai seorang pemain keyboard dan synthesizer di sebuah band bernama Krakatoa pada awal 1970an.

Setelahnya, Zimmer sempat bergabung dan berkontribusi dalam band the Buggles, Krisma, Helden, dan Mecano. Saat tinggal di London pada era 1980an, Zimmer bekerjasama dengan Stanley Myers, seorang komponis yang telah mengerjakan lebih dari 60 judul film. Beberapa karya Zimmer dan Myers di antaranya adalah Moonlighting, Success is the Best Revenge, dan Insignificance.

Film pertama yang musiknya ia gubah solo adalah Terminal Exposure garapan Nico Mastorakis pada tahun 1987. Di tahun yang sama, ia menjadi produser musik dalam film The Last Emperor dan memenangkan penghargaan Best Original Score dalam Academy Awards.

Satu lagi karya terbaik Zimmer selama berada di London adalah theme song dari game show di televisi berjudul Going for Gold. Dalam wawancaranya dengan BBC, Zimmer mengakui bahwa ia merasa beruntung karena penghasilannya dari theme song acara tersebut mampu membayar tagihan-tagihan hidupnya untuk waktu yang lama.


Titik balik dan perjalanan karier Zimmer di dunia music scoring film Hollywood

photo credit: Sound on Sound

Titik balik karier Zimmer dalam dunia music scoring film Hollywood terjadi pada 1988 ketika dirinya diminta menggubah dan mengaransemen musik untuk film Rain Man. Film tersebut mendapat 4 penghargaan Academy Awards dan karya scoring Zimmer juga termasuk dalam nominasi meskipun tidak menang. Pasca Rain Man, Zimmer terus menerus diminta untuk menjadi komponis dalam sejumlah film, termasuk Driving Miss Daisy, Thelma & Louise, dan True Romance.

Di tahun 1994, Zimmer membuat karya musik pertamanya untuk film animasi lewat The Lion King. Berkat karyanya tersebut, ia menerima sejumlah penghargaan, beberapa di antaranya datang dari 3 ajang paling bergengsi Academy Awards, Golden Globe Awards, dan Grammy Awards.

Menyusul kesuksesan The Lion King, karya-karya Zimmer lainnya juga menerima penghargaan dari berbagai ajang penghargaan film Hollywood dan internasional. Sebut saja Crimson Tide, The Dark Knight, Gladiator, The Last Samurai, Inception, dan Interstellar. Di tahun 2013, Zimmer dinobatkan sebagai Best Composer of the Year oleh Classical BRIT Awards berkat karyanya dalam film The Dark Knight Rises dan Man of Steel.


Di balik kesuksesan Zimmer: "Ide tidak terbatas oleh anggaran. Proses kreatif berlangsung di dalam kepalamu."

photo credit: Variety

Kemampuan Zimmer dalam menciptakan latar belakang musik, lagu tema, maupun soundtrack film memang tak perlu diragukan lagi. Jutaan sineas dan pecinta film dunia pun mengagumi karya-karyanya yang luar biasa. Tapi, mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih rahasia dan kiat di balik kesuksesan Zimmer selain bakat yang telah melekat padanya sejak lahir?

Menurut Zimmer saat diwawancara oleh Master Class, dalam dunia musik, pada dasarnya kita melakukan sebuah percakapan. Jika ada nada tertentu yang menjadi 'pertanyaan', maka akan ada nada yang mengikutinya yang berperan sebagai sebuah 'jawaban'.

Meski telah berpuluh tahun terjun di dunia music scoring dan menerima puluhan penghargaan, Zimmer mengakui bahwa ia masih sering kali menghadapi kesulitan setiap kali diminta atau ditawarkan untuk mengerjakan score sebuah film. Namun satu hal yang ia yakini sebagai seorang komponis adalah ketika kita memiliki sebuah cerita, maka kita dapat melakukan apapun yang kita inginkan.

Zimmer juga menyatakan bahwa soundtrack yang baik adalah yang mampu berkomunikasi dengan penonton. Maka bagi seorang komponis, lewat musik lah mereka mampu menyampaikan cerita yang tak terlihat dalam layar.

Bagi Zimmer, ide tidak terbatas oleh anggaran yang ada, karena proses kreatif sesungguhnya berlangsung di dalam kepala kita.


"Selalu ada ruang untuk bercerita dan menciptakan musik."

photo credit: Rolling Stones

Kehidupan musisi, menurut Zimmer, selalu berjalan seperti ini: semua orang menyuruhmu untuk tidak melakukannya dan mencari 'pekerjaan yang sesungguhnya'. Namun bagi pria berusia 60 tahun tersebut, ketika dunia telah dipenuhi orang-orang yang bekerja memenuhi gedung-gedung perkantoran tinggi maupun menciptakan mesin cepat nan canggih, maka akan selalu ada ruang untuk seseorang mengisahkanmu sebuah cerita atau menuliskanmu sepenggal musik.

Detik-detik dalam hidupmu senantiasa berdetak pergi. Maka, satu pesan Zimmer yang dapat kamu aplikasikan dalam hidupmu adalah: "Jika seseorang memberitahukanmu bahwa ada sebuah peraturan, langgarlah peraturan itu. Itulah satu-satunya cara yang dapat membuat segala sesuatunya bergerak maju".

BACA JUGA


Perjalanan Hidup Yon Koeswoyo Koes Plus, Vokalis Legenda Musik Indonesia yang Wafat di Usia 77 Tahun

Perjalanan Hidup Yon Koeswoyo Koes Plus, Vokalis Legenda Musik Indonesia yang Wafat di Usia 77 Tahun

Yon Koeswoyo, salah seorang legenda Grup Band Koes Plus meninggal dunia

Read more..

Hans Zimmer memang terbukti tak hanya bertalenta, tapi juga menginspirasi sekali ya, Sahabat Trivia. Dari perjalanan karier dan pemikirannya, kamu yang berkeinginan menjadi musisi atau komponis film profesional tentu dapat mengambil banyak pelajaran yang kelak bisa diterapkan dalam perjalanan kariermu. Yuk, jadikan kisah Hans Zimmer sebagai motivasimu untuk torehkan nada-nadamu sendiri!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Belajar Jadi Musisi Sukses dari Hans Zimmer, Komponis di Balik Music Scoring Film-Film Keren Hollywood". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Trivia | @triviaid

Real stories of real life people

Silahkan login untuk memberi komentar