Berawal dari Kesepian, Dewi Kharisma Michellia Kini Jadi Penulis Muda Berbakat dan Pemenang Sayembara Novel DKJ 2012. Simak Perjalanan Kariernya!

photo credit: YouTube

Berawal dari Kesepian, Dewi Kharisma Michellia Kini Jadi Penulis Muda Berbakat dan Pemenang Sayembara Novel DKJ 2012. Simak Perjalanan Kariernya!

557
Berawal dari rasa kesepian dan keinginan memiliki teman, Michel kini dikenal sebagai salah satu penulis muda berbakat Indonesia.

Kamu pernah membaca atau mendengar tentang novel Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya atau A Copy of My Mind? Tahukah kamu siapa sosok yang menulis karya-karya ini? Penulis berbakat di baliknya adalah Dewi Kharisma Michellia. Ia lahir di Denpasar, 13 Agustus 1991 dan saat ini berusia 26 tahun. Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 2013 yang memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012. Selain dua karya tersebut, Michel juga menerbitkan sebuah kumpulan cerita pendek bertajuk Elegi pada Januari 2017 lalu. Sebelumnya, cerpen-cerpen tersebut pernah dimuat di berbagai media massa.

Selain menulis, perempuan yang akrab disapa Michel ini juga pernah bekerja sebagai editor di beberapa perusahaan penerbitan dan reporter di salah satu media besar di Indonesia. Saat ini, Michel tengah melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi ilmu filsafat di Jakarta Pusat sembari menjabat sebagai web editor di sebuah lembaga penerbitan berbasis Yogyakarta.

Kenal Michel lebih jauh dan intip perjalanannya sebagai seorang penulis, yuk! Sosok satu ini benar-benar menginspirasi banget!


Mulai menulis karena sering merasa kesepian dan ingin memiliki teman

photo credit: ThoughtCo

Lahir sebagai anak semata wayang, Michel sering kali merasa kesepian di rumah lantaran kedua orang tuanya selalu pulang kerja larut malam. Seperti dilansir dari wawancaranya dengan Berasadisini, Michel menceritakan bahwa terkadang ketika orang tuanya sedang di rumah, ia meminta keduanya untuk mendongengkannya berbagai cerita. Hingga akhirnya ia tumbuh dan mulai bisa membaca, ayah dan ibunya memberikannya buku-buku cerita atau legenda yang membuat Michel terkagum-kagum. Kecintaannya terhadap bacaan-bacaan di masa kecil membuat Michel termotivasi untuk menulis cerita pendek pertamanya. Ia kemudian kerap menulis puisi di tahun-tahun terakhir sekolah dasar dan menulis prosa di bangku SMP.


Meningkatkan kualitas menulis saat berada di bangku kuliah

photo credit: Actuaries Digital

Kesadaran untuk meningkatkan kualitas tulisannya mulai dialami Michel ketika ia bergabung dalam sebuah situs komunitas penulis. Seseorang di situs tersebut kemudian mendukungnya untuk berkuliah di satu universitas negeri di Yogyakarta dan mempelajari bahasa Inggris lebih dalam. Ketika berkuliah di sana, Michel mengikuti redaksi kampus yang menyadarkannya betapa pentingnya proses pengeditan demi menghasilkan tulisan yang baik.

Selama dua tahun, ia kerap kali menginap untuk melihat langsung tulisannya diedit oleh para senior. Dari pengalaman ini, Michel menyadari bahwa untuk melahirkan tulisan yang baik, tidak hanya kecepatan, akurasi data, dan pemilihan sudut pandang saja yang perlu diperhatikan, tapi juga bagaimana caranya menulis sesuatu yang baru dan belum pernah dibahas sebelumnya.


Lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengedit daripada menulis

photo credit: conduiraonline.com

Menurut pernyataan Michel dalam wawancaranya dengan Beradadisini, ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengedit tulisannya dibandingkan dengan menulis itu sendiri. Baginya, ketika melakukan proses pengeditan, seorang penulis diberikan kesempatan untuk melihat tulisannya dari sudut pandang lain.

Sementara untuk proses menulis, awalnya Michel lebih condong membuat outline dan karakterisasi sebelum mengembangkan ceritanya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa cara tersebut tidak pernah benar-benar berhasil. Sejak itu, ia pun memutuskan untuk menulis tanpa harus menyusun outline terlebih dahulu.


Pernah memperoleh penghargaan atas karyanya dan menjadi pembicara di sejumlah festival sastra

photo credit: YouTube

Berkat karya-karyanya, Michel menjadi finalis dalam Khatulistiwa Literary Award 2013 serta mendapat penghargaan Taruna Sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2015. Selain itu, ia juga kerap kali diundang sebagai pembicara atau pembaca karya dalam sejumlah festival sastra Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu membicarakan tentang komunitas menulis pada ASEAN Literary Festival 2013, membahas kumpulan cerpen Alice Munro dalam Festival Sastra Pawon 2014, dan membacakan cerita pendek dalam Bienal Sastra Salihara 2015.


Berkesempatan mengikuti program beasiswa residensi penulis di Paris, Perancis

photo credit: Mentari Online

Pada Juli sampai September 2017 lalu, Michel menjadi 1 dari 22 penulis yang berkesempatan mengikuti program beasiswa Residensi Penulis yang diselenggarakan Komite Buku Nasional di Paris, Perancis. Program ini bertujuan untuk mendukung para penulis Indonesia melakukan riset dan memberi peluang kepada mereka untuk menyelesaikan karya tulis di luar negeri. Residensi Penulis ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Beasiswa Unggulan.

BACA JUGA


Sering Mengalami Writer’s Block? 7 Kegiatan Berikut Akan Membuatmu Terbebas dari Penyakit yang Menghantui Penulis Ini!

Sering Mengalami Writer’s Block? 7 Kegiatan Berikut Akan Membuatmu Terbebas dari Penyakit yang Menghantui Penulis Ini!

Menulis memang sebuah kesenangan, bahkan menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Maka, jangan sampai writer’s block membuat aktivitas ...

Read more..

Perjalanan Michel menjadi seorang penulis memang tidak bisa dibilang instan. Dibutuhkan perjuangan dan banyak pengalaman demi bisa menjadi penulis yang berprestasi serta diakui banyak orang. Jika memiliki passion dan ingin menjadi penulis profesional, kisah Michel ini bisa kamu jadikan inspirasi dan motivasi nih, Sahabat Trivia!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berawal dari Kesepian, Dewi Kharisma Michellia Kini Jadi Penulis Muda Berbakat dan Pemenang Sayembara Novel DKJ 2012. Simak Perjalanan Kariernya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Tasha Pribadi | @tashapribadi

Silahkan login untuk memberi komentar