Cyber Bullying Tak Pandang Bulu! Ikut Serta Hentikan Aksi Cyber Bullying, Inilah Aksi yang Bisa Kamu Lakukan

Photo credit: ville-petit-couronne

Cyber Bullying Tak Pandang Bulu! Ikut Serta Hentikan Aksi Cyber Bullying, Inilah Aksi yang Bisa Kamu Lakukan

492
Hampir 43% anak-anak telah terintimidasi di media online. Kurang lebih 70% siswa melaporkan melihat bullying secara online dan lebih dari 65% remaja setuju bahwa cyber bullying adalah masalah yang sangat serius.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hampir 43% siswa mengalami intimidasi di media online lebih dari satu kali, 75% siswa melakukan tindakan bullying pada siswa lain, sementara 90% remaja mengabaikan aksi bullying di media sosial yang mereka lihat.

Aksi cyber bullying bagai virus yang terus menyebar dan menjangkiti semua orang. Mulai dari para dewasa hingga mereka yang masih di bawah usia. Sayangnya, tak jarang kontrol dari sekitar, terutama orang tua masih sangat minim.

Berikut ini beberapa contoh kasus bullying yang pernah menjadi viral di media sosial


1. Masih ingat siswi SMP yang di-bully teman-temannya di mall kawasan Thamrin?

photo credit: Tribun Timur

Berawal dari saling bercanda di media sosial, namun berakhir pada kasus bully secara langsung yang menyerang fisik. Dalam video yang berdurasi kurang lebih 4 menit tersebut, ada satu orang siswa dan satu orang siswi yang menyerang satu siswi dengan cara menjambak, mendorong, hingga memukul. Siswi yang diintimidasi pun dipaksa untuk mencium tangan dan kaki kedua pelaku. Dalam video juga terdapat banyak sekali pelajar lain yang mengabadikan peristiwa tersebut. Pelaku sendiri dengan sengaja mengunggah video itu hingga jadi viral di media sosial.


2. Kamu pasti sudah tidak asing dengan Afi Nihaya

photo credit: majalahkartini

Awalnya, ia membuat banyak orang kagum dengan kata-kata motivasi yang sangat bijak di akun media sosialnya hingga ia diundang oleh Presiden Jokowi ke istana karena dianggap menjadi anak muda yang berprestasi. Namun, belakangan diketahui ia telah menggunakan kata-kata orang lain dan mengklaim kata-kata tersebut sebagai miliknya. Tidak hanya kata-kata dalam bentuk tulisan, namun dalam bentuk video yang belakangan diketahui isi kontennya sangat mirip dengan milik korban bully, Catherine Olek. Sontak banyak orang yang memojokkan Afi di media sosial.


3. Rosalie Avila

photo credit: Scallywag and Vagabond

Rosalie merupakan remaja malang yang mendapatkan tindakan bully di sekolahnya. Tak hanya secara langsung, para pelaku bully juga mengintimidasinya melalui media sosial. Tak tahan dengan tindakan kejam yang menimpanya, remaja berusia 13 tahun ini akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Orang tua Rosalie pun tak kuasa menahan tangis saat membaca surat perpisahaan Rosalie yang berisi ucapan maaf.


4. Di Indonesia sendiri, baru-baru ini hangat dengan kasus komedian, Rina Nose, yang memutuskan untuk melepaskan hijabnya

photo credit: Tribunnews

Keputusan yang membuat kaget banyak pihak ini memang cukup memancing banyak komentar, baik dari sahabat dekat, rekan sesama artis, para ulama, hingga orang biasa. Banyak yang menyayangkan keputusan Rina, namun banyak juga yang menghormati apa yang sudah menjadi pilihannya. Sayangnya, tidak sedikit juga orang yang memojokkan hingga mengintimidasinya melalui media sosial.


5. Masih dari kalangan artis yang juga komedian, Uus. Bukan pertama kalinya Uus harus berhadapan dengan tindak cyber bully.

photo credit: Bangka Pos

Kalau korban cyber bullying sebelumnya tidak sampai menghubungi pelaku bully hingga mendatanginya, lain hal dengan Uus yang justru dengan berani menghubungi para pelaku bully yang pernah nongol di media sosialnya. Dari orang-orang yang akhirnya ia temui, mereka justru mengakui kalau cara menegur atau berkomentar mereka memang salah dan akhirnya Uus dan pelaku bully itu berteman.

BACA JUGA


Tindakan Rasis, Melecehkan, Sampai Bullying Tanpa Disadari Sering Dianggap Candaan. Jangan Sampai Kamu Jadi Pelakunya!

Tindakan Rasis, Melecehkan, Sampai Bullying Tanpa Disadari Sering Dianggap Candaan. Jangan Sampai Kamu Jadi Pelakunya!

Mirisnya lagi bercandaan yang mengandung ejekan banyak digunakan orang dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa

Read more..

Masih banyak lagi kasus cyber bullying yang terjadi di berbagai belahan dunia. Bahkan ada juga yang jauh lebih parah dari contoh-contoh kasus di atas dengan berbagai jenis cyber bullying yang ada. Kenali apa saja jenis cyber bullying yang sering terjadi belakangan ini!

Jenis-jenis cyber bullying. Jangan-jangan tanpa sadar kita pernah melakukannya


1. Cyber stalking

photo credit: All Florida Investigations & Forensic Services

Cyber stalking adalah tindakan mengikuti atau mencari tahu informasi pribadi melalui internet. Jika tindakan ini dilakukan untuk mengetahui keadaan atau kabar dari temanmu, maka hal ini masih terbilang wajar. Tindakan yang termasuk kategori cyber stalking adalah mencari tahu hal-hal tentang diri orang lain dengan tujuan negatif, seperti mencari alamat untuk mem-bully secara langsung, mengirimkan barang-barang yang sifatnya mengerikan, mencari tahu nomor pin rahasia rekening untuk membobol tabungan, dan tindakan sejenisnya.


2. Creeping

photo credit: EurActiv

Tidak berbeda jauh dengan cyber bullying, creeping adalah perilaku seseorang yang sangat terobsesi dan berlebihan dalam mengikuti kehidupan orang lain melalui media sosial mereka, sehingga pelaku mengetahui secara jelas kehidupan pribadi hingga hal-hal kecil dari korbannya. Saat pelaku sudah mencoba melukai atau mengancam keselamatan hidup korban, maka tindakan ini dapat dianggap sebagai creeping.


3. Trolling

photo credit: The Harm of Online Harassment

Trolling merupakan cyber bullying yang paling sering terjadi di media sosial. Jenis cyber bullying ini berbentuk cacian, umpatan, dan berbagai ungkapan negatif lain yang dilontarkan kepada orang lain. Misalnya, menghina secara fisik dalam postingan seseorang, hingga menyinggung ras dan agama. Di Indonesia, internet trolling bisa terjadi kepada siapa saja, dari orang biasa hingga selebriti papan atas.

Kasus trolling terbaru adalah kasus yang dialami oleh Rina Nose yang sudah dijelaskan pada contoh kasus di atas. Rata-rata, korban bully seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pasti mengalami bully tipe ini.

Kasus lainnya terjadi di panggung AMAs 2017 beberapa waktu lalu. Sebelum Demi Lovato naik ke atas panggung, layar di panggung menampilakan komentar kebencian banyak orang melalui Twitter. Hal ini menunjukkan bahwa cyber bullying dapat dilakukan oleh dan kepada siapa saja.


Apa yang membuat orang begitu mudah mengintimidasi orang lain di dunia maya?

photo credit: derrenbrown

Seseorang bisa dengan mudah melakukan intimidasi terhadap orang lain karena berbagai faktor, di antaranya:

1. Sifat media sosial yang anonim membuat seseorang dengan bebas menggunakan foto atau status sebagai bahan ejekan tanpa diketahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

2. Kondisi anonim, menurut Diener, dapat membuat individu kehilangan kesadaran dirinya dan melebur menjadi bagian dari kelompok tertentu. Kehilangan kesadaran ini menyebabkan individu mengalami deindividuasi yang bisa mengarahkan seseorang berperilaku menyimpang.

3. Banyaknya orang yang memberi komentar negatif atau melakukan cyber bullying dapat memberi pengaruh terhadap orang lain yang melihat untuk melakukan hal serupa. Pengaruh sosial ini dapat menyebabkan individu mengubah perilakunya demi tampak ‘serupa’ dengan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dikenal juga dengan istilah konformitas.

Tiga penyebab di atas bisa luruh jika interaksi dilakukan di dunia nyata. Salah satu contohnya adalah kasus yang dialami oleh Uus seperti yang telah disebutkan di atas. Ia berusaha menghubungi orang-orang yang pernah menghina dirinya di media sosial. Beberapa di antaranya tidak berani untuk bertemu, sebagian lagi berani, namun ketika bertemu mereka justru bersikap seolah tidak pernah ada tindakan cyber bullying yang mereka lakukan.


photo credit: lindsayssocialpsychology

Pada akhirnya mereka bisa berdamai dan tidak ada lagi saling menghina melalui media sosial. Jika sejak awal seseorang bisa dengan hati-hati dan bijak dalam merangkai kata yang mereka sampaikan melalui media sosial tentu kegunaan media sosial dalam menghubungkan orang-orang bisa dirasakan secara positif dan maksimal.

Meski UU ITE di Indonesia sudah jelas regulasinya, nyatanya masih banyak pelaku cyber bullying yang tak terjerat hukum. Bagai arus deras, cyber bullying cukup sulit dihentikan. Belum lagi hanya 1 dari 10 korban cyber bullying yang mengadukan pengalamannya pada orang tua, wali atau pun pihak berwenang yang terkait.

Di Indonesia sudah banyak kasus cyber bullying yang terjadi. Salah satunya adalah kasus yang kerap dialami oleh para selebriti dalam kolom komentar media sosial mereka. Di luar negeri bahkan ada yang sampai menghabisi nyawanya sendiri alias bunuh diri. Seperti yang dialami oleh Rosalie Avila yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya akibat mengalami cyber bulying yang tiada henti.


Yuk, biasakan berani berpendapat tanpa menyakiti hati orang lain

photo credit: Stocksy United

Indonesia dikenal sebagai negara yang demokratis, artinya seluruh rakyatnya bebas berpendapat dan menyuarakan pikirannya. Namun, bukan berarti kita berhak menyatakan apa pun tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain. Di dunia maya, ada beragam orang dengan beragam latar belakang. Sementara orang yang benar-benar kita kenali hanya hitungan jari. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya orang lain alami dan lalui setiap harinya. Bukan tak mungkin komentar sepele yang kita lontarkan, menyakiti hati orang lain hingga memutuskan mengakhiri hidupnya.


Jika kamu memang merasa perlu menyuarakan pendapatmu di media sosial, inilah 3 cara tepat yang bisa kamu lakukan


1. Tulislah opini kamu secara sopan dan objektif tanpa harus menyinggung ras, agama, dan hal yang bersifat SARA lainnya, sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain

photo credit: Merdeka.

Tidak sedikit orang yang dengan bijak menggunakan media sosial mereka. Opini yang dilontarkan berdasarkan berbagai sudut pandang akan lebih mudah diterima oleh orang lain. Misalnya saja yang dilakukan Gita Savitri Devi, seorang YouTuber yang dalam videonya, ia mengomentari kasus Rina Nose yang melepaskan hijabnya.

BACA JUGA


Cuitan Kaesang Pangarep Ini Bukti Dirinya Kebal dari Bullying. Salut Deh Sama Mental Bajanya!

Cuitan Kaesang Pangarep Ini Bukti Dirinya Kebal dari Bullying. Salut Deh Sama Mental Bajanya!

Siapa yang tidak kenal dengan Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo. Selain dikenal lucu, Kaesang juga dikenal sabar. Contohnya ...

Read more..

Inti dalam video Gita, ia sangat menyayangkan jika ada seseorang yang menolak perintah agama yang sudah jelas terltulis dalam kitab suci yang selama ini menjadi peta hidup seorang Muslim, hanya saja bukan berarti kita jadi seenaknya untuk mengomentari bahkan menghujat artis tersebut dengan kata-kata kasar sampai-sampai menyakiti hatinya karena keputusannya melepas hijab. Bagaimana pun kita tidak tahu kehidupan seperti apa yang telah dan tengah dijalani Rina Nose. Jadi, akan lebih baik jika kita saling menghormati.


2. Opini atau pendapat kamu, bisa kamu salurkan melalui tulisan di blog karena jika di media sosial justru khawatir akan menjadi wadah bagi lebih banyak orang untuk berdebat tanpa ada batasan etika dan sopan santun

photo credit: wiseGEEK

Memang tidak ada salahnya beropini dan menyuarakan pikiran, yang salah adalah ketika opini kita justru menyakiti perasaan orang lain. Apalagi orang tersebut tidak kita kenal secara langsung. Salah satu cara agar kamu dapat berpendapat tanpa harus menyakiti perasaan orang lain, kamu bisa menyalurkan opini kamu melalui blog pribadi kamu, tentu dengan bahasa yang baik dan objektif.


3. Beri jeda sebelum berkomentar, pikiran lagi dan lagi sampai kamu merasa yakin komentarmu memang penting untuk ditulis

photo credit: Lifewire

Coba bayangkan kamu mendapat komentar yang sama, jika kamu merasa sakit hati sebaiknya simpan komentarmu. Memposisikan diri menjadi korban sebelum menyampaikan opini adalah salah satu cara agar kamu bisa behati-hati dalam beropini dan mengerti kondisi dari korban bully. Jika kamu merasa sakit hati ketika ada orang lain yang berkomentar seperti yang ingin kamu sampaikan, sebaiknya simpan saja komentar kamu dan jadikan kasus korban bully tersebut sebagai pelajaran agar kamu tidak mengalami hal yang sama.


Sebagai saksi, ini yang harus kamu lakukan!

photo credit: wnyc

1. Jangan ikut melukai, bagikan tulisan, atau menekan tombol like. Tindakan ini memancing lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa

2. Laporkan tindakan cyber bullying kepada orang tua atau pihak berwenang agar segera ditindak untuk memberikan efek jera kepada pelaku penindasan.

3. Beri dukungan positif kepada orang yang terintimidasi atau korban cyber bullying. Jika kamu merasa takut memberikan dukungan secara terbuka, hubungi korban melalui jalur pribadi agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian.

BACA JUGA


Tindakan Rasis, Melecehkan, Sampai Bullying Tanpa Disadari Sering Dianggap Candaan. Jangan Sampai Kamu Jadi Pelakunya!

Tindakan Rasis, Melecehkan, Sampai Bullying Tanpa Disadari Sering Dianggap Candaan. Jangan Sampai Kamu Jadi Pelakunya!

Mirisnya lagi bercandaan yang mengandung ejekan banyak digunakan orang dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa

Read more..

Kecanggihan teknologi termasuk media sosial merupakan fasilitas yang tak boleh kamu sia-siakan, apalagi salah gunakan. Media sosial dapat kamu gunakan sebagai media untuk menjujung sikap toleransi dan menghargai, bukan justru menyakiti orang lain.

Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!

Penulis: Rezita Rani




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Cyber Bullying Tak Pandang Bulu! Ikut Serta Hentikan Aksi Cyber Bullying, Inilah Aksi yang Bisa Kamu Lakukan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Trivia | @triviaid

Real stories of real life people

Silahkan login untuk memberi komentar