Dirgahayu ke-724, Surabaya! Nikmati Kota Surabaya Lewat Lagu-lagu Silampukau Ini Yuk!

Photo Credit : kurniayoung

Dirgahayu ke-724, Surabaya! Nikmati Kota Surabaya Lewat Lagu-lagu Silampukau Ini Yuk!

1K
Aransemen yang sederhana dan lirik-lirik puitis Silampukau memunculkan kenangan dan rasa rindu pada siapa saja yang memiliki ikatan dengan Surabaya.

Silampukau merupakan salah satu grup musik duo yang mengabadikan kota Surabaya dalam karya-karya mereka. Duo yang dibentuk pada 2009 ini sempat vakum sebelum akhirnya merilis album perdana berjudul “Dosa, Kota, & Kenangan pada tahun 2015 lalu.

Lirik-lirik yang jujur dan dekat dengan keseharian membuat duo yang digawangi Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening segera mendapat perhatian dari pecinta musik Indonesia, khususnya Jawa Timur. Kalau Sahabat Trivia sedang berada atau tinggal di Surabaya, tidak ada salahnya menikmati kota pahlawan ini dengan lagu-lagu Silampukau berikut di momen ulang tahun kota Surabaya tanggal 31 Mei ini, simak yuk!


1. Puan Kelana

Aih, Puan Kelana,

mengapa musti ke sana?

Paris pun penuh mara bahaya dan duka nestapa,

seperti Surabaya.


Lagu yang mengisahkan tentang kepergian seorang gadis ini membandingkan kota Paris dan Surabaya. Lagu ini menyadarkan kita bahwa hidup di kota manapun sama saja, sama-sama manis namun keras.

Courtesy : youtube/Eloravis


2. Bola Raya

Kami rindu lapangan yang hijau.

Harus sewa dengan harga tak terjangkau.

Tanah lapang kami berganti gedung.

Mereka ambil untung, kami yang buntung.

Kita sering mengeluhkan ruang hijau terbuka dan lapangan tempat kita bermain saat masih kecil diganti dengan gedung bertingkat. Lagu berjudul ‘Bola Raya’ ini mengisahkan cerita yang serupa, kerinduan akan tanah lapang dan kritikan mengenai gedung-gedung tinggi yang semakin memenuhi kota Surabaya.

Courtesy : youtube/Fikri Izza


3. Bianglala

Taman Remaja Surabaya sajikan canda tepis gulana.

Oh senangnya!

Aih, ya Tuan, di sanalah hiburan murah di Surabaya.

Arek Suroboyo generasi 80-90an pasti ingat dengan Taman Hiburan Rakyat atau THR yang menjadi area rekreasi murah dan terlengkap di Surabaya pada masanya. Sayangnya seiring dengan pembangunan yang pesat di Surabaya, kemeriahan dan hingar bingar THR seakan hilang dimakan zaman. Buat kamu yang kangen dengan THR, lagu ini akan membawamu kembali ke masa kecil yang indah di taman hiburan tersebut.

Courtesy : youtube/Inung Babel


4. Lagu Rantau (Sambat Omah)

Tujuh tahun yang lalu,

impian membawaku ke Surabaya: berharap jadi kaya.

–hanya bermodal baju dan seratus ribu, nasib ini kuadu—

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya merupakan kota yang sangat menarik bagi perantau yang ingin mengadu nasib. Sayangnya tidak semua perantau bisa sukses di Surabaya. Di lagu yang menceritakan kerinduan pada rumah ini mengingatkan kita bahwa modal nekat saja tidak bisa membuatmu bertahan hidup di perantauan.

Courtesy : youtube/Orkes Silampukau


5. Balada Harian

Mentari tinggal terik bara tanpa janji.

Kota tumbuh,

kian asing, kian tak peduli;

dan kita tersisih di dunia yang ngeri,

dan tak terpahami ini.

Pesatnya pertumbuhan kota Surabaya membuat penghuninya menjadi asing dan seakan menjadi tamu di kotanya sendiri, itulah yang ingin disampaikan Silampukau dalam lagu ini. Walau dibawakan dengan nada riang, kesedihan tetap terasa dalam lagu ini.

Courtesy : youtube / Niamul Huda


6. Si Pelanggan

Di dasar kerat-kerat bir

yang kutenggak dalam kafir,

di ujung ceracau malam yang lingsir,

di dengung hambar aspal yang terus bergulir,

di lubang-lubang nyinyir ranjang matrimoni,

kupertanyakan nasibmu Dolly, oh Dolly.

Nama Dolly sempat tenar sebagai tempat pelacuran terbesar di Asia Tenggara sebelum ditutup pada 2014 lalu. Di lagu ini Silampukau mendeskripsikan aktivitas di Dolly dengan sangat puitis dan berkelas. Dalam liriknya juga mengingatkan bahwa meski Dolly ditutup, aktivitas pelacuran tetap bisa ada di mana-mana.

Courtesy : youtube/Orkes Silampukau


7. Malam Jatuh di Surabaya

Maghrib mengambang lirih dan terabaikan,

Tuhan kalah di riuh jalan.

Orkes jahanam mesin dan umpatan,

malam jatuh di Surabaya.

Lagu yang menggambarkan suasana malam di Surabaya ini menceritakan jalanan Surabaya dan aktivitas selepas bekerja, saat orang-orang berada dalam kondisi lelah dan tidak jarang acuh dengan keadaan sekitar. Bagi arek Suroboyo yang sedang dalam perantauan, lagu yang sederhana, dan syahdu ini cocok sebagai obat pelepas rindu akan malam-malam di kota kelahiran ini.

Courtesy : youtube/technologic

BACA JUGA


Aransemen yang sederhana dan lirik-lirik puitis Silampukau memunculkan kenangan dan rasa rindu pada siapa saja yang memiliki ikatan dengan Surabaya. Mana lagu Silampukau favoritmu, Sahabat Trivia?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dirgahayu ke-724, Surabaya! Nikmati Kota Surabaya Lewat Lagu-lagu Silampukau Ini Yuk!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dini Ardianty | @diniardianty

A bibliophile, full time writer, Indonesian language teacher, and vegetarian

Silahkan login untuk memberi komentar