Fenomena Seleb Media Sosial. Simak Curhatan Agensi Ini Sebelum Kamu Terjun Sebagai Influencer di Jagat Maya!

Fenomena Seleb Media Sosial. Simak Curhatan Agensi Ini Sebelum Kamu Terjun Sebagai Influencer di Jagat Maya!

330
Di balik popularitas dan keuntungan yang diraup oleh para influencer marketing, tak sedikit pihak agensi yang mengeluh terkait perilaku negatif talent-talent mereka.

Jika pada zaman dahulu menjadi sosok idola diperlukan bakat di bidang seni, maka berbanding terbanding terbalik dengan situasi di masa kini. Semua orang bisa menjadi selebriti tanah air. Hanya berbekal foto diri dan angka pengikut akun sosial media yang berjumlah fantastis, ribuan job akan berdatangan bagaikan hujan, sebut saja Karin Novilda, Anya Geraldine, Ria Ricis, Rachel Vennya, dan masih banyak lagi.

Tak hanya menyandang predikat selebriti media sosial, nama-nama tersebut juga seringkali dianggap sebagai influencer marketing. Mereka yang memiliki jumlah followers banyak akan diajak bekerja sama untuk mempromosikan sebuah produk atau biasa kita dengar sebagai endorsement. Promosi tersebut seringnya dilakukan lewat platform media sosial, baik Instagram maupun YouTube.

Namun, di balik popularitas dan keuntungan yang diraup oleh para influencer marketing, tak sedikit pihak agensi yang mengeluh terkait perilaku negatif talent-talent mereka. Dino Augusto baru-baru ini merasa jengkel lantaran salah seorang influencer di bawah agensinya yang berperilaku kurang menyenangkan. Bagi Sahabat Trivia yang sebelumnya termotivasi menjadi influencer atau seleb media sosial, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari ketika bekerjasama dengan suatu agensi.


1. Bersifat kekanak-kanakkan

source: waktuku

Ada perbedaan yang sangat kentara di antara bersikap riang dan kekanak-kanakkan, Sahabat Trivia. Mereka yang kekanak-kanakkan cenderung sulit menerima pendapat orang lain. Seseorang yang memiliki sifat childish juga dapat membuat semua pihak merasa repot. Apalagi jika orang tersebut tidak konsisten: sebentar mau yang ini, sebentar mau yang itu. Bisa-bisa pas diajak bekerjasama dengan salah satu klien, malah bimbang harus tanda tangan kontrak atau tidak.


2. Jam karet

source: huffingtonpost

Waktu adalah uang

Sahabat Trivia pasti sudah akrab dengan pepatah tersebut. Hanya karena seseorang berniat meminta pertolonganmu, bukan berarti kamu bisa semena-mena mengulur waktu. Kasus inilah yang dialami oleh Dino Augusto ketika seorang klien hendak menggunakan jasa salah satu influencer untuk memasarkan produknya, si talent malah susah dihubungi dan mendadak sibuk sendiri.

"Memperlakukan agensi kayak berasa kami yang butuh. Jadi, begitu dikejar-kejar nggak punya attitude, malah marah balik."

Kalau situasinya sudah seperti itu, bukan tidak mungkin kalau kamu bakal didepak dari agensi tersebut, Sahabat Trivia.


3. Mematok upah atau bayaran yang terlalu tinggi

source: shutterstock


Siapa yang tak butuh uang? Para selebriti media sosial yang menekuni profesi influencer marketing pun semata-mata untuk menghidupi dirinya. Bagi kamu yang baru mau terjun di bidang ini, tak ada salahnya untuk mengetahui seperti apa metode upah yang akan kamu terima. Apakah lewat cara paid promote atau paid endorse.

Selebgram yang menerapkan sistem paid promote biasanya akan dikirimi bayaran dalam bentuk uang setelah mempromosikan barang lewat akun pribadinya. Sementara untuk paid endorse, klien hanya berkewajiban mengirim produk tertentu dan memberinya secara cuma-cuma setelah dipromosikan oleh si selebgram. Bahkan, jumlah followers pun terkadang jadi tolok-ukur dalam pemberian upah. Jika angka followers-mu di bawah ratusan ribu, mungkin bayaran yang diterima tak akan sebesar mereka yang telah memiliki jutaan pengikut di media sosial.


4. Membatalkan kontrak perjanjian tanpa pemberitahuan

source: fixmytimesharenow

Seperti yang dikeluhkan Dino Augusto, beberapa influencer di agensinya seringkali meminta persekot seusai menandantangani kontrak perjanjian dengan pihak klien. Buruknya lagi, sebelum pemasaran produk dilaksanakan, si influencer sudah lebih dulu kabur tanpa pemberitahuan sama sekali. Situasi seperti ini tentu saja sangat merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, Sahabat Trivia, sebelum membubuhkan tanda tangan pada kontrak kerja sama, upayakan untuk memahami setiap butir pernyataan di lembar tersebut. Yang paling penting, komitmen untuk menjaga kepercayaan masing-masing pihak.


5. Beranggapan dirinya bintang papan atas

source: instagram awkarin

Perlu Sahabat Trivia ketahui, jumlah pengikut yang dimiliki seseorang pada akun media sosial bukanlah syarat utama untuk suatu kesuksesan. Seseorang bisa dikatakan sukses apabila telah mengukir sebidang prestasi membanggakan. Oleh sebab itu, hanya karena angka followers Instagram-mu mencapai jutaan, bukan berarti kamu harus merasa paling tinggi lho. Apalagi kalau sudah dikenal sama orang banyak. Ada baiknya untuk tetap rendah hati dan disiplin dalam bersikap.


BACA JUGA


Medina Zein dan 7 Selebgram Pengusaha yang Sukses di Usia Muda. Bukti Kalau Sukses Nggak Perlu Tunggu Tua. Inspiratif Banget Deh!

Medina Zein dan 7 Selebgram Pengusaha yang Sukses di Usia Muda. Bukti Kalau Sukses Nggak Perlu Tunggu Tua. Inspiratif Banget Deh!

Di usianya yang baru 24 tahun, Medina sudah berhasil mengelola berbagai macam bisnis yang dirintisnya dari bawah

Read more..

Sejatinya, perkara menjadi selebriti media sosial ataupun influencer di jagat maya adalah hak semua orang. Tak ada yang salah dengan impian tersebut. Akan tetapi, seseorang yang menjunjung tinggi sisi profesionalitas justru lebih dipercaya untuk menjadi seorang influencer marketing. Contohnya, Kaesang Pangarep yang pernah didaulat sebagai Duta Toko Online pada Desember 2014 silam. Kesuksesan itu diperoleh Kaesang lantaran dirinya sering meng-endorse produk dari berbagai toko.

Tentunya Sahabat Trivia lebih memilih berkarya dengan cara yang baik, bukan? Bagaimanapun juga, prestasi tanpa sensasi jauh lebih baik daripada popularitas yang bersumber dari skandal.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Fenomena Seleb Media Sosial. Simak Curhatan Agensi Ini Sebelum Kamu Terjun Sebagai Influencer di Jagat Maya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Joy Agustian | @joyagustian

Penggemar warna putih dan biru langit. Adalah takdir mengapa ia begitu menyukai buku, suara ombak, dan menjadikan pantai sebagai pelariannya. Ingin diberi umur panjang agar dapat menulis sampai akhir hayat. Saat ini, ia sedang mempelajari yoga.

Silahkan login untuk memberi komentar