Kenalkan, Mohamad Al Jounde! Pemuda 16 Tahun, Pengungsi Suriah, dan Peraih Nobel Perdamaian

Image source: The Guardian

Kenalkan, Mohamad Al Jounde! Pemuda 16 Tahun, Pengungsi Suriah, dan Peraih Nobel Perdamaian

427
Mohamad Al Jounde adalah anak muda peraih nobel perdamaian atas jasanya membangun sekolah bagi para pengungsi Suriah di Lebanon.

Satu lagi pemuda inspiratif yang akan menyulut kembali semangat kita ketika hidup memberikan pukulan yang keras. Kali ini datangnya dari tanah Arab. Pemuda ini memiliki kisah yang mampu memberikan orang lain semangat dan inspirasi. Begini kisahnya. Semoga membuatmu tergerak dan menginspirasimu juga.


Perkenalkan, namanya Mohamad Al Jounde

Image sourge: KidsRights

Mohamad Al Jounde lahir dan tumbuh besar di Suriah. Masa kecilnya tidak jauh beda dengan kita. Ia tinggal bersama ayah yang berprofesi sebagai visual artist dan ibu yang berprofesi sebagai guru matematika. Ia juga berangkat ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Singkatnya, ia menikmati setiap detik dalam hidupnya.

Namun, semua berubah ketika pecah perang di Suriah. Ayah dan ibunya termasuk orang yang mendukung revolusi dan cukup vokal terhadap rezim yang berkuasa. Dua kali ibunya ditahan dan bahkan mendapat ancaman pembunuhan. Seperti banyak penduduk Suriah yang lain, Mohamad sekeluarga akhirnya pergi meninggalkan tanah kelahirannya demi menyelamatkan diri.


Hidupnya yang sulit semakin sulit

Image sourge: Youtube/KidsRights

Saat itu, tahun 2013 dan usianya baru 12 tahun ketika Mohamad Al Jounde pindah ke negara tetangganya, Lebanon. Kehidupannya yang tenang pun terusik. Ia tidak lagi bisa sekolah seperti biasa karena ayah dan ibunya yang kesulitan mencari pekerjaan tidak sanggup membiayainya. Ia kehilangan teman-teman bermainnya. Ia juga terpaksa harus berpisah dengan sang ayah yang akhirnya mengajukan suaka ke Swedia agar dapat bekerja dan menafkahi keluarganya kembali.


Bertemu dengan fotografer yang membuat hidupnya lebih menyenangkan

Photo credit: Mohamad Al Jounde via The Guardian

Dunia tampak lebih cerah di matanya ketika sang ayah sempat mempertemukannya dengan Ramzi Haidar, fotografer asal Lebanon. Ramzi Haidar mengajarinya seluk beluk fotografi dan menjadi fotografer idolanya sampai sekarang.

Photo credit: Mohamad Al Jounde via The Guardian

Dunia fotografi mengakhiri masa kekosongan dalam jiwanya yang selama ini gelap akibat trauma perang. Ia pun menerapkan ilmu fotografinya untuk memotret orang-orang yang ada di camp pengungsian atau aksi di jalanan.


Tergerak untuk menciptakan perubahan setelah banyak melihat penderitaan orang lain

Image sourge: KidsRights

Memiliki kedua orang tua yang melek politik, Mohamad Al Jounde sadar bahwa pendidikan itu penting bagi masa depan Suriah. Ia kemudian membagikan pengetahuannya tentang fotografi kepada anak-anak di kamp pengungsian. Setelah banyak berinteraksi dengan mereka, ia pun menyadari bahwa penderitaannya juga dirasakan oleh anak-anak lain di sana yang sama-sama menjadi pengungsi seperti dirinya. Keinginannya untuk membantu anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan sama besarnya dengan keinginannya untuk bersekolah kembali.


Mendirikan sekolah tenda yang menjelma menjadi sekolah berdinding kokoh

Image sourge: Youtube/KidsRights

Bagi Mohamad Al Jounde, sekolah itu penting karena di sanalah tempat untuk menjalin persahabatan dan mengembangkan diri. Pada musim panas tahun 2014, dengan dukungan sang ibu dan keluarganya, proposalnya untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak di camp pengungsian mendapat lampu hijau dari NGO.

Image sourge: Youtube/KidsRights

Terletak di Gharsah, camp pengungsi di Lembah Bekaa, sekolah ini awalnya hanya berupa tenda biasa yang dihadiri 100 murid dengan empat orang guru termasuk dirinya sendiri. Mohamad Al Jounde mengajar bahasa, matematika, dan tentu saja fotografi. Melalui fotografi, ia mengajak anak-anak untuk belajar mengekspresikan diri mereka yang selama ini malu-malu atau tidak tahu cara mengungkapkan keluh kesahnya. Seiring berjalannya waktu, bantuan donasi makin banyak ia dapatkan. Sekolahnya kini menjelma menjadi sekolah berdinding kokoh yang menampung sekitar 200 murid.


Perjuangannya kemudian diganjar dengan nobel perdamaian

Image source: The Guardian

Kiprah Mohamad Al Jounde yang sejak usia belasan tahun telah memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak Suriah di camp pengungsian ini tersiar sampai ke meja KidsRights Foundation, lembaga yang bekerjasama dengan aktivis muda untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak.

Image source: International Children's Peace Prize

Mohamad Al Jounde kemudian menjadi salah satu nominasi anak muda peraih nobel perdamaian, yang dikenal dengan nama resmi International Children’s Peace Prize, untuk tahun 2017. Bulan Desember lalu, akhirnya namanya keluar sebagai remaja terpilih dan membawa pulang tropi nobel perdamaian. Malala Yousafzai yang juga pernah mendapat penghargaan serupa adalah orang yang secara simbolis menyerahkan tropi kebanggaan tersebut.


Tentang masa depan

Image source: Twitter/KidsRights

Mohamad Al Jounde baru saja mendapatkan suaka di Swedia seperti ayahnya. Ia sekarang memang sedang memulai hidup baru, namun tampaknya ia tidak akan duduk-duduk saja sambil menunggu keajaiban melainkan tetap memikirkan keberlangsungan sekolahnya di camp pengungsian.

“The future is and uncontrollable, so I stopped worrying about that. I want to focus on what I can do now” adalah jawabannya saat ditanya tentang rencana jangka panjang untuk masa depan.

Simak juga video kisah hidupnya, Sahabat Trivia!

Courtesy: Youtube/KidsRights

Selamat untuk Mohamad Al Jounde! Dan sama seperti Mohamad, jangan patah arang kapan pun hidup terasa sulit, Sahabat Trivia!

BACA JUGA


Selain Kemenangan Mahershala Ali di Oscar 2017,  Inilah 6 Sosok Muslim yang Diakui Dunia Berkat Prestasi Mereka!

Selain Kemenangan Mahershala Ali di Oscar 2017, Inilah 6 Sosok Muslim yang Diakui Dunia Berkat Prestasi Mereka!

Mahershala Ali bukan satu-satunya pemain film Muslim yang pernah mendapatkan nominasi Oscar. Shohreh Aghdashloo, seorang aktris keturunan ...

Read more..



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kenalkan, Mohamad Al Jounde! Pemuda 16 Tahun, Pengungsi Suriah, dan Peraih Nobel Perdamaian". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Henny Alifah | @hennyalifah

collecting stories

Silahkan login untuk memberi komentar