Kisah Pilu Desa Pantai Bahagia di Jawa Barat yang Terancam Tenggelam. Simak Potretnya Berikut Ini!

Photo credit: akurat

Kisah Pilu Desa Pantai Bahagia di Jawa Barat yang Terancam Tenggelam. Simak Potretnya Berikut Ini!

281
Desa Pantai Bahagia yang ada di Jawa Barat kini kondisinya sungguh berlawanan dari namanya. Kini desa tersebut bahkan nyaris tenggelam.

Desa Pantai Bahagia merupakan desa yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Beberapa waktu lalu desa ini menjadi sorotan masyarakat Indonesia karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. Desa ini diterpa banjir pasang surut nyaris setiap hari. Menurut kepala Desa Muara Gembong, banjir pasang surut yang terjadi ini sudah berlangsung sejak tahun 2000 silam. Situasinya semakin buruk karena perubahan iklim yang tak menentu dan perilaku masyarakat yang tidak menjaga dengan baik kondisi lingkungan di desa tersebut sehingga terjadilah kerusakan alam dan lingkungan.

Pemerintah setempat sebenarnya sudah tahu solusi yang bisa mereka ambil agar Desa Pantai Bahagia ini tidak mengalami kondisi yang semakin parah kian harinya. Salah satu caranya adalah dengan melestarikan hutan bakau atau mangrove. Namun, hutan bakau yang sudah ada pun sering ditebang untuk dijadikan sawah dan peternakan ikan dan udang. Banyak warga yang terpaksa bertahan hidup di sana karena tidak tahu lagi harus tinggal di mana. Banyak juga akhirnya warga yang meninggalkan rumahnya karena sudah benar-benar tidak layak huni. Berikut ini adalah kisah-kisah pilu yang dialami warga Desa Pantai Bahagia yang terancam tenggelam.


Terdapat puluhan rumah tak berpenghuni, rapuh, dan beberapa hanya bersisa fondasi saja

Photo credit: localguidesconnect

Meski tinggal di Desa Pantai Bahagia, banyak warga di sana yang justru menderita karena abrasi dan air rob yang tidak kunjung henti. Sebagian besar warga tidak tahan dengan kondisi tersebut. Alhasil, rumah-rumah dibiarkan kosong bertahun-tahun karena ditinggal pemiliknya. Banyak juga rumah yang akhirnya hancur karena bertahun-tahun digenangi air yang membuat bangunan menjadi rapuh dan bisa kapan saja roboh.

Seperti yang dialami oleh pak Wawan yang ternyata sudah meninggikan rumahnya hingga 3 kali, namun tetap saja terkena dampak air rob. Bahkan, menurut pak Wawan, jika rumah ini digali dasarnya sudah sangat jauh sekali. Karena berkali-kali ditinggikan, jarak antara lantai dan atap jadi cukup dekat. Padahal dahulu rumah pak Wawan termasuk rumah yang paling tinggi, namun kini sudah menjadi rumah yang pendek. Beberapa bagian rumahnya pun mulai keropos karena terendam air laut yang mengandung garam.


Perekonomian masyarakat turun drastis

Photo credit: bbc indonesia

Banjir yang tak kunjung henti menyebabkan perekonomian warga ikut terkena imbasnya. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Mereka tentu bergantung dari hasil penangkapan mereka yang dijual, sedangkan hasil tangkapan dan hasil penjualan mereka pun tak menentu. Ditambah lagi kondisi desa jauh dari kata baik-baik saja. Jika dirata-rata, penghasilan para nelayan ini setiap bulannya sekitar Rp500.000,00 saja.

Aca Sigianto dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengatakan, "Perekonomian warga sekarang sangat minim. Kalau dirata-rata penghasilan per bulan Rp500.000,00"

Tambak ikan yang dimiliki warga kebanyakan juga sudah tidak produktif lagi sejak 2013 lalu. Padahal, jika saja masalah air rob ini bisa diatasi, empang-empang kembali produktif, 3 hektar luas empang bisa menghasilkan satu ton ikan bandeng. Hal tersebut tentu saja dapat membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.


Sekolah, Tempat Pemakaman Umum (TPU), dan beberapa lokasi lainnya pun terendam

Photo credit: Uzone

Yang paling mengkhawatirkan adalah pendidikan yang ada di desa tersebut. Para pelajar terpaksa harus belajar di tengah genangan air banjir. Tak jarang mereka harus diliburkan karena kondisi sekolah yang tidak bisa digunakan. Padahal, masih banyak pelajar yang menggantungkan pendidikan mereka di sekolah-sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan. Meski kondisi sekolah kurang layak, namun para pelajar ini masih dengan semangat berangkat ke sekolah untuk belajar.

Tidak hanya sekolah saja yang mendapatkan dampak yang cukup mengenaskan. Bahkan, TPU pun ikut terendam sehingga jika di lihat dari atas maka yang tampak hanya nisan-nisan dari makam tersebut. Beberapa tempat umum lainnya pun bagaikan sudah lenyap ditelan air rob.


Tempat ibadah tergenang air dan berlumut

Photo credit: bbc indonesia

Warga sekitar mengaku kerap kali merasa kesulitan untuk melakukan ibadah karena rumah ibadah yang tergenang air. Bahkan, tak jarang ketika sedang ibadah, banjir datang sehingga para warga terpaksa beribadah sambil basah-basahan.

"Pernah ketika salat tiba-tiba banjir datang, ya kami terpaksa basah-basahan," kata Wawan.

Genangan air ini juga membuat rumah ibadah berlumut dan berlumpur. Meski sudah dibersihkan berkali-kali, namun air rob yang terus datang membuat tempat ibadah tersebut pun selalu tampak kotor.


Terancam tenggelam

Photo credit: akurat

Muara Gembong, Jawa Barat, terutama di Desa Pantai Bahagia kini sudah teramcam tenggelam. Wilayah pantai Muara Gembong Bekasi, terutama Desa Pantai Bahagia ini, merupakan wilayah terparah sejak terkena abrasi akibat perubahan iklim, naiknya permukaan air laut, dan kegiatan masyarakat yang kerap kali melakukan penebangan pada hutan mangrove demi membuat lahan pertanian. Padahal, lahan pertanian yang mereka rencanakan tersebut pun pada akhirnya tergenang air juga.

Selain itu, berdasarkan analisa stasiun pasang surut yang terletak di Ambon, Batam, Biak, Jakarta, Jepara, dan Kupang, kenaikan permukaan air laut ini bisa mencapai 8 milimeter per tahunnya selama 9 tahun terakhir ini. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sekitar 400 kilometer garis pantai di 100 lokasi yang berada di 17 provinsi terkena abrasi ini. Sebanyak 44% lahan pantaidi pantai utara Jawa merupakan yang terparah terkena abrasi. Persentase tersebut setara dengan 745 kilometer atau luasnya setara dengan 10.988 hektar.


BACA JUGA


Dua Mahasiswa IPB Tenggelam di Sungai Cikidang. Ini Hal yang Harus Kamu Lakukan Jika Menemukan Orang Lain Tenggelam!

Dua Mahasiswa IPB Tenggelam di Sungai Cikidang. Ini Hal yang Harus Kamu Lakukan Jika Menemukan Orang Lain Tenggelam!

Dua mahasiswa IPB tenggelam karena terseret arus Sungai Cikidang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 25 Februari 2018. ...

Read more..

Pemerintah berharap hutan bakau yang tersedia hendaknya bisa dirawat dengan sebaik-baiknya agar kekhawatiran warga bahwa desanya akan tenggelam bisa musnah. Tentu saja hal tersebut dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga agar pelestarian hutan bakau atau mangrove bisa berjalan dengan baik dan mewujudkan harapan masyarakat agar desa tersebut tidak tenggelam.


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kisah Pilu Desa Pantai Bahagia di Jawa Barat yang Terancam Tenggelam. Simak Potretnya Berikut Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rezita Rani | @rezitarani

Silahkan login untuk memberi komentar