Membiasakan Hal yang Tidak Biasa Dilakukan, Ternyata Seru Loh! Ini Pengalaman Sosial Eksperimen Saya, Full Makeup Selama Satu Minggu

Photo credit: Hello Sehat

Membiasakan Hal yang Tidak Biasa Dilakukan, Ternyata Seru Loh! Ini Pengalaman Sosial Eksperimen Saya, Full Makeup Selama Satu Minggu

490
Mencoba sesuatu yang baru ternyata tidak semenakutkan yang saya pikirkan sebelumnya. Ternyata sosial eksperimen makeup selama 1 minggu ini seru juga!

Awalnya saya ragu untuk menerima tantangan ini. Saya merasa, saya tidak cukup pandai untuk berdandan karena memang saya tidak terlalu akrab dengan berbagai macam makeup. Jadi, selama 1 minggu pada bulan November lalu, saya melakukan social experiment menggunakan full makeup setiap harinya. Padahal saya bukanlah orang yang suka menggunakan makeup yang lengkap. Jangankan makeup, saya baru kenal dengan facial foam atau facial wash saja ketika saya duduk di bangku kelas 12 SMK. Sehari-hari saja saya hanya menggunakan bedak tabur bayi dan lip balm agar bibir saja tidak terlalu kering.

Namun, karena rasa penasaran dan merasa tertantang untuk melakukan eksperimen tersebut, akhirnya dengan ragu namun sedikit ada kepercayaan diri kalau saya mampu melakukannya, saya pun menerima tantangan social experiment tersebut.

Nah, berikut ini yang saya rasakan selama saya melaukukan eksperimen full makeup setiap hari selama 1 minggu.


1. Awalnya saya merasa aneh

Photo credit: huffingtonpost

Saya merasa aneh arena setiap kali saya bercermin, saya seperti melihat orang lain. Saya merasa berbeda dari biasanya. Biasanya saya tidak menggunakan alas bedak, eyeshadow, dan lipstik yang berwarna terlalu terang atau terlalu gelap. Meski awalnya kurang percaya diri, namun teman-teman kantor meyakinkan saya kalau wajah saya tidak terlihat buruk kok. Akhirnya saya lanjutkan eksperimen tersebut hingga 1 minggu lamanya.


2. Tentu saja saya jadi leih banyak menyisihkan lebih banyak waktu untuk berdandan di pagi hari

Photo credit: Beauty Journal Sociolla

Paling terasa saat saya memutuskan untu melakukan eksperimen ini adalah saya merasa lebih banyak memakan waktu setiap paginya hanya untuk berdandan sebelum berangkat kantor. pada 1-2 hari pertama saya merasa sedikit terbebani karena waktu saja untuk tidur lebih lama jadi berkurang, namun 3-5 hari setelahnya saya merasa terbiasa menyisihkan waktu lebih pagi untuk berdandan.


3. Paling terasa adalah respon teman-teman


Banyak teman yang ketika bertemu saya, mereka jadi lebih memerhatikan wajah saya yang saya tutupi dengan makeup. Biasanya mungkin mata saya tidak berwarna alias tidak dihias dengan eyeshadow dan eyeliner, kini menjadi lebih segar karena polesan eyeshadow dan eyeliner.

Mungkin selama ini alis saya tidak terlalu tampak, kini memiliki bentuk yang lebih tampa karena menggunakan pensil alis, dan lain sebagainya. Beruntung, tidak banyak komentar negatif dari teman-teman, hanya saja mereka jadi lebih memerhatikan saya.


4. Ibu saya pun ikut andil dalam eksperimen saya ini

Photo credit: Hello Sehat

Ibu saya tentu sangat mengenal karakter anaknya yang sedikit tomboy dan jarang sekali ingin menggunakan makeup. Bahkan ibu saya pernah membelikan saya peralatan makeup yang akhirnya beliau sendiri yang menggunakannya karena saya malas menggunakannya. Tidak heran ketika saya melakukan eksperimen ini, ibu saya memberikan respon yang membuat saya sedikit malu dan merasa lucu. Beliau mengatakan,

"Kamu pakai makeup kak? Tumben," dan ibu saya pun jadi senyum-senyum sendiri.

Mungkin beliau sedikit bersyukur anaknya sudah mau akur sama alat makeup yang identik dengan perempuan.


5. Seseorang yang sedang dekat dengan saya pun tidak kalah merespon dengan lugunya

Seseorang yang sedang dekat dengan saya memang salah satu orang yang selalu jujur jika bicara pada saya. Sampai pada akhirnya saya melakukan eksperimen ini, respon pertama yang ia berikan adalah tertawa nyaris terbahak karena penampilan saya yang berubah. Ia bilang, saya tampak berbeda, namun beruntuk menurutnya saya tidak terlalu berlebihan.

Mungkin maksudnya masih pantas, hanya saja ia akan tertawa kalau saya menggunakan warna lipstik yang tidak biasa, misalnya warna ungu gelap. Mungkin karena selama bersama, ia tidak pernah melihat saya full makeup dengan hasil karya tangan saya sendiri.


6. Dari seringnya makeup, saya jadi terbiasa menggambar alis yang kaya beberapa orang membuat alis kita simetris itu sungguh susah

Photo credit: moeslema

Saya merasakan betapa sulitnya membuat alis kanan dan kiri memiliki bentuk yang sama. Namun, karena eksperimen ini saya jadi terbiasa dan tau bagaimana membentuk alis yang setidaknya pantas untuk saya. Sepertinya istilah banyak berlatih akan membuat kamu sukses untuk mencapai sesuatu memang benar adanya.

Mungkin kalau saya tidak melakukan eksperimen ini, saya tidak akan pernah tau dan bisa menggambar alis yang pantas untuk saya itu seperti apa.


7. Saya jadi lebih berhati-hati kalau ingin mengucek mata dan makan karena menggunakan makeup mata yang cukup lengkap dan lipstik yang bold

Photo credit: Health

Mata saya adalah tipe yang mudah sekali berair dan akhirnya gatal. Tapi, berhubung saya ingin menuntaskan eksperimen saya, maka saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak merusak makeup saya. Alhasil, saya jadih jauh lebih hati-hati kalau ingin kucek-kucek mata, karena takut merusak eyeshadow, maskara, dan eyeliner saya.

Tidak hanya hati-hati kalau ingin kucek mata, saya juga jadi hati-hati ketika makan karena takut lipstiknya cepat hilang.


Berikut ini perbedaaan saya sehari-hari dan saat melakukan social experiment full makeup

BACA JUGA


Tutorial Makeup ala Shafa Harris. Baru Umur 14 Tahun, Tapi Kemampuan Merias Wajahnya Bisa Bikin Iri Nih. Jago Banget!

Tutorial Makeup ala Shafa Harris. Baru Umur 14 Tahun, Tapi Kemampuan Merias Wajahnya Bisa Bikin Iri Nih. Jago Banget!

Mungkin riasan wajah yang dilakukan Shafa Harris ini bisa dibilang tidak terlalu sesuai dengan usianya, mengingat dirinya baru menginjak 14 ...

Read more..

Tapi intinya, social experiment ini seru sih. Keluar dari zona nyaman itu seru loh. Kalau dari yang saya jalani, saya sendiri jadi semakin mengerti bagaimana mengaplikasikan jenis-jenis makeup yang cocok dan pantas untuk saya gunakan. Teman-teman di kantor juga banyak yang memberi masukan agar makeup saya lebih baik. Maklum, saya tidak pandai makeup.

Nah, social experiment ini juga membuat saya jadi lebih berani untuk keluar dari zona nyaman saya selama ini. Jadi, jangan takut tampil berbeda dan keluar dari zona nyaman ya, Sahabat Trivia, karena hasilnya ternyata tidak semengerikan yang mungkin kamu pikirkan sebelumnya kok! Ini social experiment-ku, kalau kamu?


Mau tahu topik-topik kekinian yang diulas secara mendalam? Cari tahu di Tahu Banget!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Membiasakan Hal yang Tidak Biasa Dilakukan, Ternyata Seru Loh! Ini Pengalaman Sosial Eksperimen Saya, Full Makeup Selama Satu Minggu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rezita Rani | @rezitarani

Silahkan login untuk memberi komentar